Berita

6 Fakta Kebakaran Maut di Tebet Bikin Panik Penghuni Loncat dari Lantai 2

Foto : Michael Anderson - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Kebakaran Dini Hari di Tebet: Empat Warga Tewas, Satu Luka Bakar, Api Dipicu Dugaan Gangguan Listrik
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Kebakaran Dini Hari di Tebet: Empat Warga Tewas, Satu Luka Bakar, Api Dipicu Dugaan Gangguan Listrik

Ceritaberkat.com – Sebuah bangunan dua lantai yang berfungsi sebagai rumah kos sekaligus tempat usaha fotokopi di kawasan Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, dilahap api pada Senin dini hari, 24 Agustus 2026. Insiden yang terjadi ketika sebagian besar penghuni masih terlelap itu merenggut empat nyawa dan melukai satu orang lainnya. Total area yang terbakar mencapai sekitar 1.200 meter persegi, membuat peristiwa ini menjadi salah satu kebakaran permukiman paling mematikan di ibu kota dalam beberapa waktu terakhir.

Laporan pertama masuk ke call center Jakarta Siaga 112 pada pukul 03.20 WIB. Tim pemadaman tiba dan memulai operasi sekitar pukul 03.30 WIB, sementara api baru benar-benar dinyatakan padam tiga jam kemudian, yakni pukul 06.30 WIB. Untuk mengatasi kobaran, Dinas Gulkarmat mengerahkan 21 unit mobil pompa beserta 86 personel pemadam kebakaran ke lokasi di Jalan Rasamala II RT 06 RW 09, Kelurahan Menteng Dalam, Kecamatan Tebet.

Dugaan Pemicu: Fenomena Listrik

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan, Asril Rizal, menyatakan bahwa penyebab kebakaran diduga berasal dari gangguan kelistrikan. Ia menjelaskan bahwa titik awal api kemungkinan bermula dari bagian bawah ruang mesin fotokopi di lantai pertama bangunan tersebut.

“Dugaan penyebab kebakaran, fenomena listrik.”

Penjelasan ini sejalan dengan pola umum kebakaran permukiman padat di perkotaan Indonesia, di mana instalasi listrik yang sudah menua, beban daya berlebih, dan kurangnya pemeliharaan rutin kerap menjadi pemicu utama. Bangunan kos yang sekaligus menampung peralatan fotokopi berdaya tinggi meningkatkan risiko tersebut, terutama pada jam-jam ketika penghuni tidak aktif memantau kondisi lingkungan.

Momen Panik: Teriakan dan Asap di Tengah Malam

Salah satu saksi mata menuturkan bahwa ia baru menyadari adanya kebakaran setelah mendengar teriakan dari kos sebelah dan melihat asap merembes masuk ke kamarnya sekitar pukul 03.15 WIB. Saat itu api belum membesar secara signifikan, sehingga sebagian penghuni masih memiliki kesempatan untuk keluar melalui jalur normal.

“Saksi mendengar suara teriakan kebakaran dari kost sebelah dan asap masuk ke dalam kamar kostnya,” kata Asril.

Asril menambahkan bahwa dugaan titik api berasal dari bagian bawah ruang mesin fotokopi di lantai pertama, yang kemudian menjalar ke atas dan ke area kos di lantai dua.

Lompat dari Lantai Dua: Upaya Penyelamatan Terakhir

Salman, salah satu penghuni kos, memilih melompat dari lantai dua untuk menyelamatkan diri ketika jalur evakuasi sudah tidak aman. Ia mengakui tidak sempat membawa barang berharga apa pun; ijazah dan pakaian miliknya hangus bersama bangunan.

“Ijazah terbakar, pakaian juga tidak ada namun barusan menerima donasi baju dari tetangga,” ujar Salman.

Ia mengungkapkan bahwa total tiga orang melompat dari lantai dua. Satu orang lainnya, rekannya, memilih menerobos pagar depan rumah sambil menembus kobaran api. Keputusan itu berujung pada luka bakar. Salman menambahkan bahwa salah satu pelompat juga mengalami keseleo di kaki akibat benturan saat mendarat.

“Dia agak telat jadi kena luka bakar, sama yang lompat kakinya keseleo,” ujar Salman.

Daftar Korban

Empat orang dinyatakan tewas dalam kebakaran ini. Identitas mereka adalah:

Rini Astuti, berusia 68 tahun; Sugi Haryono, 77 tahun; Reza Ponti Wicaksana, 40 tahun; serta Indra, 25 tahun. Satu korban lainnya, pria bernama Gabriel (25), mengalami luka bakar dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Tebet untuk penanganan medis. Jenazah korban meninggal dibawa ke RS Polri untuk keperluan identifikasi dan pemeriksaan lanjutan.

Pemprov DKI Janjikan Bantuan Penuh

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendatangi lokasi kejadian dan menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan memberikan bantuan menyeluruh kepada keluarga korban. Ia menginstruksikan jajaran Dinas Damkar dan organisasi perangkat daerah terkait untuk mengurus proses pemakaman serta menanggung biayanya, baik bagi korban yang sudah teridentifikasi maupun yang belum.

“Dan tentunya saya sudah meminta kepada Dinas Damkar dan juga OPD terkait untuk memberikan bantuan sepenuhnya, termasuk pemakaman,” kata Pramono di Menteng Dalam.

Komitmen ini menjadi penting mengingat beberapa korban merupakan penghuni kos yang kemungkinan tidak memiliki jaringan keluarga dekat di lokasi kejadian. Proses identifikasi dan koordinasi dengan pihak keluarga menjadi langkah krusial sebelum pemakaman dapat dilaksanakan.

Polisi dan Puslabfor Olah TKP

Kapolsek Tebet, AKP Ischak, mengonfirmasi bahwa penyelidikan penyebab pasti kebakaran masih berlangsung. Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) dilibatkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara secara teknis. Pemeriksaan saksi-saksi juga terus dilakukan.

“Betul. Menindaklanjuti sebab kebakaran oleh Puslabfor,” kata Ischak.

Ia menjelaskan bahwa korban meninggal dibawa ke RS Polri, sementara korban luka dirawat di RSUD Tebet. Pihak kepolisian masih melakukan serangkaian pendalaman untuk memastikan apakah dugaan gangguan listrik memang menjadi penyebab tunggal atau ada faktor lain yang memperparah penyebaran api.

Konteks dan Implikasi

Kebakaran di kawasan permukiman padat seperti Tebet kerap menjadi pengingat akan kerentanan infrastruktur listrik pada bangunan tua yang difungsikan ganda sebagai tempat tinggal dan usaha kecil. Bangunan dua lantai dengan area terbakar seluas 1.200 meter persegi menunjukkan betapa cepatnya api dapat menyebar ketika bahan mudah terbakar dan peralatan elektronik berpadu dalam satu struktur. Waktu kejadian—dini hari—memperparah risiko karena penghuni tertidur dan jalur evakuasi sering kali tidak tersedia atau tidak terlatih digunakan.

Peristiwa ini juga menyoroti pentingnya ketersediaan jalur evakuasi yang jelas, instalasi listrik yang memenuhi standar, serta simulasi kebakaran berkala di kawasan kos dan usaha kecil. Bagi warga Jakarta Selatan dan kawasan padat lainnya, insiden di Menteng Dalam menjadi peringatan bahwa risiko kebakaran tidak mengenal batas waktu, dan kesiapsiagaan individu maupun komunitas menjadi garis pertahanan pertama ketika api berkobar di tengah malam.

Frequently Asked Questions

What is 6 Fakta Kebakaran Maut di Tebet?

6 Fakta Kebakaran Maut di Tebet is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 6 Fakta Kebakaran Maut di Tebet matter?

6 Fakta Kebakaran Maut di Tebet matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.