Melindungi Tuah Marwah

Menteri LH Apresiasi Ekspedisi Polda Riau: Pemulihan Mangrove Ciptakan Green Jobs

Foto : Michael Smith - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Menteri LH Apresiasi Ekspedisi Polda Riau: Green Jobs dari Pemulihan Mangrove
  2. Related Reading

Menteri LH Apresiasi Ekspedisi Polda Riau: Green Jobs dari Pemulihan Mangrove

Ceritaberkat.com – Kawasan pesisir Indragiri Hilir kini menjadi pusat perhatian dalam program restorasi lingkungan nasional. Menteri LH Apresiasi Ekspedisi Polda Riau melalui inisiatif Ekspedisi Merah Putih Presisi yang berfokus pada penanaman mangrove. Langkah ini tidak hanya memperkuat benteng alami pesisir, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal melalui konsep Pekerja Hijau.

Kegiatan penanaman yang berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus 2026 di Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, dihadiri langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan apresiasi tinggi terhadap upaya Polda Riau dalam menangani degradasi pesisir. Hadir pula Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, serta tokoh masyarakat seperti Founder Tumbuh Institute Rocky Gerung dan Sosiolog Prof Robertus Robet. Kapolres Indragiri Hilir AKBP Donny Eko Listianto juga mendampingi seluruh rangkaian acara.

Tantangan Ekologis Indragiri Hilir

Wilayah seluas 1.200 hektare di Indragiri Hilir mengalami abrasi berkepanjangan yang memerlukan penanganan sistematis. Mangrove memiliki peran vital sebagai pelindung garis pantai sekaligus habitat bagi berbagai spesies laut. Tanpa intervensi tepat, kerusakan ekosistem pesisir akan semakin parah dan berdampak pada kehidupan masyarakat lokal.

Ekspedisi Merah Putih Presisi yang juga dipromosikan oleh Kapolri itu adalah dengan cara memulihkan lingkungan. Daerah di sini memang sangat membutuhkan sentuhan pemulihan lingkungan yang luar biasa besar, ujar Jumhur Hidayat.

Kolaborasi antara Polda Riau, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Pemerintah Provinsi Riau telah menghasilkan penanaman 500 hektare lahan dengan bibit mangrove. Target selanjutnya adalah menyelesaikan penanaman di 1.000 hektare sisanya sebagai bagian dari strategi pemulihan lingkungan dan sosial ekonomi masyarakat pesisir.

Green Jobs: Investasi Jangka Panjang untuk Pesisir

Program ini mengadopsi pendekatan holistik yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahap. Konsep Green Jobs memastikan kegiatan tidak berhenti pada penanaman, melainkan berlanjut hingga pemeliharaan bibit selama minimal tiga tahun. Masyarakat yang berpartisipasi akan menerima honor sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka.

Dalam proses pemulihan itu diharapkan juga tercipta Green Jobs atau Pekerja Hijau, dia harus menanam dan memelihara bibit dan itu teranggarkan. Jadi bukan sekadar menanam, jelas Jumhur.

Kementerian Lingkungan Hidup telah menyusun anggaran komprehensif yang mencakup pembibitan, penanaman, dan pemeliharaan. Setiap tahap memiliki alokasi dana tersendiri sehingga keberlanjutan program dapat terjaga. Masyarakat tidak hanya mendapatkan manfaat ekonomi langsung, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan pesisir untuk generasi mendatang.

Kehadiran Negara di Wilayah 3T

Kepala Kepolisian Daerah Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan bahwa Ekspedisi Merah Putih Presisi merupakan wujud nyata kehadiran negara di wilayah pesisir kategori 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Program ini menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini merasa kurang terlayani oleh pemerintah pusat.

Kita ingin masyarakat yang berada jauh di pesisir juga merasakan kehadiran negara. Kita datang membawa kepedulian sekaligus bergerak bersama mencari solusi, ungkap Irjen Herry.

Abrasi bukan sekadar masalah lingkungan, tetapi juga menyangkut ruang hidup dan sumber penghidupan masyarakat pesisir. Ketika garis pantai tergerus, yang hilang bukan hanya tanah, tetapi juga kebun masyarakat, mata pencaharian, dan masa depan generasi mendatang. Menjaga mangrove berarti melindungi komunitas yang bergantung pada ekosistem pesisir.

Ketika pesisir tergerus, yang kita pertaruhkan bukan hanya tanah. Ada kebun masyarakat, sumber penghidupan dan masa depan generasi berikutnya. Menjaga mangrove berarti menjaga masyarakat yang hidup di belakangnya, tegas Kapolda Riau.

Kegiatan ini juga diwarnai dengan pengibaran bendera Merah Putih di pesisir Kuala Selat sebagai simbol persatuan dan kebanggaan nasional. Ekspedisi ini diharapkan membawa dampak multiplier yang luas bagi masyarakat Indragiri Hilir, baik dari segi lingkungan maupun ekonomi.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Ekspedisi Mangrove Riau

Berapa luas total area yang akan dipulihkan? Total area yang ditargetkan untuk pemulihan mangrove mencapai 1.500 hektare, terdiri dari 500 hektare yang sudah ditanami dan 1.000 hektare yang masih dalam tahap penanaman.

Berapa lama masa pemeliharaan bibit mangrove? Masyarakat yang terlibat dalam program Green Jobs akan memelihara bibit mangrove selama minimal tiga tahun setelah penanaman untuk memastikan tingkat kelangsungan hidup yang optimal.

Siapa saja pihak yang terlibat dalam program ini? Program ini melibatkan Polda Riau, Kementerian Lingkungan Hidup, Pemerintah Provinsi Riau, serta masyarakat lokal termasuk tokoh masyarakat dan akademisi.

Bagaimana dampak ekonomi bagi masyarakat lokal? Masyarakat yang berpartisipasi akan mendapatkan honor sebagai Pekerja Hijau selama proses penanaman dan pemeliharaan, menciptakan sumber pendapatan baru bagi keluarga pesisir.

Di mana lokasi penanaman mangrove berlangsung? Penanaman mangrove berlangsung di Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.