Berita

Update Korban Gempa NTT: 47 Orang Meninggal, Ratusan Rumah Rusak

Foto : Michael Smith - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Gempa M 7 Guncang NTT: 47 Jiwa Gugur, Ribuan Rumah Terdampak Kerusakan
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Gempa M 7 Guncang NTT: 47 Jiwa Gugur, Ribuan Rumah Terdampak Kerusakan

Ceritaberkat.com – Nusa Tenggara Timur kembali dilanda bencana alam dahsyat ketika gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 mengguncang wilayah tersebut pada pagi hari. Peristiwa ini terjadi tepat pukul 04.58.24 waktu Indonesia Barat, menimbulkan kerusakan masif di berbagai kabupaten dan menyebabkan puluhan korban jiwa. Pusat gempa terletak di bawah permukaan laut, tepatnya sekitar 38 kilometer arah timur laut dari kota Mbay yang merupakan pusat Kabupaten Nagekeo. Kedalaman episentrum tercatat mencapai 15 kilometer dari permukaan bumi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah merilis data terkini mengenai dampak bencana tersebut. Hingga saat ini, total korban meninggal dunia mencapai angka 47 orang. Distribusi korban jiwa tersebar di lima kabupaten berbeda dengan Kabupaten Manggarai mencatatkan jumlah tertinggi sebanyak 24 orang. Kabupaten Manggarai Timur menyusul dengan 17 korban jiwa, diikuti Sikka dengan 3 orang, serta Ngada dan Ende masing-masing mencatatkan satu korban jiwa.

Total jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang. Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Ngada 1 orang dan Ende 1 orang, kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Sabtu (15/8/2026).

Dampak gempa tidak hanya dirasakan di daratan, tetapi juga memicu gelombang tsunami yang terdeteksi di sepuluh titik lokasi. Wilayah terdampak tsunami membentang dari NTT hingga mencapai Sulawesi Selatan. Ribuan gempa susulan terus terjadi dalam beberapa jam setelah gempa utama, menambah kekhawatiran masyarakat setempat. Kondisi ini membuat evakuasi dan pencarian korban menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR dan relawan.

Kerusakan Infrastruktur dan Fasilitas Publik

Data sementara yang dihimpun pada pukul 17.00 WIB menunjukkan skala kerusakan yang cukup luas. Sebanyak 157 unit rumah mengalami kerusakan berat, sementara 41 unit lainnya rusak sedang. Kerusakan ringan tercatat pada 148 unit rumah tinggal. Selain hunian, berbagai fasilitas publik juga terdampak parah. Sektor pendidikan mencatat 87 unit fasilitas rusak, diikuti sektor kesehatan dengan 18 unit, tempat ibadah sebanyak 5 unit, dan kantor pemerintahan 6 unit. Fasilitas umum lainnya juga mengalami kerusakan yang memerlukan perbaikan segera.

Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Noer Isrodin Muchlisin, memberikan rincian lebih lanjut mengenai distribusi korban. Di Kabupaten Manggarai Timur, tercatat 11 orang meninggal dunia dan 24 orang mengalami luka-luka. Kabupaten Sikka melaporkan 3 korban jiwa dan 2 orang luka. Sementara itu, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 1 kematian dan 2 orang terluka. Di Kabupaten Manggarai sendiri, jumlah korban jiwa mencapai 24 orang dengan 22 orang mengalami luka-luka. Kabupaten Nagekeo juga mencatatkan 1 korban jiwa.

Sampai dengan saat ini tim masih bekerja di lapangan dan kita juga berharap kita memanfaatkan golden hour pada 72 jam semenjak kejadian kita bisa menyelamatkan dan berupaya untuk bisa mengevaluasi seluruh korban yang terdampak adanya bencana. Kita semua berharap dengan semua dukungan seluruh potensi SAR Nasional yang ada di seluruh wilayah Indonesia, jelasnya.

Upaya evakuasi dan penanganan medis terus dilakukan oleh petugas di lapangan. BNPB bersama pihak terkait telah mengirimkan bantuan pangan maupun non-pangan ke wilayah bencana. Bantuan ini mencakup kebutuhan pokok seperti makanan, air bersih, obat-obatan, dan perlengkapan tidur untuk para pengungsi.

Basarnas Kantor Pusat juga mengirimkan personel menuju lokasi terdampak. Helikopter Basarnas telah dikerahkan dan saat ini berada di Bandara Ngurah Rai. Drone untuk keperluan pemantauan juga sedang diisi bahan bakar di lokasi yang sama. Kapal KN Puntadewa dari Maumere telah tiba di Pelabuhan Waingapu untuk melaksanakan kegiatan evakuasi tambahan di wilayah tersebut.

Wilayah NTT secara geografis terletak di Cincin Api Pasifik, sehingga gempa bumi merupakan fenomena yang sering terjadi. Namun, gempa berkekuatan magnitudo 7 termasuk dalam kategori kuat dan berpotensi menimbulkan kerusakan signifikan. Masyarakat setempat diharapkan tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang lebih besar dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah daerah dan lembaga terkait terus berkoordinasi untuk memastikan distribusi bantuan berjalan lancar dan evakuasi korban dapat diselesaikan secepatnya.

Frequently Asked Questions

What is Korban Gempa NTT?

Korban Gempa NTT is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Korban Gempa NTT matter?

Korban Gempa NTT matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.