Berita

BMKG Catat 37 Gempa Susulan Usai Gempa M 7 NTT

Foto : Michael Smith - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. BMKG Catat 37 Gempa Susulan Pasca Guncangan M 7 di Mbay
  2. Related Reading

BMKG Catat 37 Gempa Susulan Pasca Guncangan M 7 di Mbay

Ceritaberkat.com – Kawasan Nusa Tenggara Timur kembali menjadi sorotan nasional setelah gempa berkekuatan magnitudo 7 mengguncang wilayah Mbay pada Sabtu pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya 37 kali gempa susulan yang terjadi setelah guncangan utama. Gempa susulan dengan kekuatan tertinggi tercatat mencapai magnitudo 6,2. Peristiwa ini menjadi perhatian serius mengingat lokasi episenter berada di wilayah padat penduduk.

Berdasarkan data monitoring yang dihimpun hingga pukul 07.07 WIB, aktivitas seismik di wilayah tersebut masih berlangsung intensif. Dari total 37 gempa susulan yang terdeteksi, magnitudonya bervariasi antara 3,6 hingga 6,2. Hanya satu gempa susulan yang dilaporkan dirasakan oleh masyarakat setempat. Kondisi ini menunjukkan bahwa proses penyesuaian tektonik masih berlangsung aktif.

Hingga pukul 07.07 hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 37 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo antara 3,6 sampai 6,2, dan dirasakan berjumlah 1 gempa.

Imbauan untuk Masyarakat

BMKG menyampaikan imbauan agar warga tetap tenang dan tidak panik. Masyarakat diimbau untuk menghindari bangunan atau gedung yang mengalami retakan akibat guncangan. Selain itu, kewaspadaan terhadap gempa susulan yang masih berpotensi terjadi juga perlu dijaga. Imbauan ini penting untuk mencegah korban tambahan akibat bangunan yang tidak stabil.

Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, kemudian menghindari bangunan yang retak yang diakibatkan oleh gempa bumi. Dan mewaspadai gempa bumi susulan yang masih terjadi.

Peringatan Dini Tsunami Berakhir

Setelah terjadi guncangan besar di Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, BMKG resmi mengakhiri peringatan dini tsunami. Gelombang tsunami dengan ketinggian di bawah 1 meter dilaporkan terjadi di beberapa wilayah pesisir. Status peringatan ini diumumkan melalui akun resmi BMKG di platform X pada Sabtu (15/8). Masyarakat pesisir diminta tetap waspada meskipun peringatan telah berakhir.

Peringatan dini TSUNAMI yang disebabkan oleh gempa mag:7, tanggal: 15-Aug-26 04:58:24 WIB, dinyatakan telah berakhir.

Detail Gempa Utama

Gempa berkekuatan magnitudo 7 tersebut terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04.58 WIB. Episenter gempa terletak pada koordinat 8,35 derajat Lintang Selatan dan 121,37 derajat Bujur Timur. Lokasi ini berada sekitar 36 kilometer arah timur laut dari kota Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Kedalaman episenter gempa tercatat sebesar 10 kilometer.

FAQ: Pertanyaan Umum

Apa saja magnitudo gempa susulan yang tercatat? BMKG mencatat magnitudo gempa susulan bervariasi antara 3,6 hingga 6,2 dengan total 37 kejadian.

Apakah peringatan dini tsunami sudah berakhir? Ya, BMKG telah resmi mengakhiri peringatan dini tsunami setelah gelombang di bawah 1 meter terdeteksi.

Di mana lokasi episenter gempa? Episenter berada 36 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT pada koordinat 8,35° LS dan 121,37° BT.

Berapa kedalaman episenter gempa? Kedalaman episenter tercatat sebesar 10 kilometer, termasuk kategori gempa dangkal.

Konteks Seismik Wilayah NTT

Nusa Tenggara Timur merupakan wilayah yang secara geografis terletak di sepanjang busur vulkanik dan zona subduksi. Kondisi ini menjadikan kawasan tersebut rawan terhadap aktivitas seismik. Gempa berkekuatan 7 yang terjadi kali ini termasuk dalam kategori gempa kuat yang dapat dirasakan hingga jarak yang cukup jauh dari episenter.

Deteksi 37 gempa susulan dalam waktu singkat menunjukkan bahwa proses penyesuaian tektonik di wilayah tersebut masih berlangsung. Gempa susulan dengan magnitudo hingga 6,2 dapat menimbulkan guncangan yang cukup signifikan dan berpotensi menyebabkan kerusakan tambahan pada bangunan yang sudah lemah akibat guncangan utama.

Kedalaman episenter sebesar 10 kilometer menempatkan gempa ini dalam kategori gempa dangkal. Gempa dangkal umumnya lebih terasa di permukaan dibandingkan gempa dalam dengan magnitudo yang sama. Hal ini menjelaskan mengapa masyarakat di sekitar Mbay merasakan guncangan dengan cukup jelas.

Informasi mengenai ketinggian gelombang tsunami di bawah 1 meter memberikan gambaran bahwa meskipun peringatan dini dikeluarkan, dampak tsunami tidak terlalu besar. Gelombang dengan ketinggian tersebut umumnya tidak menyebabkan kerusakan signifikan di wilayah pesisir, namun tetap memerlukan kewaspadaan dari masyarakat.

Kondisi cuaca dan potensi hujan di wilayah NTT juga perlu diperhatikan dalam konteks tanggap darurat. Curah hujan yang tinggi dapat memperburuk kondisi tanah longsor di area-area yang sudah terdampak guncangan. Koordinasi antara BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan pemerintah daerah setempat menjadi kunci dalam penanganan situasi ini.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG melalui berbagai saluran komunikasi yang tersedia. Hindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi dan tetap mengikuti arahan dari petugas di lapangan. Kesiapsiagaan terhadap potensi gempa susulan lebih lanjut perlu dijaga hingga situasi dinyatakan stabil sepenuhnya.