Dalam kehidupan umat Islam, terdapat banyak golongan atau mazhab yang berbeda dalam hal interpretasi agama. Namun, satu pertanyaan yang sering diajukan adalah mengenai “73 golongan Islam,” yang dalam suatu hadis disebutkan bahwa hanya satu golongan yang akan masuk surga.
Fenomena ini menciptakan berbagai pandangan dan perdebatan di kalangan umat Muslim. Apa maksud sebenarnya dari pernyataan ini, dan siapa golongan yang dimaksud?
Artikel ini akan membahas secara rinci mengenai 73 golongan dalam Islam, mengapa hanya satu golongan yang dijanjikan masuk surga, serta bagaimana kita seharusnya memahami hal tersebut dalam konteks kehidupan beragama.
Melalui pemahaman ini, kita dapat lebih mendalami pentingnya persatuan umat Islam serta bagaimana seharusnya kita menyikapi perbedaan yang ada di antara kita.
Table of Contents
Apa Itu 73 Golongan Islam?
Pernyataan mengenai 73 golongan dalam Islam berasal dari hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi. Hadis ini menyebutkan bahwa umat Islam akan terbagi menjadi 73 golongan, namun hanya satu golongan yang akan masuk surga, sedangkan golongan lainnya akan dihukum di neraka.
Hadis ini sering kali dipahami sebagai peringatan bagi umat Islam untuk berhati-hati dalam mengikuti ajaran yang menyimpang.
Perlu dicatat bahwa golongan yang dimaksud dalam hadis ini bukanlah untuk menggeneralisasi atau menciptakan perpecahan, melainkan untuk menunjukkan pentingnya ketaatan kepada ajaran yang benar menurut Al-Qur’an dan Sunnah.
Sebagian besar ulama sepakat bahwa golongan yang dimaksud adalah mereka yang mengikuti ajaran yang sahih dan tidak menyimpang dari jalan yang telah ditunjukkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Apa Saja Kriteria Golongan yang Masuk Surga?
Golongan yang dijanjikan masuk surga dalam hadis ini adalah golongan yang tetap teguh pada ajaran yang asli dan tidak terpengaruh oleh berbagai aliran sesat. Mereka yang mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman yang benar, serta selalu berusaha untuk memperbaiki diri, diharapkan akan mendapatkan tempat di surga.
Salah satu ciri utama golongan ini adalah kesetiaan mereka kepada ajaran Islam yang murni tanpa adanya penyelewengan.
Namun, penting untuk diingat bahwa pengertian tentang siapa yang benar-benar termasuk dalam golongan yang selamat bukanlah hal yang dapat diputuskan oleh manusia semata. Allah yang Maha Mengetahui adalah yang menentukan siapa yang berhak masuk surga.
Oleh karena itu, setiap umat Islam harus berusaha untuk mengikuti jalan yang lurus sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah.
Pentingnya Memahami Perbedaan dalam Islam
Meskipun terdapat perbedaan dalam interpretasi ajaran Islam, kita harus mengingat bahwa perbedaan tersebut bukanlah alasan untuk saling bermusuhan. Dalam banyak hal, Islam mengajarkan untuk bersatu dalam hal yang pokok, dan hanya berbeda dalam hal cabang-cabang yang tidak mempengaruhi pokok ajaran.
Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk tetap menjaga ukhuwah Islamiyah dan saling menghormati dalam perbedaan yang ada.
5 Golongan Islam yang Diperkirakan Tersesat
Meskipun ada banyak golongan dalam Islam, terdapat beberapa golongan yang sering disebutkan sebagai golongan yang sesat menurut pandangan mayoritas ulama. Berikut adalah lima golongan yang sering dianggap menyimpang dari ajaran Islam yang benar.
1. Golongan yang Mengingkari Hadis
Sebagian kelompok dalam Islam menganggap hadis sebagai sumber hukum yang tidak penting, dan hanya berpegang pada Al-Qur’an saja. Padahal, hadis adalah penjelasan dari Nabi Muhammad SAW tentang ajaran yang terkandung dalam Al-Qur’an. Mengingkari hadis bisa menyebabkan seseorang salah paham dalam memahami ajaran Islam secara keseluruhan.
2. Golongan yang Menganggap Syariat Tidak Penting
Ada juga golongan yang menganggap bahwa syariat Islam, seperti shalat, puasa, dan zakat, tidak lagi relevan di zaman modern. Mereka menganggap bahwa yang penting hanyalah nilai-nilai moral dan sosial dalam Islam, tanpa memperhatikan kewajiban-kewajiban ibadah yang sudah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Pandangan ini jelas bertentangan dengan ajaran Islam yang mewajibkan pelaksanaan syariat.
3. Golongan yang Mempercayai Aliran Sesat
Beberapa golongan juga terjebak dalam ajaran sesat yang mengklaim dirinya sebagai bagian dari Islam, padahal ajaran mereka tidak memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Mereka sering kali mengikuti pemahaman yang diubah-ubah oleh pemimpin mereka tanpa merujuk pada sumber ajaran yang sahih.
4. Golongan yang Terlalu Keras dalam Beragama
Beberapa golongan dalam Islam sangat ketat dalam beragama dan tidak menerima perbedaan pendapat dalam hal-hal yang cabang. Mereka mungkin menganggap bahwa hanya pendapat mereka yang benar, sementara yang lain salah. Padahal, Islam mengajarkan kita untuk bijak dan menghormati perbedaan dalam hal yang tidak bersifat pokok.
5. Golongan yang Berpaling dari Tuntunan Nabi
Ada juga golongan yang berfokus pada aspek-aspek tertentu dalam agama dan mengabaikan ajaran Nabi Muhammad SAW secara keseluruhan. Golongan ini mungkin terjebak dalam bentuk-bentuk ibadah atau amalan yang tidak diajarkan oleh Nabi, yang akhirnya menyimpang dari ajaran yang sebenarnya.
Kesimpulan
Dari pembahasan di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa meskipun Islam mengakui adanya perbedaan dalam pemahaman dan golongan, hanya satu golongan yang dijanjikan masuk surga, yaitu golongan yang mengikuti ajaran yang murni sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah.
Oleh karena itu, umat Islam harus berhati-hati dan selalu berusaha untuk menjaga keimanan dan ketaatan kepada Allah dengan cara yang benar.
Menyikapi perbedaan dalam Islam, kita harus senantiasa mengedepankan ukhuwah Islamiyah dan menjaga kerukunan antar sesama umat Muslim, meskipun terdapat perbedaan dalam pandangan dan interpretasi. Hal ini penting untuk menjaga keharmonisan umat Islam dan mencegah terjadinya perpecahan yang dapat merugikan kita semua.
Untuk lebih mendalami pentingnya introspeksi dalam kehidupan beragama, Anda bisa membaca lebih lanjut di Muhasabah Diri dalam Islam.
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan 73 golongan Islam?
73 golongan Islam merujuk pada hadis yang mengatakan bahwa umat Islam akan terbagi menjadi 73 golongan, namun hanya satu golongan yang akan masuk surga.
2. Mengapa hanya satu golongan yang masuk surga?
Karena golongan yang selamat adalah mereka yang mengikuti ajaran Islam yang benar menurut Al-Qur’an dan Sunnah, tanpa menyimpang ke ajaran sesat.
3. Apa saja kriteria golongan yang masuk surga?
Golongan yang masuk surga adalah mereka yang mengikuti ajaran Islam secara murni, tidak terpengaruh aliran sesat, dan berusaha untuk menjalankan ajaran Nabi Muhammad SAW.
4. Apa yang harus dilakukan agar termasuk golongan yang selamat?
Untuk termasuk golongan yang selamat, umat Islam harus berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah, serta menjaga kesatuan dan keharmonisan umat.
5. Apa yang dimaksud dengan perbedaan dalam Islam?
Perbedaan dalam Islam adalah perbedaan pemahaman dalam hal-hal cabang yang tidak mempengaruhi pokok ajaran, yang seharusnya tetap dihormati dan diterima dengan baik.