Yang Dibahas: BBWS usulkan bangunan pengendali dua aliran sungai atasi banjir Demak

Demak – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana mengusulkan pembuatan bangunan pengendali aliran Sungai Senjoyo dan Sungai Bancak, guna mengurangi risiko banjir berulang di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. "Diperlukan bangunan pengendali dua aliran sungai," kata Kepala Operasional dan Pemeliharaan BBWS Pemali Juana Andi Sofyan di sela rapat koordinasi penanganan banjir bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Kantor Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Sabtu. Dia mengatakan, hingga kini di sepanjang aliran Sungai Senjoyo dan Bancak belum ada bangunan pengendali aliran air, seperti bendungan.

Hal tersebut menjadi salah satu faktor masih derasnya aliran air menuju wilayah Demak. Ia menjelaskan meskipun dilakukan penutupan di kawasan Rowo Pening, tanpa adanya bangunan pengendali di kedua sungai tersebut, aliran air tetap akan mengarah deras ke Demak dan berpotensi menyebabkan terjadinya banjir. Di sisi lain, kata dia, penanganan Sungai Tuntang melalui langkah normalisasi secara bertahap perlu menjadi prioritas.

Menurut dia, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa meskipun beberapa titik tanggul sudah diperkuat dan relatif aman, masih terdapat lokasi lain yang mengalami limpasan air saat hujan deras. Selain itu, keberadaan pohon dan hambatan lain di bantaran sungai turut memperlambat aliran air. Usulan pemindahan alur Sungai Tuntang, kata dia, dinilai kurang efektif.

Infrastruktur seperti jembatan yang melintasi sungai utama serta pembangunan jalan di bantaran justru dapat memperlambat laju aliran air. Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Demak Ahmad Sugiharto mendorong penguatan koordinasi untuk mengoptimalkan fungsi Bendung Gelapan di Kabupaten Grobogan guna memastikan pengendalian debit air tetap stabil. "Dari hasil pengecekan, setiap 30 menit terjadi kenaikan debit air yang cukup signifikan.

Ditambah lagi sedimen yang tinggi, sehingga diperlukan optimalisasi daya tampung," ujarnya. Ia menjelaskan kondisi tersebut menyebabkan air dari hulu cepat melimpas dan mengalir ke wilayah hilir, termasuk Kabupaten Demak, meskipun di wilayah setempat tidak sedang terjadi hujan. Selain normalisasi, dia juga menilai perlunya pembangunan infrastruktur pengendali air seperti pintu air atau bendung tambahan di beberapa titik sungai.

Hal ini bertujuan agar aliran air dari hulu tidak langsung mengalir deras ke hilir. "Dengan adanya tampungan air yang lebih banyak dan pengaturan aliran yang baik, diharapkan air tidak langsung turun ke hilir secara cepat," ujarnya.

Jessica Thomas

Writer

Explore Topics

Most Popular

  • All Posts
  • All Sport
  • ASEAN
  • Berita
  • Bisnis
  • Bola Basket
  • Bursa
  • Cekfakta
  • Dunia
  • edukasi
  • Ekonomi
  • Global
  • Hiburan
  • Hukum
  • Humaniora
  • Hype
  • Internasional
  • Kehidupan
  • Kisah Inspiratif
  • Kolaborasi
  • Kumparannews
  • Lifestyle
  • Liga Inggris
  • Liga Spanyol
  • Manfaat
  • Megapolitan
  • Melindungi Tuah Marwah
  • metropolitan
  • News
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Politik
  • Politik Dan Hukum
  • Read
  • Regional
  • Research
  • Sepak Bola
  • Syariah
  • Tech
  • Tekno
  • Teknologi
  • Tips Donasi
  • Tren
  • Uang
  • Warta Bumi

About Us

ceritaberkat.com adalah blog yang berisi tentang informasi-informasi manfaat kebaikan dan moto kehidupan yang dapat dijadikan sebagai inspirasi untuk di terapkan sehari-hari.

© 2025 Cerita Berkat. All Rights Reserved.