Kronologi ASN Pemkot Bogor Diduga Jatuh ke Sungai Cisadane Saat Pulang Kerja
Kronologi ASN Pemkot Bogor Jatuh ke Sungai Cisadane
Ceritaberkat.com – Seseorang pegawai negeri sipil (ASN) Pemkot Bogor hingga kini belum ditemukan keberadaannya. Bayu Zulkarnain, ASN yang bertugas di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah, diperkirakan terjun ke aliran Sungai Cisadane di kawasan Cipaku, Bogor Selatan, pada Kamis malam. Kejadian ini terjadi saat ia sedang dalam perjalanan pulang dari kantor menuju kediamannya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, mengonfirmasi bahwa proses pencarian intensif telah memasuki hari kedua. Hingga Jumat (14/8/2026), sebanyak 70 personel gabungan dari berbagai instansi masih terus melakukan operasi penyelamatan di lokasi kejadian. Tim terdiri dari anggota Basarnas, petugas Damkar, personel BPBD, polisi, Tagana, serta relawan masyarakat yang turut membantu.
Detail Kronologi Terjadinya Kejadian
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa ini bermula sekitar pukul 19.00 WIB. Bayu Zulkarnain melintasi sebuah jembatan yang menghubungkan dua sisi jalan di Cipaku. Jembatan tersebut memiliki karakteristik turunan yang cukup curam dan umumnya digunakan oleh pengendara sepeda motor. Lokasi ini merupakan jalur rutin yang sering dilalui korban setiap hari saat berangkat maupun pulang kerja.
Pulang kerja. Kebetulan pegawai ASN Pemkot Bogor di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah.
Dimas Tiko menjelaskan bahwa kondisi geografis jembatan menjadi salah satu faktor yang diduga menyebabkan korban terjatuh. Turunan yang curam membuat pengendara perlu ekstra hati-hati, terutama pada malam hari dengan pencahayaan yang terbatas. Dugaan ini semakin kuat setelah ditemukan beberapa barang milik korban di lokasi kejadian.
Ya, kalau kronologinya ini kan kalau dilihat kan memang jembatan jalur motor ya, memang turunannya ini agak cukup curam. Posisinya cuma kan sehari-hari memang beliau pulang perginya memang melalui jalur jembatan ini.
Barang Korban Ditemukan di Sekitar Lokasi
Tim penyelamat menemukan sepeda motor korban tergeletak di atas permukaan jembatan. Sementara itu, tas milik Bayu Zulkarnain terlihat mengambang di permukaan air sungai. Helm korban juga ditemukan berada di dekat tas, sekitar 100 meter dari titik dugaan jatuhnya korban ke dalam sungai.
Motornya ditemukan di atas tergeletak, terus helm dan tasnya itu ada di muka air sekitar 100 meter dari dugaan titik jatuh.
Kondisi ini memberikan indikasi bahwa korban kemungkinan besar terjatuh dari sepeda motornya saat melewati bagian turunan jembatan. Motor yang tergeletak di atas jembatan menunjukkan bahwa korban mungkin terlepas dari kendali atau terjatuh bersama kendaraannya sebelum akhirnya masuk ke aliran sungai.
Posisinya mungkin ya, qadarullah. Qadarullah, pada saat kejadian kemarin di posisi turunan ujung jembatan, mungkin ya yang terjatuh seperti itu.
Proses Pencarian yang Sedang Berlangsung
Operasi pencarian saat ini dibagi menjadi dua tim utama. Tim pertama merupakan tim selam gabungan yang terdiri dari personel Damkar, Basarnas, dan BPBD. Mereka bertugas menyelam di dasar sungai untuk mencari jenazah korban. Sungai Cisadane di kawasan Cipaku memiliki kedalaman bervariasi dengan banyak bebatuan di dasar, sehingga proses penyelaman memerlukan ketelitian tinggi.
Tim kedua merupakan tim sisir darat yang bertugas memeriksa jaring-jaring yang telah dipasang di sekitar area sungai. Radius pencarian darat mencakup area sekitar 100 hingga 200 meter dari titik jatuh. Jaring alam yang terpasang diharapkan dapat membantu menahan korban jika terbawa arus sungai.
Nah, ini sedang dilakukan proses penyelamatan oleh tim selam gabungan. Ada dari Damkar, ada dari Basarnas, ada dari BPBD. Terus yang kedua dibagi juga menjadi tim sisir darat. Ada tim sisir darat mengecek jaring yang sudah dipasang dan kebetulan radius sekitar 100 sampai dengan 200 meter itu masih ada jaring alam.
Sungai Cisadane merupakan salah satu sungai utama yang mengalir melalui wilayah Bogor. Sungai ini memiliki panjang sekitar 100 kilometer dan bermuara di Laut Jawa. Di kawasan Cipaku, sungai ini mengalir melalui area pemukiman padat, sehingga keberadaan jembatan menjadi sarana penting bagi warga untuk melintasi sungai.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor menyatakan bahwa mereka mengoptimalkan berbagai sumber daya yang tersedia. Proses pencarian diproyeksikan dapat membuahkan hasil pada hari tersebut. Tim penyelamat terus bekerja tanpa henti untuk menemukan korban yang hingga kini belum ditemukan keberadaannya.
Jadi masih banyak bebatuan dan sega
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kronologi ASN Pemkot Bogor
Kapan kejadian ASN Pemkot Bogor jatuh ke Sungai Cisadane? Kejadian terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 19.00 WIB saat korban melintasi jembatan di kawasan Cipaku, Bogor Selatan.
Siapa nama korban yang hilang? Korban adalah Bayu Zulkarnain, seorang ASN yang bertugas di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Pemkot Bogor.
Bagaimana proses pencarian saat ini? Pencarian dibagi menjadi dua tim: tim selam gabungan (Damkar, Basarnas, BPBD) yang menyelam di dasar sungai, dan tim sisir darat yang memeriksa jaring-jaring di radius 100-200 meter dari titik jatuh.
Di mana tepatnya lokasi kejadian? Lokasi kejadian adalah jembatan di kawasan Cipaku, Bogor Selatan, yang merupakan jalur rutin korban saat pulang kerja.
Berapa lama proses pencarian berlangsung? Hingga Jumat (14/8/2026), proses pencarian telah memasuki hari kedua dengan 70 personel gabungan yang terlibat dalam operasi penyelamatan.