Important Visit: Mayat Bayi Laki-laki Ditemukan di Kali Anyar Solo

Mayat Bayi Laki-laki Ditemukan di Kali Anyar Solo

Important Visit – Dilansir dari situs berita detikjateng, Rabu (29/4/2026), Kapolsek Jebres Kompol Murtiyoko memberikan keterangan mengenai penemuan jenazah bayi yang terjadi di Kali Anyar, Solo. Ia menyebut bahwa mayat bayi tersebut ditemukan sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah menerima laporan dari warga setempat, petugas kepolisian serta tim medis dan relawan langsung menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan tindakan selanjutnya.

Menurut informasi yang dihimpun, bayi yang ditemukan berjenis kelamin laki-laki dan diperkirakan masih dalam usia satu hari. Saat ditemukan, jenazah bayi masih memiliki tali pusar yang tergantung, menunjukkan bahwa kondisi tubuhnya tidak mengalami perubahan signifikan sejak meninggal. Murtiyoko menambahkan bahwa polisi sedang memperhatikan kondisi mayat lebih lanjut sebelum melanjutkan proses identifikasi.

“Bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki, diperkirakan baru berumur sekitar satu hari dan saat ditemukan masih terdapat tali pusar,” kata Murtiyoko, Rabu (29/4/2026).

Dalam proses penyelidikan, polisi memperoleh informasi bahwa mayat bayi pertama kali ditemukan oleh seorang pemancing bernama Mei. Menurut sumber yang sama, Mei mengaku menemukan jenazah saat sedang melakukan aktivitas rutin di sekitar Kali Anyar. Setelah mengetahui kejadian tersebut, petugas kepolisian segera melakukan evakuasi dan membawa jenazah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moewardi Solo untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Jebres juga menjelaskan bahwa tim penyelidik masih terus mengumpulkan data dan keterangan dari para saksi serta melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Tujuan dari upaya ini adalah untuk mempercepat proses identifikasi dan mengetahui penyebab kematian bayi tersebut. “Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mengumpulkan keterangan saksi-saksi serta melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk proses identifikasi,” pungkasnya.

“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mengumpulkan keterangan saksi-saksi serta melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk proses identifikasi,” pungkasnya.

Penemuan mayat bayi ini memicu perhatian warga sekitar Kali Anyar. Banyak orang menyatakan kekecewaan dan kebingungan, karena bayi yang ditemukan dalam kondisi sempurna meskipun terletak di alur air. Menurut seorang warga, jenazah bayi ditemukan di bawah bangkai kapal yang terbanting di tepi sungai. Ia menambahkan bahwa jenazah bayi tampak tidak terluka, namun beberapa bagian tubuhnya masih terbuka karena proses pembusukan yang terjadi secara alami.

Petugas kepolisian menyatakan bahwa mereka sedang memeriksa sumber informasi dan mengumpulkan bukti-bukti terkait. Dalam penyelidikan awal, mereka memastikan bahwa tidak ada tanda-tanda kecelakaan atau kejadian lain yang menyebabkan kematian bayi tersebut. Murtiyoko menyampaikan bahwa kepolisian akan melakukan pemeriksaan forensik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai waktu dan penyebab kematian. Ia juga menegaskan bahwa tim penyelidik tidak akan menghentikan upaya mereka sampai semua fakta terungkap.

Menurut laporan yang diterima, jenazah bayi ditemukan oleh Mei setelah ia memperhatikan suatu benda yang tidak biasa di permukaan air. Mei langsung melaporkan kejadian tersebut ke petugas kepolisian yang berpatroli di sekitar daerah tersebut. Setelah menerima laporan, tim penyelidik langsung tiba di lokasi dan mulai melakukan pemeriksaan. Mereka mengambil jenazah bayi ke dalam tenda sementara sebelum dibawa ke RSUD dr. Moewardi Solo.

Di RSUD dr. Moewardi Solo, mayat bayi tersebut diberikan kepada tim medis untuk dilakukan pemeriksaan lebih mendetail. Petugas medis mengatakan bahwa jenazah masih dalam kondisi yang memungkinkan untuk dilakukan identifikasi. Mereka juga melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda kejadian misterius yang mengarah ke kematian bayi tersebut.

Kapolsek Jebres menegaskan bahwa penemuan mayat bayi ini sedang diselidiki secara serius. Ia mengatakan bahwa kepolisian tidak akan mengabaikan kemungkinan adanya kejadian kekerasan atau kelalaian. “Kami sedang memeriksa semua kemungkinan penyebab kematian, termasuk kemungkinan adanya kesalahan dalam perawatan bayi atau faktor eksternal lainnya,” tambah Murtiyoko.

Selain itu, polisi juga sedang mengumpulkan informasi dari warga sekitar dan mengambil sampel DNA untuk proses identifikasi lebih lanjut. Murtiyoko menegaskan bahwa semua langkah akan diambil secara profesional dan terpadu. “Kami berharap bisa segera menemukan identitas bayi tersebut dan memperjelas alur kejadian,” ujarnya.

Simak selengkapnya di sini (isa/ygs)