Berita

BNN Ungkap Ada Bandar Besar Narkoba di Kampung Bahari Selain ‘Bos Gendut’

Foto : Michael Smith - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Operasi BNN di Kampung Bahari: Dua Bandar Besar Narkoba Ditangkap
  2. Related Reading

Operasi BNN di Kampung Bahari: Dua Bandar Besar Narkoba Ditangkap

Ceritaberkat.com – Kampung Bahari, kawasan yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat peredaran narkoba di Jakarta Utara, kembali menjadi sorotan setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan operasi besar-besaran. Dalam operasi yang berlangsung pada Kamis pagi (13/8/2026), petugas berhasil menangkap MR atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bos Gendut. Namun, penangkapan ini bukan akhir dari cerita, karena BNN juga mengungkap keberadaan bandar narkoba besar lainnya di kawasan yang sama.

Kawasan Kampung Bahari memang memiliki sejarah panjang sebagai simpul distribusi narkoba di Jakarta. Lokasinya yang strategis di pesisir utara Jakarta membuat kawasan ini menjadi titik strategis bagi para bandar untuk menyebarkan barang haram ke berbagai penjuru ibu kota. Operasi terbaru ini merupakan kelanjutan dari penangkapan MR yang terkait dengan kasus peredaran 98 kilogram sabu yang diungkap BNN pada tahun 2025.

Identitas Bandar Baru di Kampung Bahari

Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigjen Roy Randy Siahaan, mengungkapkan bahwa selain Bos Gendut, terdapat dua bandar besar lain yang juga beroperasi di Kampung Bahari. Kedua bandar tersebut adalah Arif yang dikenal dengan nama panggilan Lopes, serta Kimmul. Ketiganya memiliki jaringan yang kuat dan telah lama beroperasi di kawasan tersebut.

Selain penggeledahan di rumah Bos Gendut tim juga melakukan penggeledahan ke rumah bandar besar Kampung Bahari, yaitu Arif alias Lopes dan Kimmul. Berdasarkan informasinya, mereka semua memiliki senjata api, kata Roy kepada wartawan.

Para bandar ini tidak hanya mengandalkan jaringan distribusi mereka, tetapi juga telah mempersiapkan diri secara fisik untuk menghadapi aparat. Mereka membeli senjata-senjata secara ilegal untuk melawan petugas yang datang ke kawasan mereka. Selain itu, mereka juga telah mengondisikan loyalis-loyalis setia untuk melawan aparat jika terjadi konfrontasi.

Detail Operasi Penggerebakan

Operasi penggerebakan yang dilakukan BNN pada pagi hari tersebut dimulai dengan penggeledahan rumah Bos Gendut. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari rumah MR, masih ditemukan berbagai barang bukti, termasuk satu kilogram narkoba jenis sabu, ekstasi, vape, uang tunai, dan senjata Glock. Penemuan ini menunjukkan bahwa MR masih aktif beroperasi meskipun telah ditetapkan sebagai buron BNN sejak 7 November 2025.

Setelah penangkapan MR, petugas BNN meminta dia untuk menunjukkan lokasi barang bukti yang tersimpan di Kampung Bahari. Namun, upaya penggerebakan tersebut tidak berjalan mulus karena mendapatkan perlawanan dari loyalis MR. Dua orang loyalis MR berhasil ditangkap dalam penggerebakan tersebut setelah berusaha menghalangi petugas.

Jadi tadi pagi itu adalah kegiatan penggeledahan rumah Bos Gendut karena berdasarkan keterangan Bos G di rumahnya masih ada narkoba jenis sabu 1 kilogram, ekstasi, vape, uang tunai, dan senjata Glock, imbuh Roy.

Barang Bukti dan Aset yang Disita

Dalam operasi yang komprehensif ini, BNN berhasil menyita berbagai barang bukti penting. Di antara barang bukti yang disita adalah narkotika jenis ganja atau yang dikenal dengan nama Gorilla, uang tunai, senjata api, samurai, dan beberapa peluru. Penyitaan ini menunjukkan skala operasi narkoba yang cukup besar di kawasan tersebut.

BNN juga telah menyita sejumlah aset berharga dari Bos Gendut. Total aset yang disita mencapai Rp 39 miliar, ditambah uang tunai sebesar Rp 1,27 miliar. Selain itu, petugas juga menyita mobil BMW dan motor Vespa yang digunakan oleh MR untuk keperluan operasionalnya. Atas kasus tersebut, Bos Gendut juga dijerat dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU), yang menunjukkan kompleksitas jaringan narkoba yang dipimpinnya.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Operasi BNN di Kampung Bahari

Berapa jumlah bandar besar yang ditangkap dalam operasi ini? Dalam operasi tersebut, BNN berhasil menangkap tiga bandar besar, yaitu MR alias Bos Gendut, Arif alias Lopes, dan Kimmul.

Apa saja barang bukti yang ditemukan? Barang bukti yang ditemukan meliputi sabu 1 kilogram, ekstasi, vape, uang tunai, senjata Glock, ganja jenis Gorilla, samurai, dan peluru.

Berapa total aset yang disita dari Bos Gendut? Total aset yang disita mencapai Rp 39 miliar, ditambah uang tunai Rp 1,27 miliar, serta mobil BMW dan motor Vespa.

Apakah ada korban dalam operasi ini? Operasi berjalan dengan lancar dan dua loyalis MR berhasil ditangkap setelah berusaha menghalangi petugas.

Operasi ini menjadi bukti nyata komitmen BNN dalam memberantas peredaran narkoba di Indonesia. Dengan menangkap para bandar besar di Kampung Bahari, BNN berharap dapat memutus rantai distribusi narkoba yang telah berlangsung selama bertahun-tahun di kawasan tersebut. Masyarakat Jakarta Utara kini dapat merasa lebih aman dengan adanya operasi besar-besaran ini.