Banjarbaru – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) menyatakan program pendidikan ini mewujudkan pendidikan yang holistik melalui sistem asrama dengan menghadirkan layanan terpadu guna memastikan kebutuhan siswa terpenuhi selama proses pembelajaran. Kepala SRT 9 Banjarbaru Rifki Hakim menilai pendekatan berbasis asrama menjadi keunggulan Sekolah Rakyat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang holistik dan terintegrasi. “Sistem tersebut membuat siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih terarah, terstruktur, dan berkelanjutan dalam mendukung perkembangan akademik maupun karakter,” ujarnya di Banjarbaru, Rabu.
Ia mengatakan Sekolah Rakyat menerapkan sistem berbasis asrama yang didukung tenaga wali asuh, wali asrama, serta tenaga pendukung untuk membina siswa di luar jam belajar formal. “Layanan tersebut mencakup kebutuhan dasar, seperti konsumsi, kebersihan, keamanan, serta pendampingan harian bagi siswa selama menjalani kehidupan di lingkungan asrama,” tuturnya. Menurut Rifki, sistem asrama memungkinkan pengawasan lebih intensif terhadap perkembangan siswa, baik dari aspek akademik maupun non-akademik secara berkelanjutan.
Selain itu, kata dia, fasilitas yang memadai membuat siswa merasa nyaman, sehingga mampu mengikuti proses pendidikan dengan lebih optimal di lingkungan sekolah. “Bahkan, sistem asrama juga membentuk kedisiplinan dan kemandirian siswa dalam menjalani aktivitas sehari-hari selama berada di lingkungan pendidikan,” ujar Rifki.
