Berita

Prabowo Tiba di India untuk Hadiri KTT ke-18 BRICS sebagai Anggota Penuh

presiden-prabowo-tiba-di-india-foto-muchlis-jr-biro-pers-media-dan-informasi-sekretariat-presiden-1789175702780_169
Foto : Michael Smith - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Prabowo Tiba di New Delhi untuk Mengikuti KTT BRICS ke-18
  2. Agenda KTT dan Posisi Indonesia
  3. Rombongan dari Jakarta
  4. Related Reading
  5. Frequently Asked Questions

Prabowo Tiba di New Delhi untuk Mengikuti KTT BRICS ke-18

Ceritaberkat.com – Presiden Prabowo Subianto telah tiba di New Delhi, India, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi BRICS ke-18 yang digelar pada 12-13 September 2026. Kehadiran Indonesia dalam forum tersebut menandai partisipasi sebagai anggota penuh dalam pertemuan negara-negara berkembang yang membahas kerja sama strategis lintas sektor.

Pesawat yang membawa Prabowo mendarat di Air Force Station Palam pada Jumat malam, 11 September 2026, sekitar pukul 22.00 waktu setempat. Setibanya di bandara, Presiden menerima penyambutan resmi dari sejumlah pejabat India dan perwakilan Indonesia di New Delhi.

Penyambutan Resmi di Air Force Station Palam

Di area kedatangan, Prabowo disambut Menteri Negara Urusan Batu Bara dan Pertambangan India Shri Satish Chandra Dubey. Turut hadir Additional Secretary (South) Kementerian Luar Negeri India Prashant Agrawal serta Kepala Komandan AFS Palam Brigjen Rishabh Mittal.

Dari pihak Indonesia, penyambutan dilakukan oleh Kuasa Usaha Ad Interim KBRI New Delhi Yudho Sasongko dan Atase Pertahanan RI di India Brigjen TNI (Mar) Burhanudin. Rangkaian penyambutan juga mencakup jajar pasukan kehormatan di bawah tangga pesawat.

Nuansa budaya India turut mewarnai kedatangan Presiden melalui pertunjukan seni dan tari tradisional. Penyambutan tersebut menjadi pembuka agenda kunjungan Prabowo sebelum dimulainya pertemuan tingkat tinggi BRICS.

Agenda KTT dan Posisi Indonesia

KTT BRICS ke-18 di India akan mempertemukan para pemimpin negara anggota untuk membicarakan penguatan kolaborasi di antara negara-negara berkembang. Pembahasan diarahkan pada isu-isu yang memiliki dampak langsung terhadap pembangunan dan ketahanan ekonomi, termasuk pangan, energi, pembiayaan pembangunan, serta perdagangan.

Forum BRICS menjadi salah satu ruang diplomasi multilateral yang penting bagi Indonesia untuk menyuarakan kepentingan negara berkembang. Sebagai anggota penuh, Indonesia berupaya memperluas keterlibatan dalam kerja sama internasional sekaligus mengambil peran yang lebih aktif dalam percakapan mengenai arah ekonomi global.

Partisipasi ini juga mencerminkan dorongan Indonesia terhadap tata ekonomi dunia yang lebih seimbang dan inklusif. Bagi banyak negara berkembang, akses terhadap pembiayaan, pasar, energi yang andal, dan sistem perdagangan yang terbuka merupakan unsur penting untuk menopang pertumbuhan jangka panjang.

Isu pangan mendapat perhatian karena berkaitan dengan ketersediaan bahan pokok, kelancaran rantai pasok, dan ketahanan masyarakat menghadapi gejolak harga. Sementara itu, kerja sama energi dapat menjadi ruang pertukaran kepentingan mengenai pasokan, investasi, serta keberlanjutan. Pada saat yang sama, pembiayaan pembangunan dan perdagangan menjadi dua unsur yang erat kaitannya dengan kemampuan negara membangun infrastruktur, memperluas industri, dan membuka peluang ekonomi.

Kerja Sama Multilateral sebagai Jalur Diplomasi

Keikutsertaan Indonesia dalam KTT BRICS tidak hanya berkaitan dengan kehadiran pada pertemuan para pemimpin. Forum ini membuka kesempatan untuk membangun komunikasi antarpemerintah mengenai prioritas yang sama, terutama ketika negara-negara berkembang membutuhkan suara yang lebih besar dalam pembahasan kebijakan ekonomi internasional.

Dalam konteks tersebut, Indonesia membawa kepentingan untuk memperkuat kemitraan yang memberi manfaat nyata. Kerja sama multilateral dapat menjadi jalur untuk membahas kebutuhan pembangunan secara lebih luas, tanpa mengabaikan kepentingan nasional dan posisi Indonesia dalam hubungan dengan berbagai mitra dunia.

Pertemuan di New Delhi diharapkan menghasilkan langkah-langkah yang lebih konkret dalam bidang-bidang yang dibahas. Bagi Indonesia, hasil dialog akan bernilai apabila dapat mendukung terbukanya kesempatan kerja sama, penguatan ketahanan ekonomi, dan pertukaran yang saling menguntungkan dengan negara anggota lainnya.

Rombongan dari Jakarta

Sebelum tiba di India, Prabowo berangkat dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Jumat, 11 September 2026, pukul 17.00 WIB. Presiden melakukan perjalanan bersama rombongan terbatas menuju New Delhi untuk menjalankan agenda KTT.

Dalam penerbangan tersebut, Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Kehadiran para menteri dan pejabat terkait menunjukkan bahwa agenda BRICS bersinggungan dengan sejumlah bidang kebijakan penting. Diplomasi luar negeri, investasi, hilirisasi, pengembangan sains dan teknologi, hingga koordinasi pemerintahan memiliki keterkaitan dengan pembahasan kerja sama antarnegara yang akan berlangsung dalam forum tersebut.

Selama KTT berlangsung pada 12 dan 13 September, perhatian akan tertuju pada pertemuan para pemimpin negara anggota serta arah kerja sama yang disepakati. Bagi Indonesia, partisipasi sebagai anggota penuh menjadi kesempatan untuk menyampaikan kepentingan nasional dalam diskusi global sambil memperkuat perannya di antara negara-negara berkembang.

Frequently Asked Questions

What is Prabowo Tiba di India untuk Hadiri?

Prabowo Tiba di India untuk Hadiri is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Prabowo Tiba di India untuk Hadiri matter?

Prabowo Tiba di India untuk Hadiri matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.