Table of Contents
Pesan Prabowo di Munas IPSI Menjadi Kekuatan bagi Pesilat Muda
Jakarta – Saat Musyawarah Nasional Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Presiden Prabowo Subianto menyampaikan berbagai pesan yang menginspirasi para praktisi seni bela diri, termasuk Fiqih Bagus Pratama, salah satu pesilat muda dari Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia.
Dalam wawancara melalui keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintah di Jakarta, Minggu, Fiqih menyampaikan bahwa pesan Prabowo mengenai perlunya menjaga pencak silat sebagai warisan budaya bangsa sangat berkesan. “Pesan dari Bapak Presiden tadi mengingatkan saya bahwa pencak silat adalah bagian dari budaya yang harus terus dilestarikan. Ini adalah contoh seni bela diri yang luar biasa, dan saya yakin satu hari nanti, pencak silat bisa masuk ke Olimpiade serta menorehkan prestasi di tingkat global,” ujarnya.
“Ke depannya, kami berharap pencak silat semakin dikenal oleh dunia. Saya percaya, dengan disiplin dan latihan yang tekun, seni ini bisa menjadi identitas bangsa yang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” tambah Fiqih.
Fiqih menekankan bahwa pencak silat tidak hanya sekadar aktivitas olahraga, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai moral dan identitas budaya. Menurutnya, dorongan untuk mendorong pencak silat mendunia adalah momentum yang memotivasi anak muda untuk terus berlatih dan mengembangkan keterampilan tersebut.
Di sisi lain, Fiqih berharap generasi muda memiliki persiapan matang, baik secara fisik maupun mental, agar mampu menghadapi tantangan di level internasional. “Untuk langkah ke depan, kita harus berlatih lebih keras lagi. Disiplin adalah kunci utama agar pencak silat bisa berkembang dengan baik,” katanya.
Fiqih juga menyampaikan doa agar Prabowo dan pengurus IPSI terus diberi kesehatan dalam memajukan olahraga tradisional ini. “Saya selalu berdoa untuk Pak Presiden dan para pengurus IPSI agar tetap sehat, sukses, dan mampu membawa pencak silat ke panggung dunia,” pungkasnya.
