Berita

Tak Cuma Ganggu Lalin, ‘Pak Ogah’ Viral di Jakbar Juga Rusak Posko Satpol PP

Foto : William Martinez - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Tak Cuma Ganggu Lalin Pak Ogah Viral di Jakbar, Posko Satpol PP Rusak
  2. Related Reading

Tak Cuma Ganggu Lalin Pak Ogah Viral di Jakbar, Posko Satpol PP Rusak

Ceritaberkat.com – Fenomena pengatur lalu lintas liar yang dikenal masyarakat Jakarta sebagai “Pak Ogah” kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, seorang pelaku di kawasan exit Tol Rawa Buaya, Jakarta Barat, tidak hanya ditangkap karena memeras uang dari pengendara, tetapi juga terbukti merusak fasilitas posko Satpol PP yang telah didirikan untuk pengamanan area tersebut. Tak Cuma Ganggu Lalin Pak Ogah yang viral ini ternyata memiliki dampak lebih luas terhadap fasilitas publik.

Kasatpol PP Jakarta Barat, Herry Purnama, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya penjangkauan secara berulang kali. Upaya ini melibatkan tiga pilar dan Dinas Sosial untuk menertibkan para Pak Ogah yang bermunculan di sekitar persimpangan jalan. Namun, despite berbagai upaya tersebut, para pelaku kembali beraktivitas di lokasi dan bahkan melakukan perusakan terhadap posko yang digunakan sebagai titik pengamanan.

Mereka juga merusak posko Satpol PP yang kita dirikan, bahkan kursi-kursi yang ada diambil oleh mereka.

Pernyataan Herry Purnama disampaikan pada Kamis, 13 Agustus 2026, saat dihubungi oleh media. Ia menjelaskan bahwa kerusakan pada posko tersebut telah dilaporkan kepada Polsek Cengkareng sebagai langkah hukum. Respons dari pihak kepolisian cukup cepat, dengan tindakan tegas terhadap para pelaku yang terbukti merusak barang milik negara.

Artinya, mereka sudah merusak barang milik negara dan kita berlapor ke pihak berwajib dan alhamdulillah direspons.

Penanganan Berulang Kali Belum Efektif

Herry menambahkan bahwa penanganan terhadap Pak Ogah di exit Tol Rawa Buaya sebenarnya sudah dilakukan secara berkala. Satpol PP bekerja sama dengan unsur tiga pilar serta Dinas Sosial melakukan penjangkauan intensif. Para pelaku yang berhasil ditangkap kemudian diserahkan ke panti sosial untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut.

Kita sudah sering penjangkauan mereka dengan tiga pilar dan Dinas Sosial. Setelah kita penjangkauan kita serahkan ke panti sosial.

Fenomena Pak Ogah di Jakarta bukan hal baru. Pengatur lalu lintas liar ini umumnya berdiri di persimpangan jalan atau exit tol dan meminta uang receh dari pengendara yang melintas. Mereka sering kali sengaja menghalangi laju kendaraan untuk memaksa pengendara memberikan uang. Praktik ini tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat.

Dari rekaman yang beredar di media sosial pada Kamis (13/8), terlihat jelas seorang Pak Ogah berdiri tegak di tengah jalan. Mobil-mobil yang melintas terpaksa melambat atau berhenti total karena tidak bisa melewati posisi pelaku. Sikap ini dinilai sebagai bentuk pemerasan halus yang dilakukan secara sistematis oleh para pengatur lalu lintas liar.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Kehadiran Pak Ogah di berbagai titik strategis Jakarta memiliki dampak yang cukup signifikan. Bagi masyarakat yang bekerja di pusat kota, perjalanan harian menjadi lebih lama dan tidak terprediksi. Selain itu, biaya tambahan yang harus dikeluarkan untuk “uang sopan” kepada Pak Ogah menjadi beban ekonomi kecil namun terus-menerus.

Pihak Satpol PP Jakarta Barat terus berupaya menertibkan kondisi ini melalui pendekatan komprehensif. Penjangkauan tidak hanya dilakukan dengan menangkap pelaku, tetapi juga melibatkan pembinaan melalui panti sosial. Tujuannya adalah memberikan solusi jangka panjang agar para Pak Ogah tidak kembali ke aktivitas lama mereka.

Kerusakan posko Satpol PP menjadi indikator bahwa para Pak Ogah tidak segan-segan melakukan tindakan lebih jauh ketika merasa terganggu. Kerusakan pada kursi-kursi dan fasilitas lainnya menunjukkan bahwa konflik antara petugas dan pelaku sudah mencapai titik tertentu. Laporan ke Polsek Cengkareng diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku.

Masyarakat Jakarta kini berharap adanya penanganan yang lebih tegas dan berkelanjutan. Penangkapan satu pelaku saja tidak cukup jika tidak disertai dengan upaya preventif yang kuat. Kolaborasi antara Satpol PP, kepolisian, dan dinas terkait menjadi kunci untuk mengatasi masalah ini secara menyeluruh.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pak Ogah

Apa itu Pak Ogah? Pak Ogah adalah sebutan untuk pengatur lalu lintas liar yang berdiri di persimpangan jalan atau exit tol dan meminta uang dari pengendara yang melintas.

Dimana lokasi Pak Ogah yang viral ini? Pak Ogah yang viral ini berada di kawasan exit Tol Rawa Buaya, Jakarta Barat.

Apa yang dilakukan Pak Ogah terhadap posko Satpol PP? Pak Ogah merusak posko Satpol PP dan mengambil kursi-kursi yang ada di dalamnya.

Bagaimana penanganan Satpol PP terhadap Pak Ogah? Satpol PP melakukan penjangkauan berulang kali dengan melibatkan tiga pilar dan Dinas Sosial, kemudian menyerahkan pelaku ke panti sosial untuk pembinaan.