Polisi Ungkap Modus Penyelundupan 73 Ribu Benih Lobster yang Dicegah ke Vietnam
Daftar Isi
Polisi Dalami Dugaan Penyelundupan 73 Ribu Benih Lobster ke Vietnam
Ceritaberkat.com – Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri terus menyelidiki dugaan penyelundupan 73 ribu ekor benih lobster dari Indonesia yang hendak dikirim ke Vietnam. Dalam perkara ini, jaringan pelaku diduga memakai pola pengiriman berbeda untuk mengurangi kemungkinan barang terdeteksi di perjalanan.
Benih lobster dikemas ulang di sebuah lokasi di Cinere, Depok, sebelum dibawa menuju jalur distribusi berikutnya. Koper digunakan untuk pengangkutan melalui udara, sedangkan boks styrofoam dipakai ketika pengiriman dilakukan lewat jalur darat. Penyidik kini mendalami seluruh rantai aktivitas tersebut, termasuk asal benih lobster, proses penampungan, hingga pihak yang mengendalikan operasi.
Lokasi repacking diperiksa langsung
Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Mohammad Irhamni mendatangi lokasi repacking di Cinere pada Rabu, 21 Oktober 2026. Dari pendalaman awal, kelompok tersebut disebut telah menjalankan aktivitas serupa hingga 40 kali.
Benih lobster diduga dikumpulkan dari sejumlah titik di kawasan pantai selatan Jawa. Wilayah yang disebut terkait dengan pengambilan benih itu meliputi Sukabumi, Garut, Cilacap, Pelabuhan Ratu, dan Pangandaran. Setelah dihimpun dari berbagai daerah, benih-benih tersebut dibawa melalui perjalanan darat ke Depok.
“Jadi, 40 kali yang mereka lakukan tentunya dia mengumpulkan dari sumber-sumber yang ada di pantai Selatan Jawa. Di situ ada dari Sukabumi, dari Garut, dari Cilacap, dari Pelabuhan Ratu, Pangandaran,” ujar Brigjen Irhamni.
Di lokasi penampungan itu, pelaku diduga telah menyiapkan sarana untuk menjaga kondisi benih lobster sebelum pengemasan ulang. Tersedia bak penampungan yang diisi air laut serta perlengkapan lain yang diperlukan selama proses persiapan barang.
“Kemudian ya lewat darat dikumpulkan di sini. Di sini sudah disiapkan seperti air laut, kemudian bak penampungan dan sebagainya sudah disiapkan di sini,” ungkapnya.
Koper dan styrofoam dipakai untuk jalur berbeda
Setelah tiba di Cinere, benih lobster dimasukkan kembali ke dalam wadah yang telah disiapkan. Penyidik menemukan indikasi penggunaan kardus, boks styrofoam, dan koper sebagai bagian dari pola pengemasan. Pemilihan wadah diduga disesuaikan dengan moda transportasi yang akan digunakan.
Boks dipersiapkan untuk perjalanan lewat darat, sementara koper dipakai saat pengiriman ditempuh melalui jalur udara. Pola tersebut menjadi perhatian karena diduga dirancang untuk menyamarkan muatan dan menghindari pemeriksaan pada titik-titik pengawasan.
“Kemudian kardus ataupun styrofoam sudah disiapkan di tempat ini. Kemudian di-repacking, di-packing ulang rapi, masuk di boks ataupun koper. Yang boks itu untuk perjalanan darat, untuk koper untuk perjalanan udara,” kata Irhamni.
Penggunaan beberapa jalur pengangkutan membuat penyidik perlu menelusuri setiap tahapan pergerakan barang. Pemeriksaan tidak hanya menyoroti lokasi pengemasan, tetapi juga kemungkinan jalur yang dilalui sejak benih lobster diambil dari pesisir hingga disiapkan untuk diberangkatkan ke luar negeri.
“Mereka bisa mengelabui pejabat-pejabat bea cukai, kemudian pejabat-pejabat yang seharusnya melakukan upaya pengungkapan atau penangkapan. Kalau darat, harusnya bisa kita deteksi di selama perjalanannya,” tutupnya.
Dua pelaku lapangan telah diamankan
Dalam pengungkapan kasus ini, Bareskrim Polri telah menangkap dua orang yang diduga menjalankan peran lapangan sebagai pengantar benih lobster. Keduanya bernama Rafles Valentino Jose Rijal dan Ferdi Avansah.
Kedua orang tersebut berasal dari Lampung dan diduga mendapat perintah dari pemilik modal atau pihak yang disebut sebagai bos. Mereka ditugaskan mengambil benih lobster di wilayah Depok dari seseorang yang tidak dikenal. Orang yang menyerahkan barang itu disebut berasal dari Pangandaran.
Susunan kerja seperti ini menunjukkan adanya pemisahan peran di antara pihak-pihak yang terlibat. Para pelaku lapangan diduga tidak saling mengenal dengan anggota jaringan lainnya. Pola tersebut dapat menyulitkan penelusuran karena setiap orang hanya mengetahui tugas pada bagian tertentu dari rangkaian pengiriman.
“Dalam perkara ini, penyidik telah mengamankan dua orang pelaku lapangan. Yang pertama, Saudara Rafles Valentino Jose Rijal. Yang kedua adalah Saudara Ferdi Avansah,” lanjut Irhamni.
Penyidik masih mendalami pihak yang memberi perintah, sumber pendanaan, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam pengumpulan dan pengiriman benih lobster. Penelusuran juga diarahkan untuk mengungkap hubungan antara pengambil benih di daerah pesisir, lokasi penampungan di Depok, dan rencana pengiriman menuju Vietnam.
Ancaman pidana lebih dari lima tahun
Para tersangka dijerat dengan Pasal 92 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. Ketentuan tersebut membawa ancaman hukuman penjara di atas lima tahun. Selain perkara perikanan, penyidik membuka kemungkinan penerapan pasal tindak pidana pencucian uang atau TPPU.
Penerapan TPPU berpotensi menelusuri aliran dana yang berkaitan dengan aktivitas dugaan penyelundupan. Langkah ini penting untuk melihat apakah terdapat keuntungan yang diperoleh dari perdagangan benih lobster serta untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang mungkin menerima atau mengelola hasil kejahatan.
Kasus ini menempatkan proses pengawasan dari wilayah pesisir sampai jalur transportasi sebagai bagian penting dalam penegakan hukum. Pengumpulan benih dari beberapa daerah, penampungan di satu lokasi, dan penggunaan moda pengiriman berbeda memperlihatkan bahwa penanganan perkara tidak berhenti pada penangkapan kurir. Penyidik masih berupaya mengurai jaringan yang berada di balik dugaan penyelundupan puluhan ribu benih lobster tersebut.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Polisi Ungkap Modus Penyelundupan 73 Ribu?
Polisi Ungkap Modus Penyelundupan 73 Ribu is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Polisi Ungkap Modus Penyelundupan 73 Ribu matter?
Polisi Ungkap Modus Penyelundupan 73 Ribu matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.