Album Foto Kini Jadi Cara Ortu Lepas Rindu ke Adelia Korban Kecelakaan KA
Table of Contents
Album Foto Kini Jadi Cara Ortu Lepas Rindu ke Adelia Korban Kecelakaan KA
Album Foto Kini Jadi Cara Ortu – Adelia, seorang perempuan muda yang dikenang sebagai sosok penuh keceriaan, telah meninggalkan kehidupan orangtuanya. Ayahnya, Haerusli, mengungkapkan bahwa hubungan antara mereka selalu hangat dan dekat. Meski hari-harinya sibuk, Adelia tetap menyisihkan waktu untuk berbagi momen sehari-harinya melalui foto yang dikirimkan kepada ayahnya. Bagi Rusli, hal ini menjadi cara untuk tetap merasakan kehadiran anaknya meski jarak fisik memisahkan mereka.
Kebiasaan Menyentuh Hati
Dalam wawancara dengan detik.com di kediamannya di Cibitung, Bekasi, Rabu (29/4/2026), Rusli mengungkap kebiasaan Adelia yang unik. “Dia sering ngopi sebelum berangkat, tapi selalu mengirimkan foto kepada saya dengan pesan, ‘Yah, aku sudah di sini nih’,” katanya. Pesan singkat itu, menurut Rusli, menjadi jembatan yang menghangatkan hati sekaligus mengingatkan dirinya tentang keberadaan Adelia yang selalu sibuk tapi penuh perhatian.
“Saya bisa mengingat setiap detiknya, baik saat dia menunggu di depan stasiun maupun saat ia menyelesaikan tugas harian. Kalau foto itu masuk ke dalam komputer, saya bisa melihat wajahnya setiap hari, meski hanya dalam bentuk gambar,” imbuh Rusli.
Perjalanan Harian yang Sering Dibicarakan
Rusli juga bercerita tentang rutinitasnya menjemput Adelia. “Sejak awal, saya selalu menunggu sampai jam setengah enam pagi, setelah selesai mandi dan menyiapkan diri. Mungkin karena dia selalu butuh waktu lebih lama untuk menyelesaikan tatanan kecantikan,” katanya. Meski jarak tempuh hanya sekitar 3 km, perjalanan itu terasa lebih lama akibat kebiasaan Adelia menghabiskan waktu untuk memastikan penampilannya sempurna sebelum berangkat.
“Kalau nggak macet, saya bisa sampai dalam 10 menit. Tapi kalau ada kemacetan, bisa terlewat hingga 15 menit. Ini jadi ritual rutin, meski jadi kebiasaan yang memakan banyak energi,” tambah Rusli.
Keberadaan Adelia dalam kehidupan Rusli tidak hanya terasa dari kegiatan sehari-harinya, tapi juga dari cara ia mengurus urusan keluarga. Rusli menyebutkan bahwa anaknya sering meminta bantuan saat bekerja atau menghadapi situasi yang membutuhkan perhatian khusus. “Dia selalu menunggu sampai menelpon dulu sebelum meminta saya untuk menjemputnya,” ujarnya. Ini menjadi bagian dari kebiasaan yang khas, menunjukkan sikap Adelia yang cenderung memprioritaskan persiapan sendiri sebelum memulai tindakan.
Momen yang Tak Akan Terlupakan
Momen-momen kecil seperti itu, menurut Rusli, selalu menjadi kenangan yang tak terlupakan. Ia menuturkan bahwa Adelia sering menunggu sampai mendapat telepon darinya sebelum mengizinkan ayahnya menemui di stasiun. “Kalau belum ada pesan ‘Aku sudah di sini jemput’, saya tidak pernah berangkat. Itu jadi tanda bahwa dia sudah siap untuk berangkat, dan saya bisa merasa nyaman,” imbuhnya.
“Saya selalu menunggu pesan itu, lalu mengambil waktu sejenak untuk menyambutnya. Ini jadi cara yang sederhana, tapi cukup berkesan. Karena itu, saya bisa merasa dia masih ada di samping saya, meski hanya melalui layar ponsel,” tambah Rusli.
Dalam kehidupan sehari-harinya, Adelia juga sering berbagi kegembiraan atau keresahan melalui pesan dan foto. Rusli mengungkapkan bahwa anaknya selalu mengeksplorasi segala hal, dari hal-hal kecil hingga besar. “Dia punya semangat yang luar biasa, meski sering terlihat sibuk. Tapi setiap saat, saya bisa merasakan kehangatan dari dirinya,” katanya.
Kecelakaan yang Memutus Hubungan
Kecelakaan kereta api yang terjadi di Bekasi pada Senin (27/4/2026) menjadi titik balik dalam hidup Rusli. Adelia, yang merupakan salah satu korban meninggal dalam insiden tersebut, tidak lagi bisa menikmati momen-momen kecil yang selama ini ia bagikan. Dalam kecelakaan itu, total 16 orang kehilangan nyawa dan ratusan korban lainnya mengalami luka-luka. Kehilangan Adelia, menurut Rusli, membuat hidupnya berubah drastis.
“Saya tidak percaya saat mendengar kabar kecelakaan itu. Adelia dulu selalu mengirimkan foto kecil, tapi sekarang tidak ada lagi. Ini jadi kenangan yang tak pernah usai,” ungkap Rusli dengan suara bergetar.
Rusli mengungkapkan bahwa kehilangan Adelia membuatnya lebih memahami nilai kecil kecil dari kehadiran anaknya. “Saya selalu menunggu pesan dan foto dari dia, tapi kini hanya tersisa rasa rindu dan kebingungan. Kehilangan ini seperti menembus hati, tapi foto-foto yang ia kirimkan masih menjadi sarana untuk menebus kesedihan,” katanya.
Refleksi dan Harapan
Dalam upaya memulihkan diri, Rusli mulai menyusun album foto Adelia sebagai bentuk pengingat. “Album ini jadi semacam cermin yang memperlihatkan kehidupan dia sebelum kehilangan. Saya bisa mengulik kembali momen-momen indah, meski hanya dalam bentuk gambar,” kata Rusli. Ia berharap bahwa album tersebut bisa menjadi pemandu emosional bagi keluarga dan orang
