Dalih Pria Cekoki Narkoba ke Mahasiswi hingga Tewas
Daftar Isi
Pria Jadi Tersangka Usai Mahasiswi Tewas Diduga Usai Diberi Narkoba di Hotel Jakbar
Ceritaberkat.com – Seorang mahasiswi berinisial S ditemukan meninggal dunia di sebuah hotel di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Polisi menetapkan pria berinisial ID sebagai tersangka dalam perkara ini setelah menduga ia memberikan narkotika jenis ekstasi serta obat Riklona kepada korban.
Hasil pemeriksaan medis menyimpulkan korban meninggal akibat intoksikasi zat amfetamin dan metamfetamin. Peristiwa tersebut berawal dari kegiatan karaoke yang diikuti korban bersama sejumlah orang pada Rabu malam, 2 September.
Ajakan Karaoke Berujung Pemberian Ekstasi
Pada malam kejadian, korban datang ke lokasi karaoke bersama rekan-rekannya setelah diajak oleh ID. Polisi mengungkap ID telah menyiapkan ekstasi dan obat Riklona sebelum kegiatan tersebut berlangsung.
AKP Rahis menjelaskan bahwa ID sempat mengajak korban dan seorang rekan korban berinisial ML menuju toilet di tempat karaoke. Di lokasi itu, korban awalnya tidak bersedia ketika ditawari ekstasi. Namun, ID kembali mengajak keduanya ke toilet dan memberikan masing-masing setengah butir ekstasi.
“Sesampainya di tempat karaoke, tersangka kemudian mengajak korban dan rekannya berinisial ML ke toilet,” kata AKP Rahis kepada wartawan, Kamis (10/9).
Beberapa jam sesudahnya, pemberian ekstasi kembali terjadi. Korban dan ML disebut menerima setengah butir lagi untuk kedua kalinya. Dengan demikian, korban diduga memperoleh dua kali pemberian ekstasi selama berada di tempat karaoke.
“Korban dan temannya ini diberi ekstasi masing-masing setengah butir untuk kedua kalinya,” jelas Rahis.
Polisi menyebut terdapat enam orang di lokasi karaoke, termasuk korban. Dari kelompok tersebut, korban disebut sebagai satu-satunya orang yang diberi ekstasi oleh ID. Korban saat itu berada dekat tersangka dan menemani ID di ruangan karaoke.
Riklona Diberikan Setelah Karaoke Selesai
Usai karaoke, ID diduga kembali menyerahkan obat kepada korban dan rekannya. Keduanya masing-masing disebut menerima dua butir Riklona. Setelah itu, ID mengajak korban serta beberapa saksi menginap di salah satu hotel di Cengkareng.
Kondisi korban saat tiba di hotel telah tampak sangat lemah. Ia perlu dipapah saat masuk ke bangunan hotel dan sempat terjatuh ketika berada di depan lift. Pihak hotel kemudian menyediakan kursi roda agar korban dapat dibawa menuju kamar.
Setibanya di kamar, korban diangkat lalu dibaringkan di atas tempat tidur. ID bersama sejumlah saksi sempat berupaya memberi susu dan minuman elektrolit kepada korban. Kondisi korban tetap menjadi perhatian karena ia terlihat tidak berdaya sejak tiba di hotel.
Keadaan tersebut memperlihatkan pentingnya tindakan cepat ketika seseorang mengalami penurunan kesadaran atau kelemahan berat setelah mengonsumsi zat yang tidak diketahui. Penanganan medis darurat diperlukan karena dampak zat psikoaktif dapat berkembang cepat dan tidak selalu dapat dikenali hanya dari kondisi luar.
Korban Ditinggalkan Sendiri di Kamar
Pada hari berikutnya, ID dan para saksi meninggalkan hotel untuk bekerja, sementara korban masih berada seorang diri di dalam kamar. Saat ditinggalkan, korban disebut masih dalam keadaan lemas.
Petugas hotel mendatangi kamar sekitar pukul 13.30 WIB karena batas waktu check-out telah terlewati. Saat pemeriksaan dilakukan, korban ditemukan sudah meninggal dunia. Temuan itu kemudian diteruskan kepada kepolisian.
Dalam olah tempat kejadian perkara awal, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Barang yang disita meliputi minuman elektrolit dan 19 butir obat jenis Riklona. Penyidik juga mengumpulkan percakapan WhatsApp dari para saksi serta rekaman CCTV yang terkait dengan rangkaian kejadian.
“Berdasarkan hasil visum luar dan dalam atau autopsi terhadap korban, diketahui korban meninggal dunia akibat intoksikasi zat amfetamin dan metamfetamin,” jelas Rahis.
Pemeriksaan visum luar dan dalam, termasuk autopsi, menjadi bagian penting dalam mengurai penyebab kematian dan keterkaitan antara zat yang diduga diberikan dengan kondisi korban. Bukti digital, rekaman kamera pengawas, serta keterangan saksi turut diperlukan untuk menyusun urutan peristiwa secara utuh.
ID Ditahan dan Dijerat UU Narkotika
Polisi kemudian menetapkan ID sebagai tersangka. Tes urine yang dilakukan terhadap pria tersebut menunjukkan hasil positif mengonsumsi narkoba. Dalam video yang diterima wartawan, ID terlihat mengenakan baju tahanan berwarna oranye. Pria bertato yang memakai kacamata itu telah ditahan.
“ID kemudian ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga memberikan narkotika jenis ekstasi dan obat jenis Riklona kepada korban,” kata Kapolsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat AKP Rahis Fathlillah dalam keterangan, Jumat (11/9/2026).
Tersangka dijerat Pasal 116 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pasal tersebut mengatur konsekuensi pidana dalam perkara penyalahgunaan narkotika yang menyebabkan orang lain meninggal dunia.
Alasan ID Disebut untuk Bersenang-senang
Dalam pemeriksaan, ID menyampaikan bahwa perbuatannya dilakukan untuk bersenang-senang bersama di ruang karaoke. Polisi menyebut tersangka juga mengonsumsi ekstasi pada waktu yang sama.
“Kalau dari keterangan tersangka, tersangka ini tujuannya untuk senang bersama-sama. Jadi merasakan kesenangan di dalam ruangan karaoke itu bersama-sama dengan korban. Nah, seperti itu. Karena memang pelaku juga mengkonsumsi obat ekstasi tersebut,” kata AKP Rahis Fathlillah saat dihubungi, Minggu (13/9/2026).
Korban dan ID diketahui berteman dan tidak memiliki hubungan khusus. Peristiwa itu disebut terjadi pada pertemuan mereka yang kedua. Penyidikan masih menempatkan bukti fisik, hasil pemeriksaan medis, komunikasi para saksi, dan rekaman CCTV sebagai elemen penting untuk memperjelas seluruh rangkaian kejadian.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Dalih Pria Cekoki Narkoba ke Mahasiswi?
Dalih Pria Cekoki Narkoba ke Mahasiswi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Dalih Pria Cekoki Narkoba ke Mahasiswi matter?
Dalih Pria Cekoki Narkoba ke Mahasiswi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.