Dampak negatif jika terjadinya perang

Dalam sejarah dunia yang begitu banyak, Perang dunia menjadi salah satu sejarah yang meninggalkan duka, suka, hingga penghormatan pada masa kini.  Situasi tentu akan meninggalkan dampak negatif jika terjadinya perang secara berkelanjutan.

Perang telah menjadi momok yang menakutkan bagi semua orang. Terjadinya perang dunia akan membawa dampak negatif yang besar bagi suatu negara maupun dunia secara keseluruhan.

Kita harus menyadari bahwa dampak negatif perang dunia pada setiap Negara dapat berdampak pada kehidupan masyarakatnya.

Jika kita mengulas lebih jauh, pada perang yang terjadi abad ke 19 tahun 1914-1918 dimana perang dunia I terjadi dan mengakibatkan berbagai negara yang terlibat seperti Jerman, Bulgaria, turki dan italia, mengalami kerusahan hingga masyarakat sipil ikut menjadi korban dalam perperangan tersebut.

Tidak hanya sampai disitu, jauh setelah perang dunia ke I mereda, terjadilah perang dunia ke II yang hampir seluruh negara terlibat didalamnya, diantaranya,Rusia Inggris, Prancis, Portugal, Belgia, Luzemburg, Serbia, Yunani dan Albania. Amerika Serikat (AS) .

Jika kita bicara perang dunia, memang sudah lama sekali terjadi, karena beberapa faktor yang telah berevolusi dan menjadi negara demokrasi maka kekerasan sangat jarang terjadi.

Terakhir dalam sejarah perang dunia ke III terjadi pada tahun di akhir 2021 yang melibatkan perang dunia antara Rusia dan Ukraina. Perang ini mengakibatkan banyak korban yang tidak sepantasnya untuk menerima perlakuan tersebut.

Maka, menciptakan negara yang aman dan tentram, tanpa adanya kekerasan memang menjadi suatu tantangan buat para memimpin kita, karena dengan adanya perperangan akan sangat merugikan banyak orang.

Dalam artikel ini, kita akan membahas dampak negatif perang dunia yang mKita harus menyadari bahwa dampak negatif perang dunia pada Negara ungkin terjadi, dan fokus pada dampak yang mungkin dialami oleh Negara Indonesia.

7 Dampak Negatif Jika Terjadinya Perang Dunia

Setiap yang namanya perperangan pasti  semua itu berdampak dan berpotensi sangat merusak juga menghancurkan.

Seperti yang kita lihat sekarang, perang antara Israel dan palestina, yang belum lama ini terjadi dan memuncak pada bulan oktober lalu.

Perang yang dialami Palestina, Gaza dan Israel mengakibatkan banyak korban yang tidak bersalah dan lebih menyakitkan diantaranya banyak anak-anak yang menjadi korban perperangan antara dua negara tersebut.

Dampak ini yang harusnya kita hindari dari sesuatu negara dalam aksi perperangan, dengan mewujudkan perdamaian dan tidak mengedepankan kekerasan juga kekuasaan.

Diantara dampak dari suatu perperangan terjadi adalah:

Orang-Orang yang Tidak Bersalah Menjadi Korban

Salah satu dampak negatif yang sangat mungkin terjadi jika terjadi perang dunia adalah banyaknya orang yang tidak bersalah yang akan menjadi korban.

Kita semua tahu bahwa perang membawa banyak kekerasan dan kehancuran, dan kerugian terbesar selalu ditanggung oleh orang-orang yang tidak bersalah.

Apakah itu warga sipil, anak-anak, atau orang-orang tua, mereka semua akan terkena dampaknya. Mereka tidak memulai perang atau menjadi pihak yang terlibat dalam konflik, tetapi mereka akan menjadi korban tanpa salah.

Ketika kita berbicara tentang dampak perang pada orang-orang di Palestina, kita harus memperhitungkan jumlah penduduk negara Palestina  yang terdampak dari perperangan yang masih berlangsung,. Hampir mencapai 10 Ribu jiwa yang telah menjadi korban serangan Israel pada Palestina.

Kita harus siap untuk selalu mendoakan perperangan ini segera berhenti. Kita semua harus berkontribusi untuk menciptakan perdamaian dan mencegah terjadinya perang, demi kebaikan semua orang.

dampak dari suatu perperangan terjadi
dampak dari suatu perperangan terjadi

Stabilitas Dunia Terganggu

Jika terjadi perang dunia, dampaknya tidak hanya terjadi pada negara yang langsung terlibat dalam konflik tersebut, tetapi juga memengaruhi stabilitas dunia secara keseluruhan.

Terjadinya perang dunia dapat memicu ketidakamanan global, meningkatkan ketegangan internasional, dan memperburuk hubungan antar negara.

Ketidakstabilan ini dapat berdampak pada banyak aspek, termasuk perdagangan internasional, investasi, dan hubungan diplomatik.

Di era globalisasi seperti sekarang ini, negara-negara di seluruh dunia saling terkait dalam berbagai aspek kehidupan, sehingga terjadinya perang dunia dapat merusak seluruh sistem yang telah terbangun.

Sementara ini, Negara Indonesia telah berkomitmen untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di tingkat global. Sebagai salah satu anggota Dewan Keamanan PBB, Indonesia aktif terlibat dalam upaya menjaga stabilitas dunia dan menjalin perdamaian internasional. Indonesia juga telah terlibat dalam banyak inisiatif regional untuk memperkuat kerjasama dan mengatasi ancaman keamanan bersama.

Sebagai contoh saat ini , melihat dampak negatif  yang terus begitu meningkat dalam konflik perperangan Palestina dan Israel, Kita harus bekerja sama untuk mengatasi konflik dan berupaya menghentika perperangan dunia.

Dengan begitu, kita dapat menjaga stabilitas dunia dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi seluruh umat manusia.

Menimbulkan Sengsara yang Berkepanjangan

Selain mengakibatkan kerusakan fisik dan properti, perang dunia juga dapat memberikan dampak psikologis dan emosional yang cukup berat bagi individu dan masyarakat yang terlibat. Sengsara yang berkepanjangan adalah salah satu dampak negatif yang mungkin terjadi akibat perang dunia.

Baca juga :  Apa yang Dipercaya dan Tidak Dipercayai oleh Ateis?

Sengsara dapat diartikan sebagai penderitaan yang berkepanjangan, baik secara fisik maupun mental. Perang dunia dapat menyebabkan munculnya berbagai bentuk sengsara, baik itu trauma, ketergantungan, dan masalah kesehatan mental lainnya.

“Perang bukan hanya mengorbankan jiwa dan raga, tapi juga kesehatan mental dan emosional kita. Sengsara yang dihadapi oleh para korban perang dapat berdampak jauh setelah konflik berakhir.”

Hal ini terjadi karena perang bukan hanya menimbulkan kekacauan, kehancuran, dan kematian, tetapi juga memicu berbagai masalah sosial, politik, dan ekonomi yang dapat menimbulkan dampak jangka panjang bagi masyarakat yang terlibat.

Di Indonesia, dampak pada kesengsaraan yang berkepanjangan dapat dilihat dari pengalaman masyarakat di masa lalu.

Misalnya, dampak dari berbagai pertempuran yang terjadi di Indonesia selama Perang Dunia I dan II, seperti Pertempuran Surabaya dan Pertempuran Ambarawa-Bawen, masih dirasakan hingga saat ini. Banyak warga yang merasakan sengsara berkepanjangan akiba kehilangan keluarga dan trauma akibat perperangan tersebut.

Rusaknya Tatanan Sosial Ekonomi

Perang dunia dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan pada tatanan sosial ekonomi suatu negara.

Kondisi ini akan mempengaruhi berbagai sektor di masyarakat, dari sektor kesehatan hingga sektor keuangan.

Imbasnya mungkin tidak hanya berlangsung selama perang berlangsung, tetapi juga berdampak jangka panjang pada masa pasca perang.

Dalam hal tatanan sosial, perang dunia dapat menghancurkan sistem pembelajaran. Banyak sekolah dan universitas yang dihancurkan dalam perang dunia, sehingga akses pendidikan menjadi sangat terbatas.

Kehilangan akses pendidikan dapat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan dan tentunya berdampak pada pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Disisi lain, dampak perang dunia juga berpengaruh terhadap aspek ekonomi, di mana sistem ekonomi suatu negara dapat mengalami kerusakan yang signifikan.

Bayangkan pastinya selama perang, banyak industri yang akan menghentikan produksi dan menyebabkan pengangguran.

Sementara itu, infrastruktur penting seperti jalan, jembatan, dan bandara dapat rusak atau dihancurkan selama perang.

Kerusakan ini dapat menyebabkan penghambatan dalam sistem distribusi dan pasokan bahan pangan, obat-obatan, dan barang-barang lainnya.

Sehingga, masyarakat akan mengalami kesulitan dalam mendapatkan kebutuhan dasar mereka.

Dengan melihat kehidupan di zaman dulu saat perperangan, dan melihat apa yang akan terjadi dalam dampak perperangan. Oleh karena itu, sangat penting untuk menghindari terjadinya perang dunia, karena dampak yang diberikan tidak hanya terhadap suatu negara saja, melainkan terhadap seluruh dunia.

Malnutrisi pada Anak-Anak

Salah satu dampak negatif dari perang dunia yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah munculnya masalah malnutrisi pada anak-anak.

Selama perang dunia, sumber pangan menjadi langka dan distribusi pangan terganggu, menyebabkan beberapa orang kekurangan gizi atau bahkan kelaparan. Namun, anak-anak adalah kelompok yang paling rentan terhadap masalah gizi buruk.

Anak-anak membutuhkan gizi yang tepat untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, terutama selama lima tahun pertama kehidupan mereka.

Jika tidak memperoleh nutrisi yang cukup selama periode ini, anak-anak dapat mengalami dampak jangka panjang pada kesehatan mereka, baik secara fisik maupun mental.

Di Negara Indonesia, masalah gizi buruk pada anak-anak sebelum terjadinya perang dunia sangat serius.

Menurut laporan World Health Organization, 27,6% anak-anak di Indonesia mengalami gizi buruk pada tahun 2018.

Mari jangan lupa bahwa anak-anak adalah masa depan kita, dan sebagai masyarakat Indonesia, kita harus memastikan bahwa mereka mendapatkan nutrisi yang cukup dan mendukung pertumbuhan serta perkembangan yang optimal, terlepas dari situasi apapun.

Perperangan sangat berdampak pada anak-anak, tentang pertunbuhannya, mental  dan kesiapan seorang anak-anak dalam menghadapi perperangan tersebut.

Contohnya, perperangan saat ini Palestina dan Israel  banyak anak-anak yang kekurangan mendapatkan asumsi seperti distribusi makanan dan vitamin tambahan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Di Gaza, Palestina.

Timbulnya Berbagai Penyakit

Masalah kesehatan juga muncul selama perang dunia. Berbagai penyakit yang dapat terjangkit oleh setiap orang, terutama bagi anak-anak yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah.

Tentu hal ini akan sangat mempengaruhi kesehatan masyarakat sipil yang jika terjadi perang dunia.

Perubahan Budaya

Perubahan Budaya akibat perperangan

Perang Dunia dapat menciptakan dampak negatif yang mendalam pada perubahan budaya suatu bangsa.

Konflik bersenjata cenderung memicu degradasi nilai-nilai kemanusiaan, menggiring masyarakat ke dalam lingkaran kekerasan dan kehilangan moralitas.

Perang menghasilkan trauma kolektif yang merusak inti budaya, merusak kepercayaan, dan mengukir luka yang sulit sembuh.

Dalam konteks global, terjadinya perang juga dapat menciptakan ketegangan antarbangsa dan memicu isolasionisme budaya.

Negara-negara yang terlibat cenderung mengutamakan kepentingan nasional mereka sendiri, menghasilkan sikap tertutup terhadap pertukaran budaya dan kerjasama internasional.

Secara keseluruhan, kita harus menyadari bahwa perang dunia sangat merusak dan berbahaya bagi seluruh dunia, termasuk Negara Indonesia.

Penting bagi kita untuk bekerja sama dalam mencegah terjadinya perang dan menjaga perdamaian di dunia.

Dan saat ini perprangan yang terjadi antara Palestina dan Israel semoga segera teratasi dan kedepannya tidak memakan korban jiwa hingga kesensaraan yang saudara kita alami di Palestina!

 

By Cerita Berkat

Menggali potensi diri dan mengejar kesuksesan dengan mempraktikkan manfaat kebaikan dan menerapkan motto kehidupan inspiratif.