Kitab injil Barnabas

Kitab Injil Bernabas sempat menjadi perbincangan yang panjang bagi umat Muslim dan Kristen di dunia. Kitab Injil Barnabas sebenarnya telah menjadi subjek perdebatan dan kontroversi sejak lama, jauh sebelum Kitab ini di temukan di Turki pertama kalinya dengan bentuk tulisan tangan bertinta emas.

Rasa penasaran yang muncul saat kita memikirkan Kitab Injil Bernabas tidak bisa diabaikan, apalagi sebuah kitab kuno tersebut sempat di klaim dengan ajaran yang berbeda dari ajaran Kristen konvensional. Dimana isi Kitab Injil Barnabas yang memberikan pandangan bahwa Yesus bukanlah anak Allah, melainkan seorang nabi yang telah diutus. Kontroversi lainnya bahwa Kitab ini sering kali di kaitkan dengan Nabi Muhammad, dimana Beliau adalah nabi yang dijanjikan oleh Yesus Kristus. Namun, klaim ini juga sangat kontroversial dan tidak diterima oleh umat Islam atau Kristen. Para cendekiawan dan Gereja Kristen telah mempertanyakan keaslian kitab Injil Bernabas.

Tak heran banyak umat Kristen hingga Muslim mempertanyakan, Apakah isi kitab ini benar adanya?

Dalam artikel ini, Cerita Berkat akan mengajak Anda untuk menjelajahi asal-usul kitab Injil Bernabas beserta isi kandungannya. Tentang pandangan perdebatan “Pertanyaan pun muncul: Apakah isi kitab ini benar adanya?

Asal Usul Kitab Injil Barnabas

Sebelum mengetahui asal-usul dari kitab Bernabas lebih lanjut, Bagi kalian yang belum mengenal kitab tersebut, maka simak Artikel ini hingga tuntas. Kitab Injil Bernabas adalah sebuah Injil Pseudepigrafi non-Kanonik yang  muncul di Abad Pertengahan Akhir yang ditulis dengan bahasa Italia dan Spanyol. Kitab ini ditulis oleh salah satu tokoh utama dalam sejarah Kristen mula-mula yaitu Barnabas. Dalam hal ini, Barnabas  dalam tradisi Kristen yang merupakan salah satu dari para rasul dan Malaikat Yesus Kristus.

Berbeda dengan kitab Injil Kanonik yang diakui oleh mayoritas umat Kristen, ada perbedaan pendapat tentang asal usulnya. Sebagian orang percaya bahwa kitab ini ditulis oleh Barnabas, seorang sahabat Yesus Kristus. Namun, mayoritas cendekiawan cenderung menganggapnya sebagai sebuah naskah palsu yang muncul pada abad pertengahan abad ke 15.

Isi Kandungan

Kitab Injil Bernabas yang ditulis dalam bahasa Italia dan telah diterjemakan ke dalam bermacam-macam bahasa, seperti Spanyol, Ingris dan Arab. Seorang Kristen terkemuka Dr Khalil Saadah yang menerjemahkan Kitab Injil Bernabas kuno kedalam bahasa Arab dengan sangat hati-hati. Karena menurut umat Kristen terkemuka tersebut, bahwa Injil Bernabas merupakan sebuah kitab Injil yang lengkap berisi naskah narasi biografi yesus dan tentang ajaran Yesus Kristus dari kelahiran sampai penyaliban yang isinya lebih lengkap dari pada Injil Kanonik yang 4, seperti Matius, Markus, Lukas dan Yohannes.

Apa bila Anda membaca kitab Injil Bernabas, akan menjadi jelas bahwa kitab ini juga mencakup pandangan-pandangan tentang masa lalu yang berkaitan dengan Kristen dan juga Muslim. Kitab ini bukan tertulis berupa ayat-ayat seperti kitab lainnya, melainkan bagian-bagian pasal yang menjadi pokok-pokok  di dalam kitab Injil Bernabas.

Adapun beberapa bab yang mengandung Isi dari Injil Bernabas bertentangan dengan alkitab dan ajaran Kristen melainkan lebih pada penafsiran Umat Muslim.

  • Bab 79 Bernabas: yang berisikan tentang sebuah pengakuan dan kebenaran : “Aku bukan seorang Mesias.
  • Bab 39 Bernabas: “Terpujilah nama-Mu yang Kudus, ya Allah Tuhan kita…. Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya.
  • Bab 41 Bernabas: “Atas perintah Allah, Mikael Mengusir adam dan Hawa dari Surga, kemudian Adam keluar dan berbalik melihat tulisan pada pintu surga ‘Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah.
  • Bab 44 Bernabas: “Pada bab ini  Yesus atau yang disebut dalam al kitab ini Nabi Isa menyebutkan nama Nabi Muhammad. “Oh Muhammad Tuhan Bersamamu…”

Menurut laman Misi sabda, meskipun spekulasi tentang kitab kuno yang diduga sebagai Injil bernabas itu meramalkan kedatangan Islam, namun sejauh ini tidak ada bukti yang menegaskan kebenaran dari kitab kuno tersebut.

Perdebatan Keaslian Tentang Injil Barnabas

Kitab Injil Barnabas telah menjadi pusat perdebatan yang kompleks dan berkelanjutan dalam dunia sejarah dan agama. Para cendekiawan, teolog, dan sejarawan telah berupaya untuk membongkar kebenaran di balik naskah ini. Perdebatan mengenai keaslian Kitab Injil Barnabas mencakup berbagai aspek penting:

  •  Asal Usul dan Tanggal Penulisan Klaim bahwa kitab ini ditulis oleh Barnabas, seorang sahabat Yesus, dibantah oleh mayoritas cendekiawan. Mereka cenderung memperkirakan kitab ini berasal dari Abad Pertengahan Akhir (sekitar abad ke-16).
  • Perbandingan dengan Injil Kanonik Kitab Injil Barnabas berisi narasi yang berbeda dari Injil-injil kanonik Kristen. Ini menimbulkan pertanyaan tentang keandalan isi kitab ini sebagai sumber ajaran Yesus.
  • Klaim Tentang Nabi Muhammad Klaim bahwa kitab ini meramalkan kedatangan Nabi Muhammad juga menjadi subjek perdebatan. Beberapa menganggapnya sebagai tambahan kemudian dalam naskah.
  • Reaksi Gereja Kristen Gereja Kristen Barat telah lama menolak Kitab Injil Barnabas dan mengeluarkan hukum yang melarangnya, menegaskan pandangan mereka terhadap kitab ini.
  • Analisis Linguistik dan Tulisan Tangan Studi linguistik dan tulisan tangan digunakan untuk menentukan konsistensi kitab ini dengan naskah dari era yang diklaimnya.
  • Isi Teologis dan Sejarah Implikasi teologis dan sejarah dari isi kitab ini juga menjadi fokus perdebatan, termasuk bagaimana kitab ini memengaruhi pemahaman agama Kristen pada masanya.
  • Konteks Sosial dan Politik Konteks sosial dan politik pada masa penulisan kitab ini juga dipertimbangkan untuk memahami motif di balik penulisan kitab ini.
Baca juga :  10 Malaikat dan Tugasnya yang Wajib Umat Islam Ketahui

Bahkan Kitab Injir Bernabas mengundang persektif Islam dan Kristen tentang kebenaran kitab tersebut. Adapun persektif Perdebatan dari Islam dan Kristen tentang kitab Injil Bernabas.

Perspektif Islam: Beberapa Muslim menganggap kitab ini sesuai dengan pandangan Islam tentang Yesus. Tokoh-tokoh Muslim terkemuka awalnya menerima kitab ini, bahkan mengklaim bahwa ini meramalkan kedatangan Nabi Muhammad. Namun, ada juga pandangan yang kritis terhadap isi kitab ini.

Perspektif Kristen: Sarjana Kristen berbeda pandangan tentang kitab ini. Ada yang melihatnya sebagai Injil sejati yang lebih lengkap daripada Injil-injil kanonik, sementara mayoritas Kristen menganggapnya kontroversial dan tidak termasuk dalam Alkitab. Beberapa bahkan menyatakan bahwa gereja Barat menyembunyikan informasi tentangnya untuk menjaga keyakinan Trinitas Kristen.

Perdebatan ini berlanjut, tanpa adanya konsensus yang mencapai kesepakatan mutlak. Cendekiawan berperan dalam menjaga objektivitas dan menggunakan bukti-bukti yang ada untuk memahami kitab ini secara lebih mendalam.

Perdebatan dunia tentang Kitab Barnabas muncul kembali ketika kitab ini dikabarkan bahwa di temukan Kitab kuno Bernabas di Turki pada tahun 2012.

Kitab injil Barnabas yang ditemukan di Turki
Kitab injil Barnabas yang ditemukan di Turki

Kabar tersebut mengiring perdebatan bagi setiap kalangan cendekiawan hingga umat Kristen dan Muslim di dunia. Pasalnya kitab yang muncul tersebut diyakini sebagai Injil Bernabas. Perdebatan masih berkulat pada soal klaim kebenaran dan keaslian Kitab kuno tersebut. Dalam konteks ini adu perdebatan belum masuk pada ranah isi Kitab yang masih belum di terjemahkan oleh pemerintahan Turki.

Naskah kuno Injil Bernabas yang ditemukan di Turki ditulis dalam bahasa Aramanic yang diyakini sebagai bahasa yang dipakai Bunda Mariam, Ibunda Yesus Kristus. Naskha ini ditulis dengan tinta emas dalam lembaran yang berbahan kulit. Di dalamnya disebutkan berbagai hal yang bertentangan dengan doktrin kekristenan pada umumnya.

Pada akhirnya, perdebatan tersebut menjadi fokus diskusi banyak ilmuwan Kristen dan Muslim, yang menghasilkan beberapa pendapat tentang pandangan ilmuwan Islam, kontradiksi ini menunjukkan bahwa Injil Barnabas hanya muncul sekitar 500 tahun yang lalu, jauh setelah Alquran ada selama 1400 tahun. Oleh karena itu, Injil Barnabas dianggap tidak setara terkait pembenaran isi dengan keempat Injil lainnya, yaitu Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes.

Demikian pembahasan kita terkait Kitab injil Barnabas yang hingga saat ini menjadi misteri tentang kebenaran yang mutlak. Pada akhirnya, kebenaran mengenai isi Kitab Injil Barnabas mungkin tetap menjadi misteri yang tak terpecahkan. Bagi umat Kristen, Kitab Injil Barnabas tetap menjadi subjek perdebatan yang menarik yang menguji keyakinan dan pemahaman mereka tentang ajaran Yesus Kristus.

Terkait perbedaan isi dari setiap kitab suci ajaran Kristen, namun asal-usul Alkitab akan selalu terkait dengan kehidupan dan ajaran Yesus Kristus pada masanya.

Maka dari itu, perbedaan merupakan struktur kekuatan iman kita terhadap ajaran Yesus Kristus dalam mencapai spiritual yang lebih mendekatkan diri kepada-Nya.

FAQ

1. Apa yang Kitab Injil Barnabas katakan tentang Yesus Kristus?

Jawab : Kitab Injil Barnabas berpendapat bahwa Yesus adalah seorang nabi, bukan Anak Allah. Ini bertentangan dengan keyakinan Kristen konvensional yang mengakui Yesus sebagai Tuhan.

2. Mengapa Kitab Injil Barnabas begitu kontroversial?

Jawab : Kontroversi seputar Kitab Injil Barnabas terutama berkaitan dengan perbedaan pandangan yang signifikan antara naskah ini dengan Injil-injil kanonik, serta ketidakpastian tentang keasliannya.

By Cerita Berkat

Menggali potensi diri dan mengejar kesuksesan dengan mempraktikkan manfaat kebaikan dan menerapkan motto kehidupan inspiratif.