Cara beribadah agama Hindu

Diberbagai penjuru dunia hingga, agama Hindu dikenal karena warisan sejarah kebudayaan spiritual dan praktik ibadah yang melekat untuk setiap orang. Karena praktik cara beribadah agama Hindu berbeda dengan praktik agama-agama lainnya yang diakui dunia.

Pada umumnya praktik ibadah agama Hindu bukan hanya sekedar keyakinan, melainkan ajaran filsafat dan tata cara yang membimbing kehidupan umatnya menuju pencerahan dan keselarasa dengan alam semesta.

Sejarah agama Hindu telah menciptakan lapisan budaya dan spiritual yang unik dalam keberagaman religiusnya. Penyebaran agama Hindu terutama di Indonesia telah meninggalkan banyak filosofi yang kaya, agam Hindu mengakar kuat di bumi Nusantara ini.

Hal ini di buktikan dengan adanya sejarah kerajaan-kerajaan Hindu seperti Kutai Martadipura dan Tarumanegara, kerajaan tersebut meninggalkan prasati berupa candi-candi yang mempesona di Indonesia.

Manyoritas agama Hindu di Indonesia dianut oleh masyarakat Bal, dimana pengalaman agama ini telah menajdi bagian integritas dari kehidupan sehari-hari. Dalam artikel kali ini, kita akan membahas salah satu aspek menarik untuk kita pelajari dalam agama Hindu. Tentang bagaimana ajaran agama ini melakukan cara beribadah untuk menselaraskan spiritual dengan pencapaikan kehidupan umatnya.

Cara Beribadah Agama Hindu

Cara praktik agama Hindu terbilang berbedang dengan agama lainnya, Hindu dalam praktik agamanya mempercayai tentang pencapaian kebebasan dari dukkha (penderitaan, konsep karma dan reinkarnasi menggambarkan keyakinan bahwa perbuatan dimasa lalu mempengaruhi nasib seseorang di masa depan, siklus kelahiran ulang merupakan jalan menuju pembebasan (moksha).

Selain itu, Agama hindu sangat menghormati alam dan ekosistemnya, pemujaan dewa-dewi Hindu bagian dari ritual keagamaan yang menggambarkan aspek penghormatan terhadap alam semesta dan mahkluk yang ada di alam semesta tersebut.

Prakti agama Hindu juga menekankan meditasi dan intropeksi diri. Mayoritas umat Hindu di Bali melakukannya sebagai ritual ibadah dengan cara duduk bersila dengan tenang di depan berhala dewa-dewi dan melakukan meditasi untuk mencapai pemahaman yang lebih baik tentang diri sendiri dan alam semesta.

Lantas seperti apa agama Hindu di Bali melakukan ibadahnya?  Kita akan membahas ini lebih mendalam, karena Hinduisme dikenal dengan beragam tradisi dan aliran, maka tradisi ibadah Hunduisme di Bali juga terbilang bermakna.

Hindu Bali Melakukan 3 Kali Ibadah dalam Sehari

pelaksanaan ibadah agama Hindu sehari-hari
pelaksanaan ibadah agama Hindu sehari-hari

Orang Bali dengan kebudayaanya religius yang kaya, mereka menjalakan praktik keagmaan yang mendalam. Salah satu aspek penting agama Hindu Bali pelaksanaan ibadah sehari-hari yang dikenal dengan “Samdhya” atau “Tri Samdhya”

Berdasarkan tekx Tantra yang dikenal sebagai Mahanirvana Tantra dalam agama Hindu yang berisi :

“Ibadah Sańdhyā, apakah baik Vaidika (Veda) atau Tāntrika (Tantra) harus dilakukan tiga kali sehari, seorang Sādhaka (praktisi) dikatakan telah melakukan Sańdhyā mereka ketika telah melantunkan Gāyatrī japa.”-Mahānirvāṇa Tantra (8.76-77).

Seseorang umat Hindu yang melakukan Tri Sandhya bisa mendatangkan efek yang mulia dan suci bagi dirinya dan mahkluk semesta lainnya.  Dengan tujuan membentuk kepribadian yang murni dalam kehidupan seharian. Sebagaimana yang ditunjukkan dalam kitab Hindu:

“Kayena manasa buddhya kevalair indriyair api, Yoginah karma kurvanti sangam tyaktvatma-suddaye.”

Artinya: Para yogi yang melaksanakan kegiatan kerja hanya dengan badan jasmani, pikiran, pengertian, atau hanya dengan indra-indra, melepaskan keterikatan, demi untuk pemurnian jiwanya.

Tata acara umat Hindu Bali dalam melakukan ibadah Tri Sandhya sesuai dengan urutan yang telah diajarkan dalam kitab Hindu. Adapun tata cara pelaksanaan Tri Sandhya  yang benar sesuai urutan sebagai berikut :

Baca juga :  Wajib Tahu! Kapan Sholat Idul Adha 2023 Dilaksanakan

1. Waktu pelaksanaan

Secara umum agama Hindu tidak memiliki hari ibadah yang spesifik seperti dalam agama-agama lainnya. Ibadah dilakukan setiap hari, terutama pada tiga waktu utama dalam keseharian, selain itu dilakukan pada hari-hari sakral seperti hari raya Hindu yang sebagai waktu sakral.

Dalam keseharian, umat Hindu Bali mengawali pagi harinya dengan melakukan Sembahyang, waktu sembahyang ini bermula apabila terbitnya matahari sekitar jam 0.6.00 pagi. Kemudia mereka akan melakukan Sembahyang di Siang hari, puja Tri Sandhya dilakukan pada waktu ini karena ingin mengelakkan sifat rajas menguasai kita, yaitu melahirkan sifat yang terlalu bersemangat dan banyak
keinginan yang bisa menjadikan seseorang itu sombong, egois dan pemarah.

Dan yang terakhir waktu pelaksanaan Sembahyang (senja) Sore hari, setelah siang terlampaui. Waktu sembahyang ini bermula ketika matahari menjelang “tenggelam” sekitar jam 06.00 sore

2. Gerakan dan bacan dalam Tri Sandhya

Pada umumnya, sebelum melakukan persembahyangan, baik dengan puja Tri sandhya maupun dengan panca Sembah hendaklah didahului dengan asuci. Asuci ini merupakan pelaksaan pensucian badan dan berpakaian bersih.

Di dalam Tri Sandhya mestilah disediakan sarana yang terdiri seperti  bunga, dupa, asana dan air yang diletakkan dihadapan kita sebagai saksi penyembahan kita pada Dewa-dewi Hindu.

Kemudian penutupan untuk sembahyang umat Hindu di tutup dengan membacakan mantra Tri Sandhya yang berbunyi :

Om bhur bhvah svah

tat savitur varenyam

bhargo devasya dhimahi

dhiyo yo nah pracodayat

Artinya : Kecemerlangan dan kemuliaan Hyang Widhi, Semoga Ia berikan semangat pikiran kita.

Dengan melakukan beberapa cara beribadah agama Hindu,umat Hindu percaya mendekatkan diri kehadapan Sang Hyang Widhi melalui sembahyang dengan landasan Bhakti Yoga adalah jalan yang paling mudah dan paling umum serta dapat dilakukan dengan keyakinan bahwa yang disembah itu ada dan yang menyembah itu merasakan kesempurnaan-Nya dengan penuh ketulusan

Khususnya dalam tradisi Hindu Bali, adalah proses yang penuh makna dalam ritual keagamaannya. Tiga kali ibadah sehari yang dilakukanya merupakan cara untuk menjaga hubungan spiritual dengan Tuhan dan mencapai kedamaian dalam hidup.

Melalui praktik seperti mandi, puja, mantra, dan meditasi, umat Hindu Bali mencapai keseimbangan dalam kehidupan mereka dan menjalani kepercayaan yang mendalam.

Semoga artikel ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang cara beribadah dalam agama Hindu.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu untuk bertanya di kolom komentar ya!

By Cerita Berkat

Menggali potensi diri dan mengejar kesuksesan dengan mempraktikkan manfaat kebaikan dan menerapkan motto kehidupan inspiratif.