Berita

Anak-Ibu di Jakbar Ngaku Diminta Bapak Belajar Ngelas, Ternyata untuk Bobol ATM

polisi-menangkap-h-dan-ibunya-yang-berinisial-d-atas-dugaan-pembobolan-atm-di-minimarket-kawasan-kapuk-raya-cengkareng-jakbar-1788256041563_169
Foto : Michael Anderson - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Anak Ibu di Jakbar Ngaku Belajar Ngelas untuk Bobol ATM
  2. Related Reading

Anak Ibu di Jakbar Ngaku Belajar Ngelas untuk Bobol ATM

Ceritaberkat.com – Kasus pembobolan mesin ATM di sebuah minimarket kawasan Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat, mengungkap cerita yang terdengar seperti lelucon: seorang remaja berinisial H dan ibunya berinisial D mengaku diminta ayah tiri H, berinisial RH, untuk belajar mengelas. Anak Ibu di Jakbar Ngaku bahwa tujuan sebenarnya dari keterampilan memotong logam itu baru diutarakan RH belakangan—yakni menjebol mesin ATM. Peristiwa terjadi pertengahan Februari 2026, namun baru terungkap saat Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi menggelar konferensi pers di Mapolres Jakbar pada Selasa (1/9/2026). RH sendiri masih berstatus daftar pencarian orang (DPO).

Alasan “Borongan Potong Besi” yang Berubah Arah

Nasriadi langsung menginterogasi H di hadapan media. Remaja itu menjawab dengan nada polos bahwa yang diajarkan RH hanyalah teknik memotong besi.

“Ngelas buat motong besi, Pak.”

Nasriadi mengejar pertanyaan lanjutan: apakah RH pernah menjelaskan tujuan sesungguhnya. H menegaskan bahwa pada awalnya tidak ada penjelasan semacam itu. RH beralasan bahwa keahlian itu akan dipakai untuk pekerjaan borongan memotong besi di bangunan terbengkalai, bahkan menyebut nama layanan pengiriman Lalamove sebagai konteks.

“Pertamanya belum, dia bilang nanti ikut Lalamove. Lalamove biasanya ada borongan-borongan buat motong-motong kayak gitu, motong-motong kayak bangunan terbengkalai.”

Arah rencana berubah ketika RH secara eksplisit meminta agar mesin ATM dipotong. H mengenang momen itu dengan nada kecewa.

“Itu waktu dia bilang nanti kita potong mesin ATM aja. Kamu udah ngerti kan caranya, kayak gitu. ‘Lha katanya buat kerja?’ saya bilang kayak gitu. Akhirnya, singkat cerita, niat motong ATM.”

Ibu Menolak Las, Tekanan Ekonomi Jadi Pemicu

D, ibu kandung H, menambahkan bahwa yang pertama kali diminta RH untuk belajar mengelas justru dirinya. Ia menolak karena takut percikan api mengenai mata—ia pengguna kacamata.

“Tadinya saya yang disuruh belajar ngelas sama dia, saya enggak mau. Takut, mata saya kan enggak awas, saya pakai kacamata. Saya bilang takut, karena membal api nya takut kena mata.”

D menjelaskan bahwa keterlibatannya berakar pada tekanan ekonomi. Ia memiliki tujuh anak dengan H sebagai anak pertama; anak-anak lainnya dititipkan kepada anak keduanya untuk diurus. RH, kata D, sejak lama tidak pernah menjadi tulang punggung keluarga.

“Emang dari dulu juga dia (RH) enggak jaga (anak-anak) saya yang jadi tulang punggung. Anak ini juga sama. Makanya terbentur di ekonomi. Mau enggak mau dia (H) ikut (bobol ATM).”

D mengakui perannya dan berharap RH segera ditangkap.

“Ya memang saya salah, ya seadil-adilnya aja. Saya ingin dia juga ditangkap. Itu aja harapan saya yang membawa anak saya untuk masuk ke sini.”

Gagal di Tengah Aksi: Gas Las Habis, Rokok Jadi “Tropi”

Kronologi teknis yang diuraikan Nasriadi menunjukkan bahwa operasi terhenti di tengah jalan. Ketiga pelaku—H, D, dan RH—masuk ke minimarket dengan niat memotong mesin ATM menggunakan mesin las, namun tabung oksigen dan bahan las mereka kehabisan isi. Mesin ATM tidak sempat dibobol atau dirusak.

“Setelah mereka masuk ke dalam dan mencoba menjebol ATM dengan cara mengelas, tiba-tiba bahan las, oksigen, tersebut habis. Artinya, ATM tersebut belum sempat dibobol atau dirusak karena bahan lasnya habis.”

Karena misi utama gagal, para pelaku yang masih berada di dalam toko mengambil sejumlah rokok sebagai barang yang bisa dibawa keluar.

“Akhirnya, misi mereka gagal dan tidak berhasil menjebol ATM. Karena misinya gagal, maka yang mereka ambil akhirnya adalah rokok.”

Seragam Palsu Dibeli Daring untuk Menipu CCTV

Polisi juga mengungkap bahwa salah satu pelaku mengenakan pakaian menyerupai seragam karyawan minimarket. Pakaian itu dibeli secara daring agar para pelaku tidak menimbulkan kecurigaan saat terekam kamera pengawas.

“Sebagai catatan, salah satu pelakunya menggunakan baju yang seakan-akan merupakan seragam karyawan dari swalayan tersebut, tujuannya supaya tidak dicurigai saat terekam dalam CCTV.”

FAQ: Hal yang Perlu Diketahui

Siapa yang masih buron dalam kasus ini?

RH, ayah tiri H sekaligus otak perencanaan, masih berstatus DPO. Polisi telah menetapkan dirinya sebagai aktor intelektual di balik seluruh rangkaian perencanaan pembobolan.

Kapan dan di mana peristiwa ini terjadi?

Percobaan pembobolan berlangsung pertengahan Februari 2026 di sebuah minimarket kawasan Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat. Informasi baru dirilis ke publik pada 1 September 2026 melalui konferensi pers di Mapolres Jakbar.

Apakah mesin ATM berhasil dibobol?

Tidak. Operasi terhenti karena tabung oksigen dan bahan las kehabisan isi. Mesin ATM tidak mengalami kerusakan. Pelaku hanya mengambil sejumlah rokok sebelum akhirnya ditahan.