Berita

5 Fakta Kebakaran Hebat Kampung Adat Sade di NTB

Foto : Matthew Martinez - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Api Menelan 129 Rumah Adat di Kampung Sade, Ikon Budaya Sasak di Lombok Tengah
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Api Menelan 129 Rumah Adat di Kampung Sade, Ikon Budaya Sasak di Lombok Tengah

Ceritaberkat.com – Malam Sabtu, 22 Agustus 2026, menjadi malam yang akan terukir dalam ingatan kolektif masyarakat Sasak. Sekitar pukul 22.00 WITA, kobaran api yang tiba-tiba melahap permukiman Kampung Adat Sade di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Dalam hitungan menit, jerami dan anyaman bambu yang menjadi bahan utama konstruksi rumah-rumah adat berubah menjadi abu. Total 129 unit hunian hangus tanpa sisa, meninggalkan ratusan penghuni tanpa tempat berteduh, tanpa dokumen, tanpa harta benda.

Peristiwa ini bukan sekadar bencana permukiman biasa. Kampung Adat Sade selama puluhan generasi menjadi ruang hidup masyarakat Sasak yang mempertahankan bentuk hunian, tata kehidupan, dan tradisi leluhurnya secara utuh. Kehancurannya menyentuh inti identitas budaya sebuah komunitas yang selama ini menjadi salah satu ikon pariwisata dan warisan budaya di Pulau Lombok.

Arsitektur yang Rentang terhadap Api

Struktur rumah adat Sade secara inheren rentan terhadap kebakaran. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu yang disebut bedek, atapnya dari jerami, dan lantainya dari campuran tanah liat, kotoran kerbau, serta abu jerami. Material-materi ini memang selaras dengan filosofi hidup masyarakat Sasak yang menyatu dengan alam, namun sekaligus menjadikan setiap rumah sebagai bahan bakar yang mudah menyala ketika percikan api muncul.

Ketika kobaran pertama kali terlihat dari salah satu rumah warga, angin malam mempercepat penyebaran api ke bangunan-bangunan di sekitarnya. Dalam waktu singkat, api tidak lagi bisa dikendalikan oleh upaya pemadaman manual warga. Puluhan rumah yang berjajar rapat membuat api merembet dari satu struktur ke struktur berikutnya tanpa hambatan berarti.

Kesaksian dari Lokasi

Kepala Desa Rambitan, Lalu Winakse, berada di lokasi kejadian sejak api pertama kali berkobar. Ia memimpin upaya pemadaman secara intensif sembari berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengevakuasi penghuni rumah-rumah yang masih terkepung api.

“Kejadian kebakaran sekitar pukul 22.00 Wita. Saya sedang di TKP,” ujar Lalu Winakse.

Bagi penghuni yang tertidur lelap, kebakaran datang tanpa peringatan. Amaq Imi, salah satu warga yang kehilangan seluruh isi rumahnya, menuturkan bahwa kain tenun, uang, hingga ponsel tidak sempat diselamatkan. Ia hanya mengenakan pakaian yang melekat di tubuhnya saat keluar dari kepulan asap.

“Kami berharap adanya bantuan dari pemerintah, karena tidak ada barang yang bisa diselamatkan, hanya pakaian yang saya gunakan ini saja,” kata Amaq Imi.

Respons Gubernur: Kebutuhan Dasar dan Pendidikan Jadi Prioritas

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal langsung menuju lokasi kebakaran di tengah petugas pemadam, aparat TNI-Polri, dan warga yang masih berjibaku menghadapi sisa kobaran. Ia menegaskan bahwa keselamatan seluruh penghuni menjadi prioritas mutlak, diikuti pemenuhan kebutuhan dasar secara cepat.

“Yang pertama sekarang dan harus cepat adalah bagaimana kebutuhan dan rasa aman masyarakat yang rumahnya terbakar kita perhatikan. Kebutuhan sandang, pangan, dan aktivitas sosial ekonomi mereka harus kita pastikan. Anak-anak kita pastikan pendidikannya tidak terganggu,” tegas Iqbal.

Iqbal menekankan bahwa pemerintah daerah akan memastikan sandang, pangan, dan rasa aman bagi keluarga terdampak terpenuhi dalam jangka pendek. Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya keberlangsungan pendidikan anak-anak Sade agar proses pemulihan pascakebakaran tidak memutus hak mereka untuk belajar.

Rekonstruksi 129 Rumah Adat

Di samping penanganan darurat, Pemprov NTB telah menyiapkan skema rekonstruksi untuk seluruh 129 rumah yang hangus. Iqbal menilai Kampung Adat Sade harus segera dibangun kembali karena perannya sebagai simbol budaya Sasak tidak bisa digantikan oleh permukiman biasa.

“Saya akan segera berkomunikasi dengan Bupati Lombok Tengah untuk mengambil langkah cepat dan tepat. Nanti kami pikirkan bagaimana merekonstruksi kembali Desa Adat Sade,” ungkap Iqbal.

Rekonstruksi ini bukan sekadar membangun ulang struktur fisik. Ia menuntut pemeliharaan bentuk arsitektur tradisional, tata letak permukiman, dan fungsi sosial-ekonomi kampung sebagai ruang hidup budaya. Tanpa kehati-hatian dalam proses pembangunan kembali, identitas yang telah bertahan puluhan generasi berisiko tergerus oleh solusi pragmatis semata.

Penyelidikan Penyebab Masih Berlangsung

Hingga Minggu, 23 Agustus 2026, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Anggota Polda NTB dan Polres Lombok Tengah telah melakukan olah tempat kejadian perkara. Puluhan personel dari tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polda NTB dan Polres Lombok Tengah tampak bekerja di lokasi, mengumpulkan bukti fisik untuk menelusuri titik awal api dan faktor yang memperbesar kobaran.

Hasil penyelidikan ini akan menentukan apakah kebakaran disebabkan oleh kelalaian, gangguan instalasi, atau faktor lain. Jawaban atas pertanyaan tersebut juga akan menjadi dasar bagi langkah pencegahan agar tragedi serupa tidak terulang di permukiman adat lain yang menggunakan material serupa di wilayah NTB.

Bagi masyarakat Sasak, kebakaran di Kampung Adat Sade bukan hanya kehilangan material. Ia adalah luka pada tatanan budaya yang dibangun turun-temurun. Upaya pemulihan karenanya tidak boleh berhenti pada penyediaan tenda darurat atau bantuan logistik sesaat, melainkan harus mencakup pelestarian bentuk hunian adat, penguatan kapasitas warga dalam mitigasi bencana, serta jaminan bahwa generasi muda Sasak tetap tumbuh dalam lingkungan yang mempertahankan warisan leluhurnya.

Frequently Asked Questions

What is 5 Fakta Kebakaran Hebat Kampung Adat?

5 Fakta Kebakaran Hebat Kampung Adat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 5 Fakta Kebakaran Hebat Kampung Adat matter?

5 Fakta Kebakaran Hebat Kampung Adat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.