Berita

Banjir Terjadi di Aceh dan Sumut, Ribuan Warga Terdampak

banjir-di-aceh-selatan-dok-bnpb-1793339668231_43
Foto : Rachmat Razi - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Banjir Meluas di Aceh dan Sumatera Utara, Ribuan Penduduk Terkena Dampak
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Banjir Meluas di Aceh dan Sumatera Utara, Ribuan Penduduk Terkena Dampak

Ceritaberkat.com – Hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir di sejumlah wilayah Aceh dan Sumatera Utara sepanjang akhir Oktober 2026. Permukiman, jalan, rumah warga, hingga fasilitas ibadah terdampak akibat luapan sungai dan genangan yang terjadi di beberapa kabupaten serta kota.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kejadian banjir di Sumatera Utara meliputi Kabupaten Langkat, Mandailing Natal, Asahan, dan Kota Medan. Sementara di Aceh, banjir dilaporkan terjadi di Aceh Selatan serta Kota Subulussalam. Data yang disampaikan pada Jumat, 30 Oktober 2026, menggambarkan besarnya jumlah keluarga dan warga yang harus menghadapi dampak cuaca ekstrem tersebut.

Langkat dan Mandailing Natal

Di Kabupaten Langkat, banjir berdampak pada 691 kepala keluarga. Angka itu mengacu pada kondisi yang tercatat pada Rabu, 28 Oktober. BNPB menegaskan bahwa rincian dampak di wilayah tersebut merujuk pada pencatatan pada hari itu.

“Adapun dampak 691 KK di Kabupaten Langkat yang disebut berikut merujuk pada laporan Rabu (28/10),” ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam keterangan tertulis.

Banjir juga menerjang Mandailing Natal atau Madina, terutama di Desa Binanga, Kecamatan Huta Bargot, dan Desa Rumbio, Kecamatan Panyabungan Utara. Hujan deras pada Rabu, 28 Oktober, menyebabkan Sungai Simalagi meluap dan air masuk ke kawasan warga.

Sebanyak 32 rumah terendam di dua desa tersebut. Satu fasilitas ibadah turut terkena dampak. Selain menggenangi bangunan, air sempat membuat akses jalan tidak dapat dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi seperti ini dapat menghambat mobilitas warga, termasuk perjalanan menuju fasilitas umum dan pengiriman kebutuhan ke lokasi terdampak.

Ribuan Warga Asahan Terdampak

Di Kabupaten Asahan, air mulai menggenangi rumah penduduk sejak Selasa, 27 Oktober. Lokasi terdampak berada di Desa Sei Silau Tua dan Desa Bangun Sari, Kecamatan Setia Janji. Tinggi genangan berada pada kisaran 30 sampai 80 sentimeter.

Total 3.610 orang terdampak di dua desa itu. Desa Sei Silau Tua mencatat 2.910 warga terdampak, sedangkan Desa Bangun Sari mencatat 700 orang. Perbedaan tinggi air di tiap titik perlu menjadi perhatian warga karena kondisi banjir dapat berubah mengikuti curah hujan, aliran air dari wilayah sekitar, dan kapasitas saluran maupun sungai setempat.

Di Kota Medan, banjir juga merendam lingkungan permukiman. Salah satu kawasan yang mengalami dampak adalah Kampung Aur. Genangan di kawasan padat penduduk menuntut kewaspadaan lebih tinggi, terutama bagi keluarga dengan anak-anak, lansia, serta warga yang tinggal di rumah dengan posisi lantai rendah.

Luapan Sungai di Aceh Selatan

Wilayah Aceh Selatan turut menghadapi banjir setelah hujan lebat mengguyur daerah tersebut pada Rabu, 28 Oktober. Air melanda Gampong Lhok Raya dan Gampong Cot Bayu di Kecamatan Trumon Tengah.

Luapan Sungai Lae Soraya dan Kruen Trumon Raya menjadi pemicu utama genangan di kawasan itu. Saat debit sungai meningkat, wilayah di sekitar aliran air berpotensi lebih cepat terdampak. Warga di area rawan perlu memperhatikan perubahan cuaca dan kondisi sungai, terutama ketika hujan deras berlangsung dalam waktu lama.

Di Kota Subulussalam, banjir memengaruhi 1.985 kepala keluarga. Sebanyak 177 rumah tercatat terendam. Dampak tersebut menunjukkan bahwa banjir tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan tersebar di beberapa wilayah Aceh pada periode yang hampir bersamaan.

Waspada Bibit Siklon Tropis 91B

BNPB mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bibit siklon tropis 91B. Sistem cuaca ini terbentuk pada Kamis, 29 Oktober, pukul 01.00 WIB, di Laut Andaman atau di sisi utara Aceh.

Kehadiran bibit siklon tersebut berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Aceh dan Sumatera Utara. Selain ancaman hujan, wilayah perairan juga perlu diperhatikan karena gelombang di Selat Malaka bagian utara berpotensi mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.

Masyarakat yang tinggal dekat sungai, kawasan rendah, dan lokasi yang sebelumnya sudah tergenang perlu mengikuti informasi cuaca serta arahan dari pemerintah daerah dan petugas kebencanaan. Pengendara juga disarankan tidak memaksakan perjalanan pada ruas yang tertutup air atau arus banjir, mengingat kondisi jalan dapat berubah cepat dan sulit diperkirakan.

Bagi warga yang rumahnya mulai dimasuki air, keselamatan anggota keluarga menjadi prioritas. Dokumen penting, obat-obatan, perangkat komunikasi, dan kebutuhan dasar sebaiknya diamankan di tempat lebih tinggi. Perhatian terhadap perkembangan cuaca dan kondisi lingkungan sekitar menjadi langkah penting selama potensi hujan masih berlangsung.

Frequently Asked Questions

What is Banjir Terjadi di Aceh dan Sumut?

Banjir Terjadi di Aceh dan Sumut is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Banjir Terjadi di Aceh dan Sumut matter?

Banjir Terjadi di Aceh dan Sumut matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Rachmat Razi - ceritaberkat.com

Rachmat Razi - ceritaberkat.com

Rachmat Razi adalah seorang SEO content writer yang suka menulis dan membahas berbagai hal, serta berdedikasi dalam mengoptimalkan situs web untuk mesin pencari.