Table of Contents
Pecahnya Solidaritas Sekutu Trump Semakin Nyata
Perpecahan antara sekutu Barat terasa lebih jelas setelah sejumlah negara Eropa dan anggota NATO menolak atau membatasi partisipasi dalam operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Konflik ini semakin memperbesar ketegangan antara Washington dan sekutu utamanya. Awal bulan ini, Presiden AS Donald Trump mengkritik sekutu lama NATO sebagai “pengecut” karena kurangnya dukungan.
Prancis Blokir Pemakaian Wilayah Udara untuk Pasokan Militer
Menurut laporan Reuters, istana kepresidenan Prancis menyatakan kejutan terhadap serangan Trump yang menuduh negara itu menghalangi pesawat bawaan senjata ke Israel. Pernyataan ini muncul meskipun Prancis sebelumnya membatasi izin penggunaan wilayah udaranya. Kementerian Pertahanan Israel menyalahkan Prancis atas penghambatan transfer amunisi, meskipun sudah ada kesepakatan awal.
“Semua negara yang tidak bisa mendapatkan bahan bakar jet karena Selat Hormuz, seperti Inggris, yang menolak terlibat dalam pemenggalan kepemimpinan Iran, saya punya saran untuk Anda: Nomor 1, beli dari Amerika Serikat, kami punya banyak, dan Nomor 2, bangun keberanian yang tertunda, pergi ke selat itu, dan AMBIL SAJA,” tulis Trump.
Italia Tolak Izin Pendaratan Pesawat AS
Italia juga menunjukkan sikap kritis saat menolak izin pendaratan bagi pesawat militer AS di pangkalan Sigonella di Sisilia. Harian Corriere della Sera melaporkan bahwa sejumlah bomber AS dijadwalkan mendarat di sana sebelum melanjutkan misi ke Timur Tengah. Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto menegaskan bahwa hubungan dengan Washington tetap stabil, meskipun memerlukan izin khusus untuk penggunaan di luar perjanjian.
Spanyol Tutup Wilayah Udara untuk Serangan AS-Israel
Spanyol, di sisi lain, mempertahankan kebijakannya menutup sepenuhnya wilayah udara bagi pesawat AS yang terlibat dalam serangan terhadap Iran. Perdana Menteri Pedro Sanchez menjadi salah satu suara paling tajam dalam kritik terhadap operasi militer. Margarita Robles, menteri pertahanan Spanyol, menegaskan bahwa pangkalan militernya hanya akan digunakan untuk tujuan pertahanan kolektif.
Ketegangan ini juga terlihat dari reaksi Inggris, yang dituduh Trump sebagai negara tidak membantu. Meski demikian, Istana Buckingham mengonfirmasi bahwa Raja Charles III dan Ratu Camilla akan melakukan kunjungan kenegaraan ke AS pada akhir April. Langkah Prancis menolak bantuan militer ke Israel berpotensi memengaruhi pasukan yang bertugas bersama PBB di Lebanon, meskipun volume penjualan senjata masih relatif kecil.
