Berita

Polisi Amankan 19 Orang Bawa Petasan hingga Sajam Saat Aksi Massa di Jakarta

kbaid-humas-polda-metro-jaya-kombes-budi-hermanto-1790219170122_169
Foto : William Martinez - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. 19 Orang Diamankan Usai Aksi Massa di Sejumlah Titik Jakarta
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

19 Orang Diamankan Usai Aksi Massa di Sejumlah Titik Jakarta

Ceritaberkat.com – Penanganan aksi massa pada 28 Oktober 2026 di Jakarta berlanjut dengan pemeriksaan terhadap 19 orang yang diamankan aparat kepolisian. Mereka diduga membawa sejumlah benda yang dinilai berisiko mengganggu keamanan, termasuk petasan, senjata tajam, serta bahan pewarna yang diduga terkait rencana vandalisme.

Aksi unjuk rasa pada hari itu berlangsung di beberapa kawasan pusat ibu kota. Titik kegiatan massa berada di sekitar Bundaran HI hingga Dukuh Atas, wilayah yang menjadi salah satu simpul mobilitas warga dan lalu lintas Jakarta. Setelah pengamanan dilakukan, polisi menyita barang-barang yang ditemukan dari orang-orang tersebut untuk kebutuhan pemeriksaan lebih lanjut.

Petasan, Sajam, dan Bahan Pewarna Disita

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa para pihak yang diamankan membawa beragam benda. Selain petasan dan senjata tajam, polisi juga menemukan sejumlah barang yang diduga dapat digunakan untuk melakukan tindakan perusakan.

“19 orang yang diamankan, diamankan dengan membawa petasan, ada membawa sajam, termasuk ditemukan barang-barang yang akan digunakan untuk vandalisme,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).

Temuan tersebut menjadi bagian dari barang bukti yang kini berada dalam penguasaan kepolisian. Pengamanan terhadap benda-benda berbahaya atau yang berpotensi dipakai merusak fasilitas umum dilakukan untuk mencegah situasi aksi berkembang menjadi gangguan ketertiban.

Dalam kegiatan penyampaian pendapat di muka umum, petugas keamanan biasanya menghadapi kebutuhan untuk menjaga dua hal sekaligus: hak warga menyuarakan aspirasi dan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi. Kehadiran benda seperti petasan, senjata tajam, maupun cat yang diduga hendak dipakai mencoret fasilitas dapat meningkatkan risiko bagi peserta aksi, pengguna jalan, dan warga yang beraktivitas di sekitar area tersebut.

Status Para Pihak Masih Didalami

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Imron Ermawan mengatakan seluruh orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan hingga Kamis pagi. Penyidik belum menyimpulkan latar belakang mereka, termasuk terkait kemungkinan status sebagai mahasiswa.

“19 orang tersebut sampai pagi ini masih dimintai keterangan oleh para penyidik,” ujarnya.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengurai peran masing-masing orang serta memastikan keterkaitan barang bukti yang diamankan dengan kegiatan massa pada 28 Oktober 2026. Tahap ini juga penting untuk membedakan antara dugaan kepemilikan benda tertentu, tujuan membawa benda tersebut, dan keterlibatan individu dalam peristiwa yang sedang didalami.

Polisi juga mendapati satu orang berusia di bawah umur di antara 19 orang tersebut. Anak itu telah diserahkan kepada Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak/Perdagangan Orang atau Direktorat PPA/PPO Polda Metro Jaya untuk penanganan lebih lanjut.

Penanganan perkara yang melibatkan anak memiliki perhatian tersendiri karena usia yang bersangkutan. Dalam konteks pemeriksaan, keberadaan unit khusus diperlukan agar proses yang dijalani tetap mempertimbangkan perlindungan terhadap anak, sembari kepolisian melanjutkan pendalaman atas fakta-fakta yang ditemukan.

Polisi Amankan 12 Cat yang Diduga untuk Vandalisme

Salah satu temuan yang menjadi perhatian ialah bahan pewarna atau cat berwarna. Polisi menduga barang tersebut hendak dipakai untuk aksi vandalisme. Sebanyak 12 cat telah diamankan sebagai bagian dari barang bukti.

“Polda Metro Jaya telah mengamankan cat atau bahan pewarna yang diduga akan digunakan kemarin untuk vandalisme. Alhamdulillah bisa diamankan orang tersebut, terutama barang buktinya berupa cat sebanyak 12,” jelas Imron.

Vandalisme dapat berupa tindakan mencoret, melumuri, atau merusak permukaan fasilitas dan ruang publik tanpa izin. Karena itu, dugaan penggunaan cat dalam aksi massa menjadi salah satu unsur yang didalami penyidik. Pengamanan barang bukti dilakukan agar asal-usul, jumlah, dan dugaan rencana penggunaannya dapat diperiksa secara lebih terukur.

Ruang publik di kawasan Bundaran HI dan Dukuh Atas memiliki aktivitas tinggi, baik bagi pejalan kaki, pengguna transportasi umum, pekerja, maupun warga yang melintas. Gangguan keamanan atau kerusakan fasilitas di area tersebut dapat berdampak pada kenyamanan dan kelancaran kegiatan masyarakat. Situasi inilah yang membuat pengamanan aksi di wilayah pusat Jakarta memerlukan perhatian besar dari petugas.

Aksi Berlangsung di Bundaran HI hingga Dukuh Atas

Pada 28 Oktober 2026, massa melakukan unjuk rasa di sejumlah lokasi di Jakarta. Kawasan Bundaran HI dan Dukuh Atas termasuk titik yang menjadi lokasi kegiatan. Hingga kini, fokus kepolisian berada pada pemeriksaan terhadap 19 orang yang telah diamankan beserta barang-barang yang dibawa.

Belum ada keterangan akhir mengenai status hukum seluruh pihak yang diperiksa. Pendalaman masih berjalan untuk mengetahui apakah terdapat unsur pelanggaran dan bagaimana keterkaitan masing-masing orang dengan barang bukti yang ditemukan.

Masyarakat yang berada di sekitar lokasi aksi diimbau tetap memperhatikan perkembangan situasi dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Bagi peserta penyampaian aspirasi, menjaga ketertiban serta tidak membawa benda yang dapat membahayakan orang lain menjadi bagian penting agar kegiatan berlangsung aman dan tidak mengganggu hak warga lain dalam menggunakan ruang publik.

Frequently Asked Questions

What is Polisi Amankan 19 Orang Bawa Petasan?

Polisi Amankan 19 Orang Bawa Petasan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Polisi Amankan 19 Orang Bawa Petasan matter?

Polisi Amankan 19 Orang Bawa Petasan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.