Berita

Pesan Kapolri Usai Sertijab dan Lantik 27 PJU: Segera Adaptasi

kapolri-jenderal-suyudi-ario-seto-memimpin-upacara-pelantikan-dan-serah-terima-jabatan-sertijab-jajaran-pejabat-utama-baru-pju-1791044004176_169
Foto : Matthew Martinez - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Kapolri Minta Pejabat Baru Polri Cepat Menyesuaikan Diri
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Kapolri Minta Pejabat Baru Polri Cepat Menyesuaikan Diri

Ceritaberkat.com – Jenderal Suyudi Ario Seto memimpin pelantikan dan serah terima jabatan bagi jajaran pejabat utama Polri serta sejumlah kepala kepolisian daerah di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu malam, 3 Oktober 2026. Agenda yang berlangsung tertutup di Rupattama itu juga disertai korps raport kenaikan pangkat untuk sejumlah perwira tinggi.

Rangkaian ini menjadi bagian dari penataan organisasi setelah terbitnya Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 pada 2 Oktober 2026. Telegram tersebut memuat mutasi terhadap 88 personel, sementara pelantikan malam itu mencakup pejabat utama tingkat Mabes Polri dan para Kapolda yang telah siap menjalankan amanah baru.

27 Jabatan Diisi melalui Sertijab dan Pelantikan

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa seluruh kegiatan malam itu telah rampung. Selain pergantian jabatan, terdapat pula prosesi resmi bagi perwira tinggi yang memperoleh kenaikan satu tingkat pangkat.

“Malam ini telah selesai rangkaian serah terima jabatan, pelantikan, disertai dengan korp raport untuk kenaikan pangkat pati,” kata Trunoyudo kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Jumlah posisi yang diserahterimakan dan dilantik mencapai 27 jabatan. Cakupannya tidak hanya pimpinan kepolisian di daerah, melainkan juga posisi strategis pada struktur pusat Polri. Beberapa jabatan yang masuk dalam agenda tersebut antara lain Kabaintelkam Polri, Kabareskrim Polri, Kabaharkam Polri, Kalemdiklat Polri, serta sejumlah posisi Kapolda.

“Ada 27 pejabat utama dan Kapolda. Terdiri dari mulai Kabaintelkam Polri, kemudian Kabareskrim Polri, Kabaharkam Polri, kemudian Kalemdiklat Polri, kemudian beberapa lagi dari Kapolda,” tutur Trunoyudo.

Pergantian pada jabatan-jabatan tersebut penting karena tiap unit memiliki fungsi berbeda dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Pejabat utama di Mabes Polri mengarahkan kebijakan dan koordinasi di bidang masing-masing, sedangkan Kapolda memimpin pelaksanaan pelayanan, pengamanan, serta penegakan hukum di wilayahnya. Karena itu, proses adaptasi dinilai menjadi kebutuhan awal agar program yang sudah berjalan tetap terjaga.

23 Perwira Tinggi Naik Pangkat

Bersamaan dengan sertijab, korps raport kenaikan pangkat diikuti oleh 23 perwira tinggi. Komposisinya terdiri dari tujuh perwira berpangkat Komisaris Jenderal, 14 perwira dengan pangkat Inspektur Jenderal Polisi, serta dua perwira yang menyandang pangkat Brigadir Jenderal Polisi.

“Kemudian teman-teman media, ini juga diikuti dengan korps raport ada 23 perwira tinggi,” imbuh Trunoyudo.

Kenaikan pangkat merupakan bagian dari pembinaan karier di lingkungan Polri. Dalam konteks perubahan penugasan, proses tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan organisasi untuk menempatkan personel pada posisi dan tanggung jawab yang sesuai. Mutasi, rotasi, pelantikan, dan kenaikan pangkat berlangsung dalam satu rangkaian untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan pada unit-unit terkait.

Trunoyudo menjelaskan bahwa sertijab malam itu merupakan kelanjutan dari mutasi besar yang ditetapkan melalui surat telegram Kapolri. Dari total 88 personel yang tercantum dalam keputusan tersebut, pejabat utama dan Kapolda menjadi kelompok yang menjalani serah terima maupun pelantikan pada agenda kali ini.

“Tentu rangkaian serah terima ini merupakan rangkaian dari surat telegram nomor 2205, ini sebanyak 88 personel. Dan saat ini yang diserahterimakan tadi adalah merupakan PJU dan para Kapolda jajaran,” ujarnya.

Amanah Baru dan Keberlanjutan Pelayanan

Pesan utama Kapolri kepada para pejabat yang baru dilantik adalah segera menyesuaikan diri dengan lingkungan tugas masing-masing. Penyesuaian itu mencakup pemahaman terhadap pekerjaan yang sedang berjalan, koordinasi dengan jajaran internal, serta kesiapan melanjutkan program tanpa mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

Dalam penjelasan yang disampaikan Trunoyudo, perubahan jabatan dipandang sebagai dinamika organisasi. Rotasi tidak semata-mata menjadi pergantian personel, melainkan bagian dari penyegaran serta pembinaan karier yang harus dijalankan dengan rasa tanggung jawab.

“Dalam hal ini mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian daripada dinamika organisasi, tadi saya sudah sampaikan, ya. Di mana ini merupakan kebutuhan organisasi sekaligus bagian dari pembinaan karier dan penyegaran,” kata Trunoyudo.

“Dan tentu ini juga merupakan amanah baru yang harus dijaga untuk menjalankan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab,” tambahnya.

Kapolri juga menekankan perlunya menjaga kekompakan institusi. Soliditas dipandang penting ketika terjadi pergantian pimpinan, sebab setiap pejabat baru perlu membangun kesinambungan dengan tim yang telah menjalankan tugas sebelumnya. Program kerja yang relevan diharapkan tetap diteruskan, sementara evaluasi dan penyesuaian dapat dilakukan sesuai kebutuhan penugasan.

“Dan tentunya Bapak Kapolri berharap seluruh pejabat yang mendapat amanah dapat segera beradaptasi, melanjutkan program yang telah berjalan, menjaga soliditas organisasi, serta memberikan pelayanan kepolisian yang optimal kepada masyarakat,” ucap Trunoyudo.

Bagi masyarakat, pesan tersebut menegaskan bahwa perubahan di tingkat kepemimpinan diharapkan tidak menghambat akses terhadap layanan kepolisian. Pergantian jabatan merupakan proses internal organisasi, sedangkan kebutuhan publik atas pelayanan keamanan dan kepolisian tetap menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan tugas para pejabat yang baru.

Sejumlah Posisi Masih Menunggu Agenda Berikutnya

Meski puluhan jabatan telah diproses dalam agenda di Rupattama, masih ada beberapa posisi yang belum menjalani pelantikan dan serah terima. Di antaranya ialah jabatan Irwasum Polri serta Kapolda Metro Jaya.

Untuk posisi Kapolda Metro Jaya, proses pelantikan belum dilakukan karena pejabat terkait sedang menjalankan ibadah umrah. Pelantikan akan dijadwalkan kemudian oleh Kapolri setelah yang bersangkutan kembali dan agenda dapat dilaksanakan.

“Iya, Bapak Kapolda Metro sedang umrah. Sedang umrah beliau, tentu nanti akan dilakukan oleh Bapak Kapolri,” pungkas Trunoyudo.

Frequently Asked Questions

What is Pesan Kapolri Usai Sertijab dan Lantik 27?

Pesan Kapolri Usai Sertijab dan Lantik 27 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pesan Kapolri Usai Sertijab dan Lantik 27 matter?

Pesan Kapolri Usai Sertijab dan Lantik 27 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.