Berita

Orang Utan Sempurna Mati, Legislator: Karhutla Kalbar Tak Bisa Ditoleransi

penyelamatan-orang-utan-yang-terdampak-karhutla-di-ketapang-1788155844325_169
Foto : Michael Anderson - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Orangutan Sempurna Tewas Terjebak Asap Karhutla di Ketapang, Kalbar
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Orangutan Sempurna Tewas Terjebak Asap Karhutla di Ketapang, Kalbar

Ceritaberkat.com – Sebuah tragedi kecil yang mengguncang dunia konservasi Indonesia terjadi di pelosok Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Seekor orangutan Kalimantan (*Pongo pygmaeus*) bernama Sempurna ditemukan tak sadarkan diri di Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, dalam kondisi sangat lemah dengan gangguan pernapasan berat. Tim penyelamat yang bergegas ke lokasi tidak mampu menyelamatkan nyawanya. Sempurna akhirnya meninggal dunia akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan yang telah lama menyelimuti wilayah tersebut.

Kematian satwa primata ini bukan sekadar kehilangan satu individu dari populasi yang sudah terancam. Ia menjadi simbol betapa parah krisis lingkungan yang melanda Kalimantan Barat setiap musim kemarau, dan betapa rapuhnya ekosistem yang menjadi rumah bagi ribuan satwa liar di kawasan itu.

Respons Keras dari Parlemen

Daniel Johan, anggota Komisi IV DPR RI yang juga menjabat Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa, menyampaikan duka mendalam sekaligus kritik tajam terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan di provinsi tersebut. Dalam pernyataan kepada wartawan pada Jumat (4/9/2026), ia menegaskan bahwa situasi sudah melewati batas toleransi.

“Kita semua berduka dan sangat prihatin atas kematian orang utan yang sempat pingsan akibat paparan asap karhutla di Kalimantan Barat. Ini bukan sekadar kehilangan satu individu satwa dilindungi, ini alarm keras bahwa krisis karhutla Kalbar sudah menyentuh titik yang tidak bisa lagi ditoleransi.”

Daniel Johan menekankan bahwa dampak asap tidak berhenti pada satu spesies. Berbagai satwa lain di kawasan terdampak juga mengalami gangguan kesehatan, memperlihatkan skala kerusakan ekologis yang jauh lebih luas dari yang tampak di permukaan. Kualitas udara di wilayah terdampak, lanjutnya, sudah berada pada level yang membahayakan pernapasan manusia maupun fauna.

“Kondisi Kalimantan Barat saat ini sangat memprihatinkan. Kualitas udara sudah membahayakan untuk dihirup, bukan hanya oleh satwa, tapi oleh masyarakat yang setiap hari harus bernapas di tengah kepungan asap.”

Perjuangan Warga di Garis Depan

Di tengah keterbatasan sarana pemadaman, masyarakat lokal mengambil peran yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara. Daniel Johan secara khusus mengapresiasi kelompok warga bernama “The Power of Mama” di Kabupaten Ketapang. Meski seluruh anggotanya perempuan, mereka turun langsung memadamkan api dengan peralatan seadanya, mempertaruhkan keselamatan diri demi menghentikan laju kebakaran.

“Saya juga mengapresiasi perjuangan masyarakat yang turun tangan memadamkan api dengan segala keterbatasan alat, seperti yang dilakukan oleh ‘The Power of Mama’ di Kabupaten Ketapang, meski semuanya kaum ibu, tapi perjuangan warga sipil di garis depan yang seharusnya didukung oleh berbagai sarana prasarana memadai, mereka mempertaruhkan jiwa raga agar api segera padam.”

Ia juga memberikan penghargaan kepada Yayasan IAR Indonesia (YIARI) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang bergerak cepat mengevakuasi dan menangani satwa-satwa terdampak asap.

Tuntutan Status Bencana Nasional

Dengan kondisi yang terus memburuk, Daniel Johan mendesak pemerintah pusat untuk menetapkan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat sebagai bencana nasional. Ia menilai bahwa pemadaman hanya lewat jalur darat sudah tidak memadai ketika skala kebakaran meluas dan kualitas udara memburuk dari hari ke hari.

“Negara harus segera menetapkan status kebencanaan karhutla ini sebagai bencana nasional. Ini sudah terlambat, jangan menunggu korban jiwa terus bertambah baru kita mengambil keputusan.”

Ia secara khusus meminta Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan keselamatan dan kesehatan masyarakat di daerah terdampak sebagai prioritas tertinggi, serta mengambil langkah luar biasa untuk mengakhiri krisis yang berkepanjangan.

“Kami memohon kepada Bapak Presiden agar mempertimbangkan keselamatan dan kesehatan masyarakat khususnya yang parah seperti Kalimantan Barat di atas segala pertimbangan lain, dan segera mengambil langkah extraordinary untuk mengakhiri krisis ini.”

Kronologi Penyelamatan yang Gagal

Sebelumnya, Kementerian Kehutanan telah mengonfirmasi kematian Sempurna. BKSDA Kalimantan Barat menerima laporan dari masyarakat bahwa seekor orangutan ditemukan pingsan dengan gangguan pernapasan di kawasan tersebut. Tim gabungan BKSDA bersama YIARI segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai kondisi satwa. Pemeriksaan lanjutan juga dilakukan untuk mengidentifikasi faktor yang berkontribusi terhadap kematiannya.

Murlan Dameria Pane, perwakilan BKSDA Kalimantan Barat, menyampaikan duka cita pada Kamis (3/9/2026) dan menjelaskan bahwa upaya penyelamatan sudah dilakukan secepat mungkin setelah laporan diterima.

“Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan. Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa. Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.”

Konteks Lebih Luas: Mengapa Kalbar Selalu Terbakar

Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi dengan tutupan hutan tropis tersisa terbesar di Indonesia, sekaligus habitat utama orangutan Kalimantan yang populasinya terus menyusut akibat fragmentasi habitat, perburuan, dan kebakaran berulang. Setiap musim kemarau, lahan gambut dan hutan sekunder di wilayah pesisir dan pedalaman Kalbar rentan terbakar, baik karena aktivitas pembukaan lahan maupun karena kondisi cuaca ekstrem yang diperparah oleh perubahan iklim.

Asap dari kebakaran tidak hanya merusak paru-paru satwa dan manusia, tetapi juga mencemari air, menghancurkan rantai makanan, dan memutus koridor migrasi satwa liar. Ketika seekor orangutan seperti Sempurna ditemukan tak berdaya di tengah kepungan asap, itu menandakan bahwa ekosistem telah mencapai titik di mana mekanisme pertahanan alami tidak lagi mampu melindungi penghuninya.

Kematian Sempurna menjadi pengingat bahwa tanpa intervensi negara yang cepat, terkoordinasi, dan berskala besar—termasuk penetapan status bencana nasional, pengerahan armada udara pemadam, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran—tragedi serupa akan terus berulang setiap tahun, bukan hanya bagi satwa dilindungi, tetapi bagi jutaan warga yang bergantung pada udara bersih untuk bertahan hidup.

Frequently Asked Questions

What is Orang Utan Sempurna Mati Legislator?

Orang Utan Sempurna Mati Legislator is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Orang Utan Sempurna Mati Legislator matter?

Orang Utan Sempurna Mati Legislator matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.