Table of Contents
Presiden Resmikan Pabrik di Magelang, VKTR Komitmen Tingkatkan TKDN
Jakarta – Pada hari Kamis, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri upacara pembukaan pabrik perakitan kendaraan listrik yang dikelola oleh PT VKTR Sakti Industries (VKTS), perusahaan anak usaha VKTR. Selama acara, perusahaan menegaskan upaya peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebagai prioritas utama. Pabrik ini menjadi fasilitas pertama di Indonesia untuk memproduksi bus dan truk listrik, dilengkapi sistem uji sesuai standar internasional, mulai dari uji jalan hingga uji kebocoran.
Strategi Peningkatan TKDN
Comisaris Utama VKTR, Anindya Novyan Bakrie, dalam pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, menekankan bahwa perusahaan didirikan dengan tujuan dekarbonisasi dan keberlanjutan ekonomi nasional. Ia menegaskan bahwa pengembangan kendaraan listrik adalah langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak dan mendukung target emisi nol bersih tahun 2060.
“Bapak Presiden (Prabowo) selalu mengajarkan kita bahwa sejarah pembangunan seringkali krisis justru menjadi kesempatan untuk melakukan lompatan besar,” ujar Anindya.
Perusahaan juga mengungkapkan bahwa fokus pada bus dan truk listrik merupakan pendorong utama ekosistem kendaraan listrik nasional. Saat ini, TKDN telah mencapai 40 persen, dengan target naik menjadi 60 persen pada tahun ini dan 80 persen pada 2028. Anindya menambahkan bahwa pengembangan industri otomotif di negara-negara lain biasanya dimulai dari kendaraan komersial.
“Dari sejarah negara lain di Jepang mereka maju dahulu dengan bus dan truk sebelum ke mobil,” ucapnya.
Pabrik di kawasan industri Magelang merupakan bagian dari investasi Rp5 triliun dari Bakrie Group. Selama operasionalnya, VKTR telah bekerja sama dengan beberapa produsen karoseri lokal dan pelanggan strategis, seperti sektor transportasi umum serta logistik. Presiden Prabowo mengapresiasi peran perusahaan swasta dalam mendorong industrialisasi nasional dan berharap VKTR menjadi salah satu pelaku utama industri otomotif.
“Kalau Jepang punya Isuzu, punya Hino, kalau Korea punya Hyundai, Daewoo, saya berharap berapa tahun lagi kita akan menganggap, melihat VKTR sebagai salah satu champion dari Indonesia,” ungkapnya.
