Latest Program: Yang Tak Mudah dari Penangkapan 4 Pelaku Pembunuh Lansia Pekanbaru

Yang Tak Mudah dari Penangkapan 4 Pelaku Pembunuh Lansia Pekanbaru

Latest Program – Kota Pekanbaru, Riau, menjadi tempat kejadian peristiwa pembunuhan berencana terhadap seorang perempuan lanjut usia yang dilakukan oleh menantunya sendiri. Informasi mengenai alasan pembunuhan tersebut akhirnya terungkap setelah tim kepolisian berhasil mengamankan empat pelaku terlibat dalam aksi keji tersebut.

Proses Penangkapan Berjalan Berat

Penangkapan empat tersangka tidaklah mudah, mengingat pelaku berusaha melarikan diri ke luar daerah untuk menghindari pengejaran. Tim gabungan dari Polda Riau dan Polresta Pekanbaru membutuhkan waktu singkat untuk menemukan dan mengamankan semua pihak terlibat, meski beberapa dari mereka sempat bermigrasi ke wilayah lain.

Dalam konferensi pers, Kombes Muharman Arta, Kapolresta Pekanbaru, menyatakan keberhasilan tim investigasi dalam menangkap para pelaku. “Alhamdulillah, tim gabungan Resmob, Jatanras Polda Riau, serta Satreskrim Polresta Pekanbaru berhasil mengamankan empat pelaku yang menyebabkan kematian seorang perempuan di Rumbai,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).

Dua di antara pelaku ditangkap di Aceh Tengah, sementara dua orang lainnya dibawa ke Kota Binjai, Sumatera Utara. Pengejaran berlangsung di tempat persembunyian masing-masing tersangka, yang berada di luar wilayah hukum Polda Riau. Kabid Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra, mengakui bahwa proses ini cukup berat.

“Pelaku melarikan diri hingga ke provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, ini sudah sampai ke wilayah Sumatera Utara dan ke provinsi Aceh,” tambah Zahwani.

Kasus ini bermula saat Dumaris Deniwati Boru Sitio (60) ditemukan oleh suaminya dalam kondisi terluka parah di rumahnya, Kecamatan Rumbai, pada Rabu 29 April 2026. Korban bersimbah darah, dengan tanda-tanda kekerasan yang jelas. Aksi pembunuhan tersebut terekam kamera CCTV, yang menjadi bukti kunci dalam penyelidikan.

Aksi yang diawali dengan berpura-pura bertamu ternyata berujung pada penyerangan terhadap korban menggunakan balok kayu. Pelaku pertama menunggu kesempatan, lalu mengarahkan rekan-rekan kongkow untuk melakukan serangan. Kematian korban terjadi setelah korban dipukul berulang kali hingga tidak sadarkan diri, kemudian dipindahkan ke area kamar mandi.

Motif Pembunuhan Terungkap

Dari hasil pemeriksaan, penyebab kejadian ini terbongkar. Pelaku utama, AF, mengaku bahwa aksinya didasari rasa sakit hati akibat sikap korban terhadapnya. “Motif utama adalah rasa sakit hati, karena saat menjadi menantu dan tinggal bersama korban, pelaku sering dimaki dan dimarahi,” ujar Kombes Muharman dalam kesempatan yang sama.

“Ini pengakuan tersangka yang terungkap saat diperiksa kemarin,” tambah Kapolresta Pekanbaru.

Di samping itu, motif ekonomi juga menjadi salah satu penyebab pelaku melakukan tindakan tersebut. Mereka mengambil barang berharga milik korban, termasuk perhiasan emas dan uang tunai dalam bentuk mata uang asing. Polisi menyatakan bahwa sebagian besar barang bukti telah ditemukan dan diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Kombes Zahwani menjelaskan bahwa para pelaku awalnya hanya berniat melakukan aksi perampokan, tetapi dalam perjalanan berubah pikiran. “Awalnya ingin merampok, tapi di jalan berubah menjadi pembunuhan,” kata Zahwani.

Survei Lokasi dan Perencanaan Terperinci

Penyelidikan menunjukkan bahwa para pelaku telah melakukan survei lokasi beberapa kali sebelum melakukan aksinya. Keakrabahan mereka dengan korban memudahkan rencana ini, karena tidak menimbulkan kecurigaan. “Kedekatan pelaku dengan korban memungkinkan aksi mereka berlangsung tanpa hambatan,” ujar Kombes Muharman.

Proses pengejaran tetap menantang karena para pelaku sempat melarikan diri ke daerah yang berbeda. Polisi harus bekerja ekstra untuk melacak dan mengamankan semua tersangka, yang berada di dua provinsi berbeda. “Tanggal 2 April 2026, pelaku bisa ditangkap dan dibawa ke Polresta Pekanbaru, meski pengejaran ini cukup melelahkan,” tambah Zahwani.

Kasus ini kini menjadi fokus penanganan aparat kepolisian. Empat pelaku telah diamankan untuk menjalani proses hukum berikutnya. Penyebab kematian Dumaris Deniwati Boru Sitio tetap menjadi perhatian utama, dengan motif pembunuhan yang terdiri dari campuran rasa dendam dan keinginan menguasai harta korban.

Meski aksi itu terjadi di Pekanbaru, dampaknya meluas hingga ke daerah lain. Polisi mengatakan bahwa keberhasilan menangkap pelaku menjadi bukti keberhasilan kerja sama antarwilayah. “Pengejaran ini membutuhkan koordinasi tim yang baik, terutama karena pelaku tidak berada di satu lokasi,” ujar Kombes Muharman.

Kasus ini menunjukkan bagaimana kejahatan yang awalnya terlihat sederhana bisa berubah menjadi tragedi besar. Dengan bantuan teknologi seperti CCTV, polisi berhasil memperjelas kronologi peristiwa. Tapi, proses penangkapan tetap memerlukan upaya yang intensif, karena para pelaku berusaha menghindari tanggung jawab hukum.

Sebagai hasil, empat tersangka kini berada di tahanan kepolisian. Kapolresta Pekanbaru menyatakan bahwa aksinya terbongkar setelah kamera CCTV menangkap tindakan mereka. “Alhamdulillah, kita sudah menemukan titik terang dalam kasus ini,” kata Muharman, Sabtu (2/5/2026).

Dengan pemeriksaan lebih lanjut, polisi berharap bisa mengungkap semua fakta terkait pembunuhan lanjut usia tersebut. Penyebab kejadian yang diungkap jelas menjadi fokus utama untuk menentukan pertanggungjawaban para pelaku. Kasus ini juga menjadi pembelajaran bagi masyarakat tentang pentingnya pengawasan dan kesadaran akan kejahatan di lingkungan sekitar.