Kebijakan Baru: Wamendagri apresiasi stabilitas pertumbuhan ekonomi di Kepri

Wamendagri apresiasi stabilitas pertumbuhan ekonomi di Kepri

Di acara Pembukaan Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kepri 2027, yang dihelat di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Senin, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya mengungkapkan apresiasi terhadap konsistensi pertumbuhan ekonomi daerah tersebut. Menurutnya, Kepri berhasil mencatatkan pertumbuhan yang signifikan pada triwulan IV 2025, mencapai 7,89 persen, yang menempati peringkat keempat terbaik secara nasional.

Pertumbuhan Ekonomi Regional

Bima menyebutkan bahwa Kabupaten Anambas menjadi penggerak utama perekonomian Kepri tahun lalu, dengan angka pertumbuhan sebesar 17,36 persen. Meski demikian, ia menyoroti adanya ketimpangan distribusi pertumbuhan, khususnya di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Lingga, yang masing-masing mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,31 persen dan 3,53 persen.

“Capaian ini menunjukkan Kepri sebagai salah satu kontributor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Semoga angka ini terus dipertahankan bahkan ditingkatkan ke depannya,” ujar Bima.

Bima juga menyoroti kinerja inflasi Kepri 2025 yang terkendali, berada di angka 3,54 persen. Selain itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) terus menurun sejak 2020, sementara indeks pembangunan manusia (IPM) meningkat menjadi 80,53, menempati peringkat ketiga tertinggi di Indonesia, di bawah Jakarta dan Yogyakarta.

Kondisi Fiskal dan Target Nasional

Dalam evaluasi kondisi fiskal, Bima mengatakan bahwa Kepri memiliki kekuatan keuangan yang cukup baik, dengan pendapatan asli daerah (PAD) mencapai 54 persen, lebih tinggi dibandingkan dana transfer pusat yang hanya 45 persen. Namun, realisasi belanja daerah masih dianggap rendah, sehingga menjadi prioritas pemerintah daerah.

“Realisasi belanja harus menjadi perhatian pemerintah daerah Kepri,” tambahnya.

Bima menekankan pentingnya kemandirian ekonomi nasional dan daerah di tengah tantangan geopolitik global, yang berdampak pada harga bahan bakar minyak (BBM) serta bahan pangan. Pemerintah pusat, menurutnya, juga menargetkan Indonesia keluar dari ketergantungan pendapatan kelas menengah.

Selain itu, Wamendagri memaparkan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 7-8 persen hingga 2029. Ia menilai Kepri berperan penting dalam mencapai tujuan tersebut, dengan keberhasilan di berbagai indikator makroekonomi.

Hana Salsabila

Writer

Seorang penulis yang fokus pada kisah-kisah inspiratif tentang kebaikan dan berbagi. Hana menggambarkan bagaimana tindakan kecil dapat membawa perubahan besar dalam kehidupan seseorang.

Explore Topics

Most Popular

  • All Posts
  • All Sport
  • ASEAN
  • Balap
  • Berita
  • Bisnis
  • Bola Basket
  • Bursa
  • Cekfakta
  • Dunia
  • edukasi
  • Ekonomi
  • Global
  • Hiburan
  • Hukum
  • Humaniora
  • Hype
  • Indonesia
  • Internasional
  • Kehidupan
  • Kisah Inspiratif
  • Kolaborasi
  • Kriminalitas
  • Kumparannews
  • Lenggang Jakarta
  • Lifestyle
  • Liga Champions
  • Liga Inggris
  • Liga Italia
  • Liga Spanyol
  • Liga-Liga Lain
  • Lintas Kota
  • Manfaat
  • Megapolitan
  • Melindungi Tuah Marwah
  • Metro
  • metropolitan
  • News
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Politik
  • Politik Dan Hukum
  • Read
  • Regional
  • Research
  • Rilis Pers
  • Sepak Bola
  • Syariah
  • Tech
  • Tekno
  • Teknologi
  • Tenis
  • Tips Donasi
  • Tren
  • Uang
  • Warta Bumi

About Us

ceritaberkat.com adalah blog yang berisi tentang informasi-informasi manfaat kebaikan dan moto kehidupan yang dapat dijadikan sebagai inspirasi untuk di terapkan sehari-hari.

© 2025 Cerita Berkat. All Rights Reserved.