Mantra Buddha pelindung diri

Mantra merupakan serangkaian kata-kata yang diucapkan dengan tujuan mencapai fokus spiritual, ketenangan dan perlindungan. Kata-kata mantra sering kali di kaitkan dengan penganut agama Buddha, sama halnya dengan agama lainnya yang memiliki doa sebagai alat komunikasi dengan tuhannya. Menurut Islam mencapai spiritual seseorang muslim maka ia hendaklah berdoa melalui Al-Quran. Begitu pula dengan agama Kristen yang mengingat kebaikan Tuhannya dengan cara membaca doa Alkitab tentang bersyukur. Dalam agama Buddhisme, mantra memiliki kekuatan khusus untuk membantu mengatasi hambatan dalam kehidupan. Setiap umat Buddha dalam mencapai spiritual keagamaan dengan membaca mantra Buddha pelindung diri untuk meraih kedamaian dalam hidupnya.

Kata mantra konon berasal dari akar kata yang berarti “yang melindungi pikiran”. Dalam meditasi Buddhis, banyak hal dapat digunakan sebagai objek konsentrasi sebagai “pelindung pikiran”. Mantra adalah “bunyi” kata atau “frasa” yang digunakan sebagai objek konsentrasi.

Lantas mantra apa saja yang ada dalam agama Buddha? Dalam artikel ini kita akan membahas tentang mantra Buddha sebagai pelindung diri yang paling terkenal dan bermanfaat bagi setiap umat Buddha yang membacanya dalam kehidupan sehari-hari. Kita akan menggali makna di balik setiap mantra, dan artikel ini juga akan memberikan panduan tentang cara pengucapannya, menjelaskan manfaatnya dalam kehidupan kita.

Sebagai umat Buddha, Anda harus meningkatkan pengalaman spiritual dan mencapai keseimbangan dalam hidup Anda, praktik mantra ini bisa menjadi panduan yang bermanfaat.

7 Mantra Buddha Pelindung Diri

Om Mani Padme Hum

mantra Om Mani Padme Hum
sumber: pixell

Salah satu mantra Buddha yang paling terkenal dan sering di gunakan dalam spiritual adalah “Om Mani Padme Hum“.  Kata Aum/Om adalah suci atau melambangkan kasih sayang dalam  agama Buddha. Kata mani berarti permata/ mutiara , Padme merupakan “bunga seroja” atau bunga teratai yang melambangkan kesucian, sedangkan Hum melambangkan semangat dari pencerahan tersebut.

Mantra ini pertama kali muncul dalam Mahayana yang disebut sebagai sadaksara (hati mutiara yang terdalam). Mantra ini di anggap sebagai mantra pencerahan, mantra untuk mengembangkan kasih sayang dan kebijaksanaan pada seseorang umat Buddha.

Cara terbaik untuk mempraktikkan mantra kebijaksanaan adalah dengan mengulanginya secara teratur dalam meditasi atau saat melakukan aktivitas sehari-hari. Ketika kita mengulangi mantra ini dengan penuh perhatian, kita akan merasakan ketenangan batin dan kebijaksanaan yang semakin berkembang dalam diri kita.

“Ketika kita membaca dan mengulangi mantra ini dengan penuh perhatian, kita akan merasakan ketenangan batin dan kebijaksanaan yang semakin berkembang dalam diri kita”.

Gate Gate Pāragate Pārasaṃgate Bodhi Svāhā

Mantra ini berasal dari Sutra Hati Kesadaran (Heart Sutra) yang sering di kenal dengan “mantra kebangkitan”. Mantra ini merupakan sebuah sutra yang terkenal dalam Buddhisme Mahayana yang merupakan bagian dari sutra prajnaparamita (kesempurnaan kebijaksanaan).

Mantra Buddha dalam kebaikan
sumber:www.wildmind.org

Jika Anda pernah melihat fort diakritik seperti gambar di atas. Mantra ini diilustrasikan seperti ini : Gate Gate Pāragate Pārasaṃgate Bodhi Svāhā.

kata-kata ini memang memiliki arti literal yaitu : “Pergi, pergi, melampaui, melampaui sepenuhnya, pencerahan, salam!”

Namo Amituofo

Mantra Namo Amitofo merupakan mantra yang banyak di ucapkan dalam agama Buddha. Mantra ini Memperkenalkan ajaran Amitabha dalam sutra, Namo Amitofo menjadi bagian dari dharma Buddha Amitabha.

Mantra ini dipercaya umat Buddha sebagai mantra dalam meningkatkan spiritual keagamaan dan mendapatkan kehidupan tanah suci dalam surgawi Amitabha. Dengan mengucapkan Namo Amitofo atau menyanyikan dengan namanya, maka akan menjadi penghalang karmanya dan memelihara keberkahan melalui berkah Amitabha.

Sebelumnya kita telah membahas tentang arti Namo Amitofo di artikel sebelumnya, yang membahas tentang arti dan manfaat mantra tersebut bagi umat Buddha dalam  meningkatkan spiritual keagamaannya.

Pattumodana Paritta (Doa Keselamatan)

Disebut sebagai doa keselamatan, umat Buddha mempercayai bahwa mantra doa Pattumodana Paritta, atau biasa disebut dengan “Patti Anumodana yang artinya doa keselamatan.

Doa mantra ini sering kali dibacakan oleh umat Buddha dalam memohon perlindungan untuk keselamatan.

Pembacaan paritta bermula dari petunjuk yang diberikan Sang Buddha keapda muridnya untuk mengucapkan bacaan tertentu agar terhindar dari kesulitan atau terlindungi dari kejahatan.

Misalnya, Augulimala-Paritta yang dibacakan menjelang suatu persalinan, hal ini berupa  pernyataan yang memberikan permohonan atas keselamatan ibu dan bayi yang akan lahir tersebut.

Selanjutnya, Atanatiya-Paritta (s.I.220) yang merupakan bacaan mantra doa pujian terhadap sejumlah buddha Termasuk Buddha Gautama yang berasal dari empat dewa Raja. Doa ini yang diajarkan oleh Sang Buddha agar hidup umatnya tentram, terlindungi dari gangguan makhluk halus.

Namo Buddhaya

Kalimat Namo Buddhaya berasal dari kata sansekerta memiliki arti dari “Terpujilah para Buddha”. Umat Buddha  sering kali membaca mantra ini sebagai rasa penghormatan kepada Sang Buddha. Dalam sudut pandang Buddhis, Namo Buddhaya ungkapan ini mengungkapkan rasa puji syukur yang telah merealisasikan pencerahan agung kepada umat Buddha.

Di Indonesia, umat Buddha sering mengucapkannya sebagai salam lintas budaya Buddhis. Biasanya mantra ini diucapkan dalam berbagai acara formal ketika para tamu berasal dari berbagai suku dan agama.

Om Tare Tuttare Ture Svaha

Mantra ini di dedikasikan kepada Bodhisattva Tara, yang melambangkan belas kasih dan perlindungan.

Kesaktian dari mantra Om Tare Tuttare Ture Svaha di yakni dapat melindungi diri dari bahaya dan kesulitan, serta menjauhkan dari Dukkha.

Om mewakili dari tubuh, ucapan, batin tara, pencapaian yang ingin kita raih dari 4 kebenaran mulia.

Tare membebaskan dari kebenaran mulia pertama : penderitaan sejati (Dukkha).

Tuttare membebaskan dari kebenaran mulia kedua : sebab penderitaan (Dukkha Samudaya).

Ture menunjukan kebenaran mulia yang ketiga : terhenti penderitaan dan sebab penderitaan (Dukkha Niroda).

Svaha artinya “semoga ini terjadi”

Penderitaan dalam tubuh dan batin yang dipengaruhi oleh ketidaktahuan. Sebabnya adalah prilaku emosi yang mengganggu, merupakan tindakan yang memicu seseorang melakukan hal ternoda.  Itulah penyakit paling parah yang kita derita. Mengulang mantra “Om Tare Tuttare Ture Svaha” berarti menanamkan pemikiran di batin kita bahwa kita bebas dari itu semua, sehingga dapat mencapai tujuan utama kita dalam kesuksesan spiritual yang sebenarnya. 

Jinapanjara Gatha (Gatha Istana Buddha)

Doa Paritta berikutnya di sebut dengan “Gatha istana Buddha” doa mantra ini sering kali dibacakan oleh umat Buddha, karena di setiap syairnya menjelaskan bahwa tubuh seseorang yang melafalkan doa ini akan dikelilingi oleh keberkahan.

Berikut adalah syair dari bacaan mantra Jinapanjara Gatha.

Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammasam Buddhasa
Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammasam Buddhasa
Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammasam Buddhasa

Putthakamo labhe puttam
dhanakamo Labhe dhanam
atthi kaye kayanaya devanam pitayam suttava,
itipiso bhagawa ya mala cano gave
sumvanno morannam sukham araham sughatao namo buddhaya

Jayasanagata Buddha Jetva maram savahanam
Catu-saccasabham rasam Ye pivinsu narasabha
Tanhankaradayo Buddha Atta-visatinayaka
sabbe patitthita mayham Matthake te munissara
Sise patitthito mayham Buddho dhammo davilocane
Sangho pattithito mayham Ure sabba-gunakaro

Itu dia beberapa mantra Buddha yang sering dibacakan oleh Buddhisme. Mantra Buddha pelindung diri menjadi sumber kekuatan spiritual yang dapat membantu kita mencapai kedamaian dan perlindungan dalam kehidupan.

Siapa saja yang mampu melafal dan mengingat Mantra Agung pelindung diri akan mendapatkan Lima belas kelahiran yang baik. Semua para dewa dan manusia semestinya selalu melafal dan mengingatnya tanpa rasa malas.

Dengan mempraktikkan lima mantra yang telah kami bahas, kita dapat mengatasi rintangan dan menemukan keseimbangan dalam hidup kita. Mari luangkan waktu untuk bermeditasi dan menggunakan mantra ini dengan penuh kesadaran, maka manfaatnya akan dapat dirasakan secara mendalam.

Selamat mencoba!

By Cerita Berkat

Menggali potensi diri dan mengejar kesuksesan dengan mempraktikkan manfaat kebaikan dan menerapkan motto kehidupan inspiratif.