Waka Komisi IX DPR Dukung Tekad Prabowo Lanjutkan MBG, Usul Redesign Total
Daftar Isi
Charles Honoris Ajukan Redesign Total MBG: Dapur Sentralis Ganti dengan Dapur Sekolah
Ceritaberkat.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto mendapat dukungan penuh dari Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris. Namun, dukungan tersebut disertai dengan rekomendasi strategis berupa perubahan menyeluruh terhadap sistem pengelolaan program ini. Charles menekankan bahwa keberlanjutan MBG tidak hanya bergantung pada komitmen politik, tetapi juga pada perbaikan struktural yang mendasar.
Sebagai lembaga legislatif yang memiliki peran pengawasan, DPR dinilai Charles memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan visi Presiden dalam program makan bergizi ini dapat terwujud secara optimal. Program yang telah dimulai dengan skala nasional ini menghadapi berbagai tantangan implementasi, mulai dari aspek logistik hingga akuntabilitas keuangan.
Usulan Pindah Dapur ke Sekolah
Salah satu usulan utama yang disampaikan Charles adalah pergeseran model dapur dari sistem sentralistis menuju pendekatan berbasis sekolah. Perubahan ini diyakini dapat membuka ruang bagi partisipasi aktif masyarakat, khususnya orang tua murid, dalam mengawasi kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak mereka.
“Saya tetap berpendapat bahwa redesign total, merubah konsep dapur yang tersentralistis menjadi dapur berbasis sekolah. Sehingga celah untuk melakukan korupsi juga semakin kecil,” ujar Charles.
Pendekatan sekolah sebagai pusat distribusi makanan dinilai lebih efektif karena melibatkan pihak-pihak yang langsung merasakan manfaat program. Komite sekolah dan orang tua murid yang mengelola dapur di lingkungan masing-masing sekolah diharapkan dapat memastikan bahwa setiap anak menerima makanan yang bergizi, aman, dan layak konsumsi.
Menutup Celah Korupsi
Charles menyoroti bahwa korupsi dalam program MBG tidak hanya terjadi pada level pengadaan barang seperti motor listrik, tetapi juga pada level distribusi makanan ke anak-anak. Sistem dapur sentralistis yang ada saat ini memungkinkan terjadinya pemotongan porsi makanan yang seharusnya diterima siswa.
Dengan sistem yang diusulkan, setiap rupiah yang dialokasikan untuk makanan anak-anak dapat lebih termonitor. Charles memberikan contoh konkret bahwa porsi makanan yang seharusnya bernilai Rp10.000 bisa saja dipotong menjadi Rp8.000 atau bahkan Rp7.000 dalam sistem lama. Perubahan struktur pengelolaan diharapkan dapat mencegah praktik semacam itu.
“Korupsi itu sekali lagi, bukan saja di tubuh BGN dalam arti bukan saja dalam hal pengadaan motor listrik, pengadaan apa, keperluan BGN, tetapi korupsi bisa terjadi di dapur dengan memotong hak yang seharusnya diberikan kepada anak-anak. Yang mestinya porsinya Rp10.000, dipotong diberikan hanya Rp8.000 atau Rp7.000, gitu kan,” tegas Charles.
Program Sosial yang Wajib Dilindungi
Wakil Ketua Komisi IX ini juga menyatakan kesetujuannya dengan pernyataan Presiden bahwa koruptor dalam program MBG merupakan orang-orang yang biadab. Program makan bergizi bukan sekadar proyek infrastruktur atau pengadaan barang, melainkan program sosial yang menyentuh langsung kesejahteraan generasi muda bangsa.
“Nah, itu tadi. Saya sepakat dengan yang disampaikan Bapak Presiden, yang masih mau korupsi di program ini itu biadab, ya, karena ini program sosial. Makanya, program ini desainnya harus diubah, jangan seperti sekarang,” ujarnya.
Charles kembali menekankan pentingnya redesign total dengan memindahkan dapur ke sekolah. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi risiko korupsi, tetapi juga menghilangkan kebutuhan pengadaan kendaraan seperti motor listrik yang selama ini menjadi bagian dari sistem distribusi sentralistis.
“Oleh karena itu, itu redesign total dari program ini. Kembalikan ke dapur sekolah, jangan dibuat sentralistis, izinkan orang tua murid untuk bisa lebih terlibat ya dalam memberikan makan untuk anak-anaknya. Karena saya percaya orang tua murid tahu apa yang dibutuhkan dan pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya,” lanjutnya.
Reformasi sistem MBG ini diharapkan dapat menjadi model baru dalam pengelolaan program sosial di Indonesia. Dengan melibatkan komunitas lokal dan mengurangi birokrasi sentralistis, program makan bergizi dapat mencapai targetnya dengan lebih efisien dan transparan. Langkah ini juga sejalan dengan prinsip desentralisasi yang selama ini digaungkan dalam tata kelola pemerintahan Indonesia.
Dukungan dari Komisi IX DPR terhadap usulan redesign ini menunjukkan adanya konsensus politik untuk memperbaiki program MBG sebelum memasuki fase ekspansi lebih lanjut. Perubahan struktural yang diusulkan Charles diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi keberlanjutan program makan bergizi di masa depan, memastikan bahwa setiap anak Indonesia mendapatkan nutrisi yang cukup tanpa terhalang oleh praktik korupsi atau inefisiensi sistem.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Waka Komisi IX DPR Dukung Tekad?
Waka Komisi IX DPR Dukung Tekad is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Waka Komisi IX DPR Dukung Tekad matter?
Waka Komisi IX DPR Dukung Tekad matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.