Hasan Nasbi Jadi Penasihat Presiden Bidang Komunikasi – Karding Jadi Kepala Barantin

Hasan Nasbi Dikukuhkan sebagai Penasihat Khusus Bidang Komunikasi, Karding Menjabat Kepala Badan Karantina

Upacara Pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026)

Presiden Prabowo Subianto hari ini melakukan pelantikan Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi. Sementara itu, Abdul Kadir Karding dilantik sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia. Upacara ini berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada hari Senin, 27 April 2026, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi. Kedua nama tersebut secara langsung diangkat oleh Prabowo dalam seremoni resmi yang dianggap sebagai bagian dari reorganisasi pemerintahan. Setelah pelantikan, prosesi dilanjutkan dengan pembacaan sumpah jabatan. Prabowo memimpin pengucapan sumpah tersebut, dengan para pejabat yang baru dilantik mengikuti setiap kalimat. Sumpah ini menekankan komitmen mereka terhadap konstitusi dan peraturan yang berlaku.

“Demi Allah, saya bersumpah akan tetap setia pada UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta menjalankan seluruh peraturan perundang-undangan secara tulus demi kemajuan bangsa dan negara. Saya berjanji menjalankan tugas jabatan dengan penuh etika, tanggung jawab, dan kesungguhan,” ujar Prabowo saat membacakan sumpah diikuti oleh Hasan Nasbi dan Abdul Kadir Karding.

Pelantikan Hasan Nasbi menarik perhatian karena mantan pejabat itu pernah bertugas sebagai Kepala Badan Pemeriksaan dan Evaluasi (PCO) sebelumnya. Kehadirannya dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat komunikasi pemerintah, terutama dalam menghadapi dinamika politik dan ekonomi nasional. Sementara itu, Karding, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala badan karantina, akan bertugas mengawasi kebijakan kesehatan dan perlindungan terhadap wabah di Indonesia. Peran Hasan Nasbi sebagai penasihat komunikasi diharapkan mampu menjembatani antara pemerintah dan masyarakat. Sebagai mantan pimpinan lembaga pemeriksaan, ia dianggap memiliki pengalaman dalam mengelola informasi publik secara profesional. Selain itu, kebijakan komunikasi yang diterapkan akan menjadi alat penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap prioritas pembangunan pemerintahan saat ini. Karding, yang sebelumnya terlibat langsung dalam penyelenggaraan kebijakan karantina, akan membawa pengalaman tersebut untuk memastikan kesiapan sistem pemantauan kesehatan. Lembaga yang dipimpinnya bertugas memastikan keberlanjutan operasional kebijakan kesehatan masyarakat, termasuk pengawasan terhadap masuknya penyakit menular. Dengan posisi ini, Karding diharapkan mampu mengoptimalkan koordinasi antara lembaga pemerintah dan stakeholder terkait. Upacara pelantikan ini menandai perubahan struktur pemerintahan yang lebih terpusat pada pengelolaan komunikasi dan kesehatan. Prabowo menekankan pentingnya peran penasihat dalam menjaga kejelasan informasi dan menjaga citra pemerintahan. “Penasihat komunikasi harus menjadi garda depan dalam menyampaikan visi dan misi pemerintahan,” tutur Prabowo dalam pidatonya sebelum pembacaan sumpah. Dalam proses pelantikan, Prabowo juga menyampaikan harapan bahwa para pejabat baru mampu berkinerja maksimal. “Kami percaya mereka memiliki kompetensi untuk menjalankan tugas dengan baik, serta semangat untuk melayani rakyat,” katanya. Kepercayaan ini diwujudkan melalui pelantikan langsung, yang menunjukkan keterlibatan aktif Prabowo dalam perekrutan tenaga kunci. Penasihat komunikasi dan kepala badan karantina dianggap sebagai bagian dari strategi pemerintahan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi. Prabowo menuturkan bahwa pembentukan kedua posisi ini bertujuan mengakomodasi kebutuhan masyarakat dalam era yang semakin dinamis. “Dengan adanya penasihat khusus dan kepala badan karantina, kami bisa lebih cepat merespons isu yang muncul,” ujarnya. Selain itu, pelantikan ini juga menggambarkan kebijakan pembangunan jangka panjang. Hasan Nasbi, yang memiliki latar belakang dalam manajemen informasi, akan membantu pemerintah menyampaikan kebijakan secara lebih efektif. Sementara Karding, dengan pengalaman di bidang kesehatan, diharapkan menjadi pilar dalam pencegahan wabah dan pengelolaan krisis kesehatan. Pemerintahan baru ini juga fokus pada kolaborasi antarlembaga. Prabowo menyebutkan bahwa pelantikan Hasan Nasbi dan Karding sebagai bagian dari upaya menciptakan sistem yang lebih terpadu. “Kami ingin semua lembaga bekerja bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tuturnya. Sementara itu, warga Jakarta yang menghadiri upacara pelantikan mengapresiasi langkah Prabowo dalam membentuk tim yang kompeten. “Ini menunjukkan komitmen beliau untuk membangun pemerintahan yang kuat,” kata salah satu warga, Rina, 32 tahun, saat berbicara seusai acara. Prabowo juga menyebutkan bahwa pelantikan ini dilakukan secara transparan. “Semua proses dijalani dengan objektif, tanpa ada yang dipercepat atau diperlambat,” jelasnya. Hal ini memberikan penjelasan bahwa perekrutan pejabat dilakukan berdasarkan kriteria yang jelas, termasuk pengalaman dan kemampuan. Dalam konteks politik nasional, posisi Hasan Nasbi sebagai penasihat komunikasi dilihat sebagai upaya untuk menjangkau masyarakat lebih luas. Kehadirannya diharapkan bisa memperkuat narasi pemerintah, terutama dalam situasi yang memerlukan penjelasan mendesak. Sementara Karding akan fokus pada kebijakan kesehatan, yang kini menjadi isu utama dalam dunia kini. Tonton juga video “Eks Kepala PCO Hasan Nasbi Jadi Komisaris Pertamina” untuk memahami latar belakang karier mantan pejabat tersebut. Selain itu, pemerintah menyediakan Live DetikSore bagi masyarakat yang ingin menyaksikan proses pelantikan secara langsung. Kedua pejabat baru ini akan memulai tugas mereka dalam waktu dekat, dengan Prabowo berharap mereka bisa segera berkontribusi. “Kami percaya mereka mampu mengemban tugas dengan tanggung jawab penuh,” tegas Prabowo. Dengan demikian, pelantikan ini tidak hanya menandai perubahan struktur pemerintahan, tetapi juga menggambarkan komitmen untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Sumber informasi tentang pelantikan ini dapat diakses melalui berbagai saluran media, termasuk Detik.com. Publik diberikan kesempatan untuk mengikuti setiap tahapan pembentukan kabinet dan lembaga pendukung. “Transparansi dan akuntabilitas adalah kunci sukses dalam pemerintahan,” kata Prabowo dalam penutupan upacara. Proses pelantikan ini juga menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pembangunan. Prabowo berharap masyarakat dapat mendukung langkah-langkah yang diambil oleh para pejabat baru. “Kami butuh kerja sama semua pihak untuk mencapai tujuan bersama,” katanya. Dengan semangat kolaborasi ini, pemerintahan baru diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi bangsa Indonesia.