Sejarah Gereja Katolik

8 Ringkasan Singkat Sejarah Gereja Katolik

Menelusuri tentang sejarah dari Gereja Katolik yang merupoakan salah satu agama besar di Dunia, penulis dalam  artikel ini  memaparkan seputar agama Katolik yang bertujuan dengan pengetahuan sekilas tengang sejara Gereja Katolik. Katolik sendiri berasal dari bahasa yunani, Bahasa yang sering di jadikan rujukan dalam belajar agama dan teologi kristen Katolik yang disebut katholikus, yang berarti ajaran yang bersifat umum yang di terima dalam ajaran agama kristen didunia.

Agama Katolik tumbuh ketika Yesus telah lahir di kota Betlehem, Pakistan pada abad keempat Masehi saat gereja mendapat pengakuan secara resmi dari kaisar Romawi Konstantin Agung dalam bentuk Katolik Ortodoks. Walaupun sejak abad pertama hingga keempat agama Kristen Katolik telah menyebar di sekitar Laut Tengah, pada abad keempat sampai abad ketiga belas telah menyebar di Eropa, dan pada abad ke-13 sampai abad ke-18 telah memasuki benua Amerika, sebagian Afrika dan Asia. Lalu pada abad ke-19, penganut agama Katolik sudah sangat banyak karena masyarakat yang sebelumnya menganut paham animisme dan lain-lain. Ketika agama Katolik disebarkan, mereka memeluk agama Katolik dan meninggalkan animisme hingga pada akhirnya sampailah ke Indonesia.

Perkembangan Agama Katolik diatas melewati beberapa sejarah penting yang higga akhirnya agama Katolik menjadi salah satu agama penting di Dunia, berikut  ringkasan singkat sejarah agama Katolik :

Sejarah Gereja Katolik Pada Awal mula

Sejarah Gereja Katolik
sumber : canva.com

Agama Katolik dalam sejarah dimulai dengan yesus kristus dan para rasul-rasul pada abad pertama masehi. Dimana Katolik mengklaim bahwa yesus kristus sebagai putra Allah dan pemimpin agama baru, Pada masa ini yesus kristus mendirikan Gereja-Nya dengan memilih rasul-rasul sebagai pengikutnya.

Pada masa kepemimpinan Gereja Katolik, Yesus menjadikan Uskuo Roma yang dianggap pewaris jabatan St.petrus, salah satu rasul Yesus Kristus yang dianggap sebagai pemimpin awal gereja yang biasanya di sebut Paus, Paus dianggap sebagai otoritas tertinggi dalam Gereja Katolik dan memiliki peran penting dalam mengajar, menggembalakan, dan mengatur gereja.

Paus dianggap memiliki kekuasaan kepausan, yang mencakup otoritas keagamaan, pengaruh pastoral, dan tugas administratif. Paus dianggap sebagai penghubung langsung antara umat Katolik dengan Kristus dan pengemban wahyu Allah.

Paus dipilih melalui konklaf, yaitu sebuah proses pemilihan yang melibatkan kardinal-kardinal Katolik yang memilih seorang uskup Roma baru sebagai Paus. Setelah terpilih, paus mengambil nama baru yang akan digunakannya selama masa kepausannya.

Paus memiliki peran penting dalam mengajar dan menjaga kesatuan doktrin gereja, meresmikan kebijakan gerejawi, dan mengadakan kunjungan pastoral ke berbagai wilayah. Selain itu, Paus juga menjadi pemimpin moral dan spiritual bagi umat Katolik di seluruh dunia.

Paus juga memiliki tanggung jawab dalam menjalin hubungan dengan gereja-gereja lain dan pemimpin agama dari denominasi agama lain serta berperan sebagai mediator dalam mencari solusi dalam konflik dan isu-isu global

Gereja Katolik mengajarkan bahwa peristiwa turunnya roh kudus ke atas para rasul pada hari pentakosta adalah tengok sejarah permulaan kiprah Gereja Katolik di muka bumi.

Pentakosta

Pentakosta sendiri berasal dari bahasa Yunani ‘pentekoste’ yang berarti “kelima puluh”. Faktanya, Pentakosta adalah hari lahir gereja Kristen. Karena menandai awal dari misi gereja Kristen ke dunia.

Baca juga :  Kenali Jumlah Pintu Surga dan Neraka Dalam Agama Islam

Sejarah Gereja Katolik pada aliran Pentakosta yang di Indonesia sering disebut dengan gerakan di kalangan protestanisme yang sangat menekankan peranan karunia karunia roh kudus. Pada dasarnya, hari raya Pentakosta untuk memperingati turunnya Roh Kudus atas para Rasul dan murid-murid lainnya setelah penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan Yesus Kristus. Setelah kematian dan kebangkitan Yesus, rasul-rasul meneruskan misi-Nya untuk menyebarkan ajaran dan mendasarkan gereja di berbagai wilayah. Pentakosta, menjadi titik awal gereja Kristen yang berkembang pesat.

Zaman Kekristenan Awal

Zaman Kekristenan Awal dimulai dengan pelayanan dan pengajaran Yesus Kristus pada abad pertama Masehi. Yesus didirikan gereja-Nya dengan memilih dua belas rasul sebagai pengikut-Nya dan memberikan ajaran tentang Kerajaan Allah.

mencangkup pada abad 1 sejarah kekristenan dari permulaan pelayanan Yesus hingga kematian dua belas rasul pada 100 M, yang di kenal sebagai zaman apostolik.  Zaman apostolik dari sejarah kekristenan menurut tradisi amanat agung yang mulai dijalankan para rasul setelah kematian yesus dan kenaikan yenus di yerusalem, hingga kematian para rasul terakhir.

Pengakuan Agama

Pada abad ke-4, Kekaisaran Romawi di bawah Kaisar Konstantinus Agung mengakui agama Kristen sebagai agama resmi. Konstantinus sendiri menjadi seorang Kristen dan memberikan dukungan dan kebebasan bagi gereja.

Konsili-Konsili Ekumenis

Dalam gereja Katolik dan gereja ortodoks timur, pertemuan seluruh Gereja untuk membahas dan mengambil keputusan yang menyangkut dokrin Gereja atau aturan praktisnya. “Keseluruhan Gereja” di sini dipahami oleh kebanyakan orang Kristen Ortodoks Timur berarti mencakup seluruh yurisdiksi Ortodoks Timur dalam persekutuan penuh satu sama lain.

Pemisahan Timur-Barat

Pada abad ke-11, terjadi perpecahan antara Gereja Katolik di Timur (Gereja Ortodoks Timur) dan Barat (Gereja Katolik Roma). Pemisahan ini disebabkan oleh perbedaan teologi, perbedaan kekuasaan politik, dan perbedaan budaya.

Reformasi Protestan

Pada abad ke-16, gerakan Reformasi Protestan yang dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti Martin Luther dan John Calvin muncul di Eropa. Gerakan ini menentang beberapa praktik dan doktrin Gereja Katolik, memicu pemisahan gereja-gereja Protestan dari Gereja Katolik.

Konsili Vatikan II

Pada abad ke-20, Gereja Katolik mengalami perubahan besar dengan diadakannya Konsili Vatikan II pada tahun 1962-1965. Konsili ini menghasilkan reformasi dan perubahan penting dalam liturgi, hubungan dengan gereja-gereja lain, dan interaksi dengan dunia modern.

Seiring berjalannya waktu, agama Katolik mengalami perubahan dan perkembangan dalam teologi, liturgi, praktik ibadah, serta hubungannya dengan dunia dan gereja-gereja lain. Namun, pusat ajaran dan otoritas gereja tetap berdasarkan akan sejarah yang telah lama diajarkan berdasarkan ajaran-ajarang kehidupan Yesus kristus.

Agama Kristen Katolik pun terus berkembang sampai hari ini, dengan pengikutnya miliaran yang tersebar di seluruh dunia. Denominasi agama Kristen yang paling umum dapat ditemukan dalam genre Katolik, Gereja Ortodoks Timur, Ortodoks Oriental, Anglikan, Protestan, Restorasionisme, dan Cabang Kecil lainnya. Pusatnya adalah Vatikan, dengan kepala utamanya Paus.

By Cerita Berkat

Menggali potensi diri dan mengejar kesuksesan dengan mempraktikkan manfaat kebaikan dan menerapkan motto kehidupan inspiratif.