Table of Contents
IMF: Konflik Timur Tengah Mengakibatkan Tantangan Signifikan di Berbagai Belahan Dunia
Washington, 9 April — Perang yang terjadi di wilayah Timur Tengah telah menimbulkan dampak luas ke berbagai negara, menurut Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva. Dalam pernyataannya, Georgieva menyebut bahwa tantangan ekonomi global kembali terjadi akibat konflik tersebut.
“Ekonomi dunia yang tangguh kini teruji lagi oleh perang yang sedang melanda Timur Tengah. Konflik ini memberi tekanan besar ke berbagai sektor global,” kata Georgieva, merujuk pada gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Menurut Georgieva, salah satu efek terbesar konflik ini adalah gangguan terhadap rantai pasokan energi. Pasokan minyak global mengalami penurunan distribusi sebesar 13 persen, sedangkan LNG mengalami penurunan hingga 20 persen per hari.
Selain itu, ketidakstabilan pasokan diprediksi akan menyebabkan penutupan beberapa kilang dan munculnya krisis bahan bakar serta pangan di berbagai wilayah. “Pengurangan permintaan menjadi tak terhindarkan akibat gangguan ini,” tambah Georgieva.
Sehari sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran. Respons dari Iran datang dari Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, yang menyatakan bahwa Selat Hormuz—salah satu jalur utama distribusi minyak dan LNG—akan dibuka kembali.
Penutupan Selat Hormuz sebelumnya memicu gangguan pasokan energi global, yang berdampak pada kenaikan harga bahan bakar. Gencatan senjata ini dianggap sebagai titik balik setelah serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Sebagai balasan, Iran melakukan serangan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah, yang memperparah krisis pasokan.
