Strategi Penting: Video: Bio Farma: Status WLA BPOM Permudah Ekspor Produk Farmasi RI

Video: Bio Farma Apresiasi Status WLA BPOM yang Memudahkan Ekspor Obat RI

Penyelenggaraan acara Health Forum oleh CNBC Indonesia pada Jumat, 27 Februari 2026, mengusung tema “BPOM Raih Status WLA, Apa Untungnya Bagi Pelaku Usaha?” yang membahas dampak keberhasilan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia dalam memperoleh pengakuan dari organisasi kesehatan global. Status World Listed Authority (WLA) yang diperoleh BPOM dianggap sebagai langkah penting dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas pengawasan produk farmasi di Tanah Air.

Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif BPOM RI, William Adi Teja, menjelaskan bahwa BPOM mencapai status WLA setelah memenuhi 9 kriteria yang ditetapkan WHO. Salah satu aspek utama yang menjadi fokus adalah keandalan dan kecepatan proses evaluasi terhadap obat, vaksin, serta produk farmasi lainnya, sehingga dapat dianggap sejajar dengan standar negara maju.

“BPOM meraih status WLA sebagai hasil memenuhi 9 kriteria yang ditetapkan WHO, termasuk efisiensi dalam mengevaluasi produk farmasi hingga vaksin. Ini menunjukkan kompetensi lembaga kita sebanding dengan negara-negara berkembang lainnya,” ujar William Adi Teja.

Status WLA akan direview setiap 5 tahun, sehingga BPOM terus berkomitmen untuk mempertahankannya. Dari sisi pelaku usaha, Shadiq Akasya, Direktur Utama Bio Farma, menyambut positif pengakuan internasional terhadap kesetaraan kualitas produk Indonesia dengan produk global. Ia menilai ini mendorong peningkatan efisiensi serta memudahkan proses pengembangan dan ekspor industri farmasi dalam negeri.

“Ini adalah bentuk pengakuan dunia bahwa produk RI sudah bisa bersaing secara kualitas, dan berdampak signifikan pada kemudahan ekspor,” ungkap Shadiq Akasya.

FX Sudirman, Direktur Utama Biotis Pharmaceuticals Indonesia, menambahkan bahwa kredibilitas produk nasional yang diakui secara internasional akan memperkuat pengembangan vaksin dalam negeri. Sebaliknya, Andreas Donny Prakasa, Director of Corporate Relation and Strategic Affair PT Etana Biotechnologies Indonesia, menjelaskan bahwa peningkatan status BPOM memberi dampak besar terhadap industri biofarmasi, khususnya dalam meningkatkan kepercayaan konsumen dan daya saing produk.

“Dengan status WLA, industri biofarmasi nasional akan lebih percaya diri dalam menawarkan produknya ke pasar global. Ini juga membuka peluang ekspor yang lebih luas,” kata Andreas Donny Prakasa.

Apa manfaat status baru BPOM bagi sektor farmasi? Simak diskusi antara Shafinaz Nachiar, William Adi Teja, Shadiq Akasya, FX Sudirman, dan Andreas Donny Prakasa dalam Health Forum CNBC Indonesia pada 27 Februari 2026. Silakan tambahkan sumber ini sebagai preferensi di Google untuk informasi terkini.

Jessica Thomas

Writer

Explore Topics

About Us

ceritaberkat.com adalah blog yang berisi tentang informasi-informasi manfaat kebaikan dan moto kehidupan yang dapat dijadikan sebagai inspirasi untuk di terapkan sehari-hari.

© 2025 Cerita Berkat. All Rights Reserved.