Berita

Surya Paloh Kukuh Ingin Ambang Batas 7%: Ikhlas Jika NasDem Tak Lolos

refleksi-14-tahun-nasdem-surya-paloh-serukan-soliditas-dan-pembelajaran-1762843756901_169
Foto : Nancy Williams - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Surya Paloh Kukuh Ingin Ambang Batas Parlemen 7 Persen
  2. FAQ Ambang Batas Parlemen
  3. Related Reading

Surya Paloh Kukuh Ingin Ambang Batas Parlemen 7 Persen

Ceritaberkat.com – Surya Paloh Kukuh Ingin Ambang Batas parlemen sebesar 7 persen. Ketua Umum Partai NasDem itu menegaskan partainya siap menerima risiko politik, termasuk bila NasDem tidak memperoleh kursi di DPR karena perolehan suara tidak memenuhi batas tersebut. Menurut Paloh, usulan ini bertujuan menyederhanakan jumlah partai di parlemen agar jalannya demokrasi dapat dikelola lebih efektif.

Pernyataan tersebut disampaikan Surya Paloh di NasDem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Sabtu (19/9/2026). Ia menyebut NasDem sejak awal menjadi salah satu partai yang paling aktif mendorong kenaikan parliamentary threshold dalam setiap pembahasan pemilu.

“Dari pemilu ke pemilu memang NasDem paling eager untuk menaikkan tingkat parliamentary threshold. Saya harus katakan sejujurnya memang itu. Karena memang pertimbangan kita adalah selected partai. Lebih sedikit partai untuk mengatur lalu lintas jalannya demokrasi di negeri ini, menurut pandangan kami, NasDem tentunya ya,”

Ambang batas parlemen adalah persentase minimum suara sah nasional yang harus diraih partai politik untuk memperoleh kursi di DPR. Karena itu, perdebatan mengenai angka parliamentary threshold menjadi salah satu bagian penting dalam pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu.

NasDem Tetap Mengusulkan 7 Persen

Sikap Surya Paloh kukuh ingin ambang batas 7 persen tetap dipertahankan meskipun hasil survei elektabilitas NasDem disebut berada di bawah angka tersebut. Paloh menyampaikan bahwa risiko tidak lolos ke parlemen bukan alasan bagi NasDem untuk mengubah pandangan mengenai perlunya batas yang lebih tinggi.

Ia menilai kepentingan nasional harus ditempatkan di atas kepentingan elektoral partai. Dengan jumlah partai di parlemen yang lebih sedikit, NasDem memandang proses pengambilan keputusan dan pengaturan dinamika politik dapat berjalan dengan lebih terarah.

“NasDem mengusulkan 7%, walaupun surveinya NasDem 4%. Jadi NasDem itu mengikhlaskan dirinya kalau dia enggak masuk di parlemen karena parliamentary threshold-nya tinggi, ya itulah bagian daripada keinginan kita mementingkan kepentingan nasional lebih besar daripada kepentingan partai,”

Surya Paloh kukuh ingin ambang batas yang lebih tinggi bukan berarti menutup ruang bagi pandangan partai lain. Ia tetap menghormati perbedaan sikap mengenai besaran angka yang dianggap paling tepat untuk diterapkan dalam sistem pemilu Indonesia.

Pembahasan Revisi UU Pemilu

Isu parliamentary threshold turut menjadi bahan pembicaraan dalam pertemuan sejumlah ketua umum partai politik anggota koalisi pemerintah. Pertemuan itu membahas berbagai hal yang perlu dipersiapkan dalam revisi UU Pemilu, termasuk aturan tentang syarat perolehan suara bagi partai untuk mendapatkan kursi DPR.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono membenarkan adanya pertemuan para pimpinan partai. Dalam forum tersebut, Partai Gerindra diwakili Ketua Harian Sufmi Dasco Ahmad.

“Iya, jadi kemarin beberapa ketua umum partai berkumpul. Partai Gerindra waktu itu diwakili oleh Pak Dasco selaku ketua harian untuk membicarakan hal-hal yang perlu dibahas dalam rangka undang-undang pemilu,”

Gerindra, menurut Sugiono, mendukung parliamentary threshold sebesar 5 persen. Angka itu disebut selaras dengan pandangan yang sebelumnya disampaikan Partai Golkar dan PKS.

“Satu hal yang sepertinya semua sepakat, tapi saya kira saya tidak bisa berbicara atas nama partai-partai lain. Gerindra sepakat soal PT 5%. Seperti kemarin Golkar dan PKS juga menyampaikan, saya kira itu yang kita sepakati,”

Perbedaan Usulan Ambang Batas

Perbedaan antara usulan 7 persen dari NasDem dan 5 persen dari Gerindra, Golkar, serta PKS memperlihatkan bahwa pembahasan ambang batas parlemen masih terbuka. Angka yang lebih tinggi berpotensi mengurangi jumlah partai yang berhasil masuk DPR, sejalan dengan alasan penyederhanaan sistem kepartaian yang disampaikan NasDem.

Bagi Surya Paloh, kukuh ingin ambang batas 7 persen merupakan bagian dari pandangan NasDem tentang pengelolaan demokrasi. Usulan tersebut tidak hanya dilihat dari peluang partai dalam pemilu berikutnya, melainkan dari dampaknya terhadap komposisi parlemen dan proses politik nasional.

Penetapan angka final nantinya tetap bergantung pada pembahasan revisi UU Pemilu. Berbagai partai politik akan menyampaikan pertimbangan masing-masing sebelum kesepakatan mengenai parliamentary threshold dicapai.

FAQ Ambang Batas Parlemen

Apa yang dimaksud ambang batas parlemen?

Ambang batas parlemen atau parliamentary threshold adalah syarat minimum perolehan suara sah nasional bagi partai politik agar dapat memperoleh kursi di DPR.

Berapa ambang batas yang diusulkan NasDem?

NasDem melalui Surya Paloh mengusulkan ambang batas parlemen sebesar 7 persen, meskipun elektabilitas partai tersebut disebut berada di bawah angka itu.

Partai mana yang mendukung ambang batas 5 persen?

Gerindra menyatakan mendukung parliamentary threshold 5 persen. Sugiono juga menyebut Golkar dan PKS sebelumnya menyampaikan pandangan yang sejalan.