Table of Contents
Perundingan AS-Iran Masih dalam Proses, Selat Hormuz Tidak Terpecahkan
Di Islamabad, pertemuan antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung dalam dua hari belum menghasilkan hasil konkret. Wakil Presiden AS J.D. Vance mengungkapkan bahwa delegasi negara baginya belum mampu menyepakati poin penting, dengan Selat Hormuz menjadi isu utama yang memicu perbedaan pendapat. Menurut dia, proses negosiasi tetap berjalan meski tanpa penyelesaian akhir.
Kerangka Bersama Jadi Syarat Utama
Media Iran mengingatkan bahwa keterbukaan Selat Hormuz tetap menjadi hambatan utama. Seorang pejabat dari pihak Iran, dalam wawancara dengan CNN, menyatakan bahwa status jalur tersebut tidak akan berubah kecuali kedua negara mencapai “kerangka bersama” untuk memperkuat pembicaraan. Ia juga mengkritik tuntutan AS yang dianggap terlalu ketat.
“Status Selat Hormuz tidak akan kembali normal sebelum kita mencapai kesepakatan kolektif mengenai kerangka kerja yang jelas,” kata pejabat tersebut.
Kapal-kapal tanker dan perahu lain masih menghadapi risiko karena ranjau yang ditempatkan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran. Meski blokade telah dihentikan, keamanan jalur itu diperkirakan memerlukan waktu lama untuk dipastikan. Militer AS mengklaim dua kapal perusak telah melewati Selat Hormuz sebagai persiapan operasi pembersihan ranjau, namun Iran membantah klaim tersebut.
Perundingan Dimediasi Pakistan
Pertemuan yang diatur oleh Pakistan ini berlangsung di tengah kondisi gencatan senjata sementara yang disepakati pekan lalu. Meski kesepakatan tersebut dinilai sudah terpecah, AS masih menekankan kebutuhan Iran untuk menjaga kelancaran transportasi kapal melalui jalur strategis itu. Presiden Donald Trump meminta Iran menjamin stabilitas pelayaran, meski operasi serangan Israel terhadap Hizbullah di Lebanon terus berlangsung.
Dalam sesi perundingan, Vance didampingi Steve Witkoff dan Jared Kushner, menantu Trump. Sementara Iran diwakili oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi. Proses ini masih berlangsung dinamis, dengan kepentingan ekonomi global terus menanti penyelesaian yang memenuhi semua pihak.
