Table of Contents
Kapolda Maluku Utara Jamin Keamanan dan Pemulihan Usai Konflik
Ternate – Kepala Kepolisian Daerah Maluku Utara, Inspektur Jenderal Polisi Waris Agono, saat melakukan inspeksi di lokasi konflik antara warga Desa Sibenpopo dan Desa Bobane Jaya, Halmahera Tengah, memberikan pernyataan tentang langkah keamanan dan pemulihan yang akan diambil. Kapolda menegaskan bahwa pihak kepolisian juga mewakili pernyataan dari pemerintah provinsi Maluku Utara, bahwa beberapa rumah warga yang rusak akan dibangun kembali. Ia menyampaikan ajakan kepada masyarakat Desa Sibenpopo yang masih mengungsi untuk segera kembali ke rumah masing-masing.
“Saya jamin situasi di Desa Sibenpopo saat ini sudah kembali aman,” ujarnya di hadapan warga, Senin.
Kapolda langsung memimpin inspeksi ke Desa Sibenpopo, Kecamatan Patani Barat, untuk melihat kondisi rumah warga yang rusak. “Peninjauan ini bertujuan untuk memantau kondisi keamanan serta memastikan proses pemulihan berjalan baik bagi warga yang terdampak,” tambah Kapolda saat bersama jajaran Forkopimda Provinsi Malut.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolda juga menyatakan komitmen TNI dan Polri untuk membangun pos pengamanan di Desa Sibenpopo sesuai permintaan masyarakat. Ia menekankan bahwa kehadiran pasukan keamanan adalah bagian dari upaya menciptakan rasa aman dan nyaman bagi warga setelah konflik.
Kapolda berharap konflik serupa tidak terulang kembali dan warga Desa Bobane Jaya serta Desa Sibenpopo dapat hidup berdampingan secara harmonis. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak terprovokasi oleh isu-isu SARA yang beredar di media sosial. “Warga diminta menahan diri dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi,” kata Kapolda.
Setelah mengunjungi Desa Sibenpopo, rombongan Kapolda melanjutkan ke Desa Yeke, Kecamatan Weda Timur, untuk bertemu warga yang mengungsi. Di sana, Kapolda menyampaikan belasungkawa atas korban jiwa dan mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi oleh isu yang memperburuk situasi.
Kunjungan juga dilakukan ke Desa Fritu, Kecamatan Weda Utara, untuk berdialog langsung dengan pengungsi. Berbagai keluhan disampaikan, seperti permintaan percepatan penyelesaian kasus hukum, pembangunan pos pengamanan, serta penyelesaian batas wilayah desa. Kapolda menegaskan bahwa kehadiran TNI dan Polri adalah bentuk perhatian terhadap kondisi masyarakat pasca-konflik.
Ia juga menekankan peran penting pemerintah dalam menjaga kenyamanan dan keamanan warga. “Kehadiran pemerintah saat ini sangat vital untuk memberikan jaminan bagi masyarakat agar merasa nyaman dan aman,” tuturnya.
