Berita

Trauma Gempa NTT, 50 Keluarga di Selayar Masih Bertahan di Pengungsian

Foto : Hana Salsabila - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Bayang-Bayang Gempa 2021 Masih Menghantui Warga Selayar, Puluhan Keluarga Tolak Pulang ke Rumah
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Bayang-Bayang Gempa 2021 Masih Menghantui Warga Selayar, Puluhan Keluarga Tolak Pulang ke Rumah

Ceritaberkat.com – Perbukitan di Kecamatan Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, kini menjadi tempat tinggal sementara bagi sekitar 50 kepala keluarga yang enggan kembali ke permukiman. Ketakutan mereka bukan tanpa alasan: pengalaman pahit gempa besar yang mengguncang wilayah tersebut pada akhir 2021 masih membekas kuat di ingatan kolektif warga. Ketika gempa berkekuatan magnitudo 7 kembali mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, pada pertengahan Agustus 2026, refleks bertahan di ketinggian menjadi pilihan utama masyarakat setempat.

Luka Lama yang Belum Sembuh

Memori kolektif warga Pasimarannu dan Pasilambena tentang gempa 14 Desember 2021 masih sangat hidup. Saat itu, guncangan berkekuatan magnitudo 7,4 yang berpusat di Flores dirasakan dengan intensitas tinggi di kedua kecamatan tersebut. Dampaknya bukan sekadar getaran singkat: sejumlah hunian warga hancur total, tertimbun puing, dan lenyap dari permukaan tanah. Bagi keluarga-keluarga yang kehilangan tempat tinggal dalam semalam, peristiwa itu meninggalkan bekas psikologis yang jauh lebih dalam daripada kerusakan fisik bangunan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kepulauan Selayar, Muhammad Ikbal, menjelaskan bahwa keputusan warga untuk bertahan di pengungsian berakar langsung pada pengalaman buruk tersebut.

“Mereka masih trauma dengan kejadian serupa pada 2021 sehingga 50-an KK di Kecamatan Pasimarannu masih memilih tinggal di lokasi perbukitan,” ujar Ikbal pada Minggu (17/8/2026).

Ia menambahkan bahwa setiap warga memiliki alasan personal untuk tetap berada di lokasi evakuasi. Bagi sebagian orang, suara gemuruh tanah atau getaran ringan saja sudah cukup untuk memicu respons panik yang membuat mereka tidak mampu kembali ke rumah.

Respons Mandiri Saat Gempa M7 Mengguncang

Ketika gempa magnitudo 7 kembali terjadi di Flores, masyarakat di Pasimarannu dan Pasilambena bergerak tanpa menunggu instruksi resmi. Secara spontan, ribuan warga berbondong-bondong menuju kawasan perbukitan yang dianggap lebih aman dari risiko runtuhan bangunan dan gelombang laut. Di Pasimarannu, tercatat sekitar 278 kepala keluarga melakukan evakuasi mandiri, sementara di Pasilambena angka tersebut mencapai sekitar 130 kepala keluarga.

Seiring berjalannya waktu, sebagian warga Pasilambena telah mulai berangsur pulang ke rumah masing-masing. Namun di Pasimarannu, sekitar 20 persen dari total pengungsi — kurang lebih 50 kepala keluarga — masih bertahan di perbukitan. Pola harian mereka cukup khas: pada siang hari, sebagian dari mereka turun ke permukiman untuk beraktivitas seperti mengambil kebutuhan pokok atau memeriksa kondisi rumah. Namun begitu matahari condong ke barat, mereka kembali mendaki ke titik pengungsian yang berjarak sekitar tujuh kilometer dari permukiman utama.

Ikbal mengungkapkan bahwa durasi bertahan di lokasi pengungsian biasanya berkisar tiga hingga empat hari sebelum warga merasa cukup aman untuk kembali. Namun bagi kelompok yang paling terdampak trauma, durasi tersebut bisa jauh lebih panjang.

Tantangan Geografis dalam Penyaluran Bantuan

Selayar merupakan gugus kepulauan yang tersebar di perairan Selat Makassar bagian selatan. Kondisi geografis ini menjadikan akses logistik ke wilayah terdampak sangat terbatas. BPBD Selayar harus menempuh perjalanan laut selama sekitar 12 jam untuk mencapai kawasan yang membutuhkan bantuan. Dalam situasi darurat, waktu tempuh sedemikian panjang berarti setiap jam penundaan memperbesar kerentanan warga yang terjebak di lokasi terpencil.

Sementara jalur distribusi resmi belum sepenuhnya terbuka, kebutuhan dasar pengungsi — pangan, air bersih, dan tempat berlindung — masih dipenuhi secara mandiri oleh warga setempat. Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan tingkat desa yang memadai, mengingat tidak semua kebutuhan dapat dipenuhi dalam hitungan jam.

Kerugian Material: 13 Rumah dan Armada Nelayan

BPBD Selayar mencatat total 13 unit rumah mengalami kerusakan akibat gempa M7 tersebut. Rinciannya meliputi sembilan rumah dengan kerusakan ringan dan empat rumah dengan kerusakan sedang. Tidak ada laporan rumah yang ambruk total, dan tidak ditemukan korban luka maupun korban jiwa di wilayah Selayar.

Di Kecamatan Pasilambena, dampak tidak terbatas pada bangunan darat. Getaran gempa memicu hempasan air laut yang merembes masuk ke permukiman pesisir, merusak struktur hunian di garis pantai. Sejumlah perahu nelayan juga dilaporkan mengalami kerusakan atau bahkan terbawa arus hingga terdampar di daratan — kerugian yang langsung menyentuh mata pencaharian utama masyarakat pesisir Selayar.

Implikasi bagi Kesiapsiagaan Daerah

Kasus di Pasimarannu memperlihatkan bahwa pemulihan pascabencana tidak berhenti ketika kerusakan fisik diperbaiki. Trauma psikologis yang tertanam oleh peristiwa besar seperti gempa 2021 dapat membuat siklus evakuasi berulang setiap kali ancaman baru muncul, bahkan jika skala kerusakan kali ini jauh lebih ringan. Bagi otoritas daerah, hal ini menggarisbawahi pentingnya intervensi psikososial pasca-gempa, bukan sekadar perbaikan infrastruktur. Tanpa penanganan aspek mental dan emosional warga, setiap guncangan berikutnya berpotensi memicu gelombang evakuasi massal yang membebani kapasitas logistik daerah kepulauan seperti Selayar, di mana akses bantuan bergantung pada jalur laut berdurasi lebih dari setengah hari.

Frequently Asked Questions

What is Trauma Gempa NTT 50 Keluarga di Selayar?

Trauma Gempa NTT 50 Keluarga di Selayar is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Trauma Gempa NTT 50 Keluarga di Selayar matter?

Trauma Gempa NTT 50 Keluarga di Selayar matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Hana Salsabila - ceritaberkat.com

Hana Salsabila - ceritaberkat.com

Seorang penulis yang fokus pada kisah-kisah inspiratif tentang kebaikan dan berbagi. Hana menggambarkan bagaimana tindakan kecil dapat membawa perubahan besar dalam kehidupan seseorang.