Table of Contents
Bagas jadi harapan terakhir Indonesia di final Ruichang China Masters
Jakarta (ANTARA) – Tunggal putra Indonesia Prahdiska Bagas Shujiwo menjadi satu-satunya wakil Merah Putih yang tersisa di babak final Ruichang China Masters 2026. Ia melangkah ke partai puncak tanpa mengikuti laga semifinal, Sabtu, karena lawannya dari Korea Selatan, Park Sang-yong, memutuskan untuk menyerah. Di final, Bagas akan bertanding melawan Sun Chao, pemain asal Tiongkok yang dikenal sebagai juara bertahan.
Pertemuan antara Bagas dan Sun Chao dianggap sebagai ujian berat bagi atlet Indonesia. Dukungan penonton lokal yang solid serta atmosfer pertandingan menjadi faktor tambahan yang perlu diatasi oleh pemain yang saat ini berada di peringkat 45 dunia. Jika dibandingkan dengan Sun yang menempati peringkat 175, Bagas memiliki posisi yang lebih unggul secara teknis, meski tantangan nonteknis diperkirakan menjadi bagian penting dalam laga nanti.
Tiongkok menunjukkan dominasi kuat di turnamen ini dengan meloloskan tujuh wakil ke babak final. Dua dari mereka, termasuk lawan-lawan yang akan bertanding di partai puncak, telah memastikan kemenangan atas pasangan dalam negeri, sehingga tiga gelar langsung terpenuhi. Sebaliknya, dua wakil Indonesia lainnya terhenti di babak semifinal.
Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, tunggal putri, harus mengakhiri pertandingan di tengah gim pertama saat menghadapi Xu Wen Jing. Ia tertinggal 3-11 dalam gim pertama, sehingga terpaksa menyerah. Sementara pasangan ganda putri Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu kalah dari Liao Li Xi/Shen Shi Yao dengan skor 17-21, 21-9, dan 19-21. Kehadiran kesebelasan Tiongkok di semua nomor final semakin memperkuat dominasi mereka.
Final Ruichang China Masters 2026 akan dibuka dengan pertandingan ganda campuran, sementara Bagas dijadwalkan tampil di babak terakhir sebagai penutup laga. Persaingan ini diharapkan menjadi momen penting untuk membuktikan ketangguhan atlet Indonesia di laga akhir yang berlangsung di Ruichang Sports Park Gym.
