Bangun Indonesia

Investasi Rp19,07 Triliun Berpotensi Masuk Jateng dari CJIBF 2026

Foto : William Martinez - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Related Reading
  2. Frequently Asked Questions

Ceritaberkat.com – Potensi tersebut masih berpeluang bertambah seiring adanya sesi pertemuan langsung antara pelaku usaha dan calon investor dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (27/8).

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan CJIBF menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ekosistem investasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.

"Tugas kami adalah mempermudah izin, menyiapkan lahan, menjaga keamanan, serta menjamin kepastian agar pertumbuhan ekonomi dan bisnis berkembang di Jawa Tengah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, setiap kabupaten dan kota di Jawa Tengah memiliki potensi berbeda sehingga strategi investasi perlu disesuaikan dengan karakter dan keunggulan masing-masing daerah.

Melalui pendekatan tersebut, pemerintah daerah ingin memastikan investasi tidak hanya berkembang di pusat ekonomi tertentu, tetapi juga menciptakan pusat pertumbuhan baru di berbagai wilayah.

Selain menarik investasi besar, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mendorong agar pertumbuhan industri dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha lokal.

Ia menyebut Jawa Tengah memiliki sekitar 4,2 juta UMKM skala mikro yang perlu didorong agar mampu berkembang dan masuk dalam rantai pasok industri.

"Yang dibutuhkan bukan hanya permodalan dan pemasaran, tetapi bagaimana usaha mikro bisa naik kelas menjadi kecil atau menengah," katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Ichsan Zulkarnaen mengatakan arah investasi Indonesia ke depan akan semakin diarahkan pada sektor yang memberikan nilai tambah lebih tinggi.

Ia menilai Jawa Tengah memiliki daya tarik investasi yang kuat karena didukung kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, serta ekosistem pendukung yang terus berkembang.

"Jawa Tengah menjadi salah satu pendorong investasi karena memiliki dua kawasan ekonomi khusus dan tujuh kawasan industri, yang beberapa di antaranya sudah memiliki fasilitas KLIK (Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi)," ungkapnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari mengatakan penyelenggaraan CJIBF di Jakarta dilakukan untuk mendekatkan berbagai peluang investasi Jawa Tengah kepada calon investor yang banyak beraktivitas di ibu kota.

"Kegiatan CJIBF diikuti sekitar 400 peserta yang terdiri dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, asosiasi, BUMD, BUMN, perbankan, serta calon investor dari dalam dan luar negeri," ujarnya.

CJIBF 2026 merupakan gelaran kedua setelah sebelumnya dilaksanakan di Semarang pada Mei 2026. Pada kegiatan kali ini, rangkaian acara diawali dengan sesi one-on-one meeting antara pelaku usaha dan calon investor.

Dari pertemuan tersebut tercatat sebanyak 74 pertemuan yang melibatkan 36 pelaku usaha. Selanjutnya, hasil pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti melalui pendampingan investasi.

Selain pertemuan bisnis, CJIBF 2026 juga menghasilkan sejumlah komitmen kerja sama investasi melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Beberapa komitmen investasi tersebut antara lain PT Hyrecmas Garam Nusantara dengan rencana investasi Rp 681,84 miliar, PT Hailex Technology Indonesia sebesar Rp 175 miliar, PT Cipta Kreasi Wisata sebesar Rp 200 miliar, serta PT Fayyad Industri Pangan Halal Terhubung dengan rencana investasi Rp 8,75 triliun.

Selain itu, terdapat kerja sama pengembangan Waste to Energy melalui PT Energy International bersama tujuh kabupaten/kota di Jawa Tengah, serta komitmen investasi PT Yosun Tire and Rubber Indonesia asal China senilai Rp 4 triliun di KEK Industropolis Batang.

Perwakilan British Chamber, Danish Chamber of Commerce, dan Consul Asia Ian Betts menilai Jawa Tengah memiliki potensi besar, khususnya pada sektor investasi hijau, ekowisata, serta kawasan industri.

Menurutnya, konsep pembangunan berkelanjutan menjadi salah satu daya tarik bagi investor global karena sejalan dengan kebutuhan industri masa depan.

"Saya melihat ada ketertarikan besar terhadap sektor hijau dan berkelanjutan, serta ekowisata. Ini merupakan hal baru dan sangat menarik, sehingga investor asing mungkin akan tertarik dengan peluang tersebut," ujarnya.

Ia juga menilai keberadaan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus memberikan keuntungan bagi investor karena menghadirkan ekosistem usaha yang lebih siap, mulai dari fasilitas, insentif, hingga kepastian dalam menjalankan bisnis.

"Saya tertarik dengan Batang dan Kendal karena keduanya terhubung dengan kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri. Bagi saya, kawasan seperti itu lebih mudah dipromosikan kepada investor asing," katanya. (prf/ega) Berita selengkapnya tentang Kunjungi

Berita selengkapnya tentang Kunjungi

Frequently Asked Questions

What is Investasi Rp19 07 Triliun Berpotensi Masuk?

Investasi Rp19 07 Triliun Berpotensi Masuk is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Investasi Rp19 07 Triliun Berpotensi Masuk matter?

Investasi Rp19 07 Triliun Berpotensi Masuk matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.