Table of Contents
Tangani Sampah, Pemkot Bogor Usulkan Pembangunan PSEL di Kayumanis
Kota Bogor memperkenalkan rencana pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) sebagai strategi jangka panjang untuk mengatasi masalah limbah lintas wilayah. Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim mengungkapkan bahwa inisiatif ini selaras dengan kebijakan pemerintah pusat yang mendorong percepatan proyek PSEL, terutama dalam kondisi darurat sampah yang menghimpit beberapa kota. Kota Bogor menjadi salah satu daerah yang diminta untuk menerapkan PSEL sebagai alternatif energi berbasis sampah, dengan pendekatan kerja sama regional bersama daerah sekitar.
Dedie Rachim menegaskan kesiapan Kota Bogor dalam mendukung program ini. Ia juga mengharapkan solusi penanganan sampah yang terpadu mencakup wilayah Bogor Raya hingga aglomerasi Bandung Raya. “Ini menjadi kesempatan besar untuk mengatasi masalah sampah secara kolektif, tidak hanya di Kota Bogor, tetapi juga di sekitar kota tersebut, sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara luas oleh masyarakat,” paparnya.
“Ini menjadi kesempatan besar untuk mengatasi masalah sampah secara kolektif, tidak hanya di Kota Bogor, tetapi juga di sekitar kota tersebut, sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara luas oleh masyarakat,” ujarnya.
Pemkot Bogor mengusulkan pembangunan PSEL di Kayumanis. Fasilitas ini rencananya mampu memproses sekitar 1.000 ton sampah per hari, dengan proyeksi menghasilkan listrik 10 hingga 15 megawatt. Tujuan utamanya adalah mengubah pengelolaan sampah dari sekadar pengurangan volume menjadi peningkatan nilai melalui energi terbarukan yang ramah lingkungan.
Menindaklanjuti data tentang jumlah sampah di Jabodetabek (15.000 ton per hari) dan Bandung Raya (5.000 ton per hari), Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyambut baik Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 yang mendorong percepatan PSEL. Menurutnya, kebijakan tersebut membuka peluang kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk menghasilkan solusi nyata terkait sampah. Pemkot Bogor menegaskan komitmen terhadap pengelolaan sampah modern, terintegrasi, dan berkelanjutan dengan kerja sama pihak terkait.
