Pengunjung Napi Lapas Banceuy Ketahuan Umpetin Sabu di Ikat Rambut
Daftar Isi
Pengunjung Napi Lapas Banceuy Ketahuan Menyembunyikan Sabu dalam Ikat Rambut
Ceritaberkat.com – Pengunjung Napi Lapas Banceuy Ketahuan membawa barang yang diduga narkotika jenis sabu saat layanan kunjungan berlangsung di Lapas Kelas IIA Banceuy Bandung. Temuan itu terjadi pada Selasa, 27 Oktober, sekitar pukul 11.30 WIB. Barang mencurigakan tersebut disembunyikan di dalam ikat rambut yang dikenakan salah seorang pengunjung.
Upaya dugaan penyelundupan itu terungkap ketika petugas melakukan pemeriksaan terhadap pengunjung dan barang bawaan sebelum memasuki area lapas. Pemeriksaan menjadi bagian dari pengamanan rutin untuk menjaga ketertiban sekaligus mencegah masuknya barang terlarang ke lingkungan pemasyarakatan.
Petugas kemudian menaruh perhatian pada sebuah ikat rambut yang digunakan pengunjung. Aksesori tersebut tampak tidak seperti benda biasa karena terdapat bagian yang diduga telah dijahit kembali. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih teliti, petugas menemukan paket yang diduga berisi sabu.
Dua Orang Datang Mengunjungi WBP Berinisial IP
Kepala Lapas Kelas IIA Banceuy Bandung, Eris Ramdani, mengatakan terdapat dua pengunjung yang datang untuk menemui warga binaan pemasyarakatan atau WBP berinisial IP. Mereka adalah EW, yang disebut sebagai ibu kandung IP, serta MM yang datang mendampingi EW.
“Pada pelaksanaan layanan kunjungan tersebut, terdapat dua orang pengunjung yang akan mengunjungi warga binaan pemasyarakatan (WBP) atas nama IP, yaitu EW selaku ibu kandung WBP dan MM (mendampingi EW),” kata Eris.
Dalam pemeriksaan terhadap MM, petugas menemukan benda yang diduga narkotika disembunyikan pada ikat rambut. Kondisi fisik ikat rambut itu menjadi salah satu hal yang memicu kecurigaan karena terdapat bagian yang dijahit kembali untuk menutup tempat penyimpanan barang tersebut.
Kasus Pengunjung Napi Lapas Banceuy Ketahuan ini memperlihatkan bahwa pemeriksaan keamanan tidak hanya berfokus pada tas, paket, atau barang berukuran besar. Benda pribadi yang dipakai pengunjung juga dapat diperiksa apabila diperlukan, terutama bila terlihat adanya perubahan bentuk atau kondisi yang tidak wajar.
Barang yang Diduga Sabu Berbobot Bruto 8,97 Gram
Barang bukti yang ditemukan disebut memiliki berat bruto 8,97 gram. Paket tersebut diduga sengaja ditempatkan di dalam ikat rambut agar tidak mudah terlihat dalam pemeriksaan awal sebelum pengunjung memasuki area layanan kunjungan.
“Pada saat pemeriksaan terhadap pengunjung atas nama MM petugas menemukan barang yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 8,97 gram, yang disembunyikan di dalam ikat rambut. Ikat rambut tersebut diketahui telah dijahit kembali untuk menyembunyikan barang yang diduga narkotika tersebut,” ungkap Eris.
Temuan tersebut menjadi alasan pentingnya pemeriksaan yang dilakukan secara cermat dan menyeluruh. Barang kecil dapat dimodifikasi atau digunakan sebagai tempat penyimpanan untuk menyembunyikan objek terlarang. Karena itu, petugas perlu mencermati setiap barang yang dibawa maupun dikenakan pengunjung sesuai prosedur keamanan yang berlaku.
Pengawasan saat kunjungan juga diperlukan untuk melindungi warga binaan, keluarga pengunjung, serta petugas. Layanan kunjungan tetap menjadi sarana penting untuk menjaga hubungan WBP dengan keluarganya, tetapi pelaksanaannya harus mengikuti aturan yang ditetapkan oleh pihak lapas.
Barang Bukti Diamankan untuk Proses Lanjutan
Setelah barang yang diduga sabu itu ditemukan, petugas segera mengamankan, mendata, dan mendokumentasikan barang bukti. Peristiwa tersebut selanjutnya diteruskan kepada Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan atau Ka KPLP untuk dilakukan pemeriksaan serta pendalaman sesuai ketentuan yang berlaku.
“Barang bukti berupa barang yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 8,97 gram selanjutnya diamankan, didata, dan didokumentasikan untuk kepentingan proses penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas Eris.
Pendataan dan dokumentasi diperlukan dalam penanganan awal agar setiap barang bukti tercatat dengan baik. Langkah ini juga mendukung proses pemeriksaan berikutnya dan memastikan penanganan perkara berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.
Pengunjung Napi Lapas Banceuy Ketahuan menyembunyikan barang diduga sabu sebelum benda tersebut masuk lebih jauh ke dalam lingkungan lapas. Keberhasilan petugas menemukan paket tersebut menunjukkan fungsi pemeriksaan kunjungan sebagai langkah pencegahan terhadap gangguan keamanan dan potensi pelanggaran aturan di fasilitas pemasyarakatan.
FAQ Seputar Pemeriksaan Kunjungan di Lapas
Mengapa pengunjung lapas diperiksa?
Pemeriksaan dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas. Petugas perlu mencegah masuknya barang yang dilarang atau benda lain yang berpotensi mengganggu keamanan selama layanan kunjungan berlangsung.
Apakah barang yang dikenakan pengunjung dapat diperiksa?
Barang pribadi yang dikenakan pengunjung dapat diperiksa bila diperlukan sesuai prosedur keamanan. Pemeriksaan dapat dilakukan terhadap benda yang terlihat mencurigakan, termasuk aksesori atau barang yang memiliki bagian tidak wajar.
Apa yang dilakukan petugas ketika menemukan barang mencurigakan?
Petugas akan mengamankan barang tersebut, melakukan pendataan serta dokumentasi, kemudian meneruskannya untuk penanganan dan pendalaman sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam kejadian di Lapas Banceuy, barang yang diduga sabu dengan berat bruto 8,97 gram telah diamankan.