Berita

Semangat Napi Sukamiskin Dukung Ketahanan Pangan dan Pertahanan Lewat Sukaboat

Foto : Hana Salsabila - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Napi Sukamiskin Bangun Kapal Dukung Ketahanan Pangan
  2. Related Reading

Napi Sukamiskin Bangun Kapal Dukung Ketahanan Pangan

Ceritaberkat.com – Di balik tembok Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, sekelompok warga binaan tengah mengerjakan proyek yang jarang terdengar dari lembaga pemasyarakatan mana pun: konstruksi dua kapal 10 meter. Semangat napi Sukamiskin dukung ketahanan pangan dan pertahanan negara bukan sekadar slogan, melainkan wujud nyata dari tangan-tangan yang selama ini dianggap hanya menunggu waktu bebas. Dari total 187 ribu warga binaan di seluruh Indonesia, mereka membuktikan bahwa kapasitas teknis bisa diarahkan ke kepentingan strategis bangsa.

Dua unit kapal itu masing-masing diberi nama Sukaboat Fisherman 10 (SBF-10) dan Sukaboat 10 (SB-10). Keduanya berbagi panjang 10 meter, tetapi filosofi desain, material, dan misi operasionalnya berbeda secara fundamental. SBF-10 melayani sektor perikanan tradisional; SB-10 diproyeksikan sebagai armada cepat penjaga kedaulatan perairan.

SBF-10: Fiberglass dengan Wajah Kapal Kayu Pesisir

Emirsyah Satar, yang memimpin tim manajerial Sukaboat, menjelaskan bahwa SBF-10 lahir dari kebutuhan konkret nelayan rajungan di Cirebon. Rio, napi lain dengan latar desain produk, mengonfirmasi bahwa tim mengambil satu unit kapal kayu milik nelayan setempat sebagai acuan, lalu mengonversi seluruh strukturnya ke fiberglass tanpa mengubah karakter visual maupun tata letak operasional.

“Kami ambil satu contoh kapal nelayan yang dari kayu, lalu kami akan convert menjadi fiberglass, tapi dengan desain, look-nya tradisional. Jadi kearifan lokal kami mesti pertahankan, karakter dan layout-nya sesuai kebutuhan nelayan kita,” ujar Rio.

Pilihan fiberglass bukan soal estetika semata. Bobot material yang jauh lebih ringan dibanding kayu langsung menurunkan konsumsi bahan bakar per pelayaran. Tim Sukaboat juga merencanakan penyesuaian rasio propeler agar daya dorong mesin yang sama menghasilkan efisiensi bahan bakar lebih tinggi.

“Jadi kita adjust bahan kapalnya, propelernya kita kencengin dengan mesin yang sama, jadi harusnya lebih irit karena fiberglass tidak seberat kayu,” kata Rio.

Emirsyah menegaskan bahwa proyek ini merupakan kontribusi warga binaan terhadap program Asta Cita Presiden, khususnya pada dimensi ketahanan pangan dan kesejahteraan nelayan. Ia menyampaikan pernyataan tersebut pada Kamis (20/8/2026).

“Spesialnya dalam project Sukaboat, kapal SBF10 ini dipersembahkan para napi untuk mendukung program Asta Cita Bapak Presiden. Kan di situ adalah ketahanan pangan dan kesejahteraan nelayan, kami ingin berkontribusi,” kata Emirsyah.

Untuk memastikan kapal benar-benar terjangkau, tim telah membahas skenario pembiayaan: pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau pembelian melalui koperasi nelayan setempat.

SB-10: Modul Cepat untuk Pertahanan Perairan

Jika SBF-10 menjawab kebutuhan pangan dari laut, SB-10 menjawab kebutuhan menjaga laut itu sendiri. Rio merancang kapal ini setelah melihat warga binaan berhasil mengerjakan kapal 4–8 meter melalui program pelatihan di lapas. Target kecepatan SB-10 mencapai 50 knot. Di atas konstruksi fiberglass, aluminium menjadi bahan struktural utama, sementara bentuk dan pemilihan material diperhitungkan untuk mengurangi jejak radar sehingga kapal memperoleh kemampuan stealth parsial. Fungsi operasionalnya mencakup patroli rutin, pengamanan perairan, respons cepat keadaan darurat, serta penggunaan oleh sektor swasta.

“Kalau yang 10 meter ini, ceritanya laut kita kan mesti dilindungi. Jadi kami berangan-angan kalau kami bikin kapal 10 meter yang siap menghadapi ancaman kedaulatan negara di wilayah perairan,” kata Rio.

Visi Skala Nasional dan Pertanyaan yang Sering Diajukan

Rio tidak berhenti pada satu unit kapal. Ia melihat kemungkinan menularkan kemampuan pembuatan kapal ke seluruh lapas di Indonesia, sehingga Semangat napi Sukamiskin dukung ketahanan pangan bisa menjadi model replikasi nasional. Dengan 187 ribu warga binaan tersebar di berbagai lembaga, potensi tenaga kerja terampil yang tersimpan di balik jeruji masih sangat besar dan belum tergarap secara sistematis.

Tanya Jawab

Apakah kapal SBF-10 sudah bisa dibeli nelayan saat ini? Belum. Tim Sukaboat masih pada tahap prototipe dan pembahasan skenario pembiayaan. Opsi yang dipertimbangkan meliputi KUR dan koperasi nelayan setempat.

Material apa yang digunakan pada SB-10 dan mengapa? SB-10 memakai fiberglass sebagai badan utama dan aluminium untuk struktur internal. Kombinasi ini dipilih untuk menekan bobot, meningkatkan kecepatan hingga 50 knot, serta mengurangi jejak radar.

Siapa yang memimpin proyek Sukaboat? Tim manajerial dipimpin oleh Emirsyah Satar, napi Lapas Sukamiskin. Rio, napi lain dengan keahlian desain produk, berperan sebagai perancang utama kedua kapal.

Apakah proyek ini terkait program pemerintah? Ya. Emirsyah secara eksplisit mengaitkan proyek dengan program Asta Cita Presiden, khususnya pada aspek ketahanan pangan dan kesejahteraan nelayan.

Hana Salsabila - ceritaberkat.com

Hana Salsabila - ceritaberkat.com

Seorang penulis yang fokus pada kisah-kisah inspiratif tentang kebaikan dan berbagi. Hana menggambarkan bagaimana tindakan kecil dapat membawa perubahan besar dalam kehidupan seseorang.