Table of Contents
Harga Minyak Dunia Naik, Qatar Waspadai Risiko Gangguan Produksi Teluk
Konflik di Timur Tengah yang berlangsung terus-menerus memicu ketakutan akan penghentian produksi energi kawasan Teluk. Menteri Energi Qatar, Saad al Kaabi, menyatakan jika perang berlanjut beberapa pekan, pasokan minyak dan gas dunia bisa terganggu signifikan. Lonjakan harga minyak global terjadi di tengah ketegangan yang memengaruhi jalur distribusi energi.
Kenaikan harga energi kini mengalami peningkatan drastis. Harga minyak Brent mencapai US$89,17 per barel pada Jumat, naik sekitar 4,4 persen dari penutupan perdagangan Kamis. Dalam 1,5 juta rupiah per barel, harga ini mencerminkan risiko terhadap pasokan global. Kaabi mengingatkan dampak konflik bisa mengubah dinamika ekonomi dunia, termasuk kenaikan biaya energi dan kelangkaan produk.
“Jika perang berlanjut selama beberapa pekan, pertumbuhan PDB global akan terganggu,” kata Kaabi. “Harga energi akan meningkat. Akan ada kekurangan produk, serta reaksi berantai dari pabrik yang tak bisa memasok,” tambahnya.
Selat Hormuz, sebagai jalur pelayaran kritis, menjadi sorotan. Seperlima pasokan minyak dunia melewati laut sempit tersebut setiap hari. Dengan serangan terhadap fasilitas QatarEnergy, alur distribusi energi terancam. Kaabi menyebut jika jalur ini terganggu, harga minyak bisa melonjak hingga US$150 per barel dalam dua hingga tiga minggu.
Ketenangan sekarang belum sepenuhnya tercapai. Pasca-invasi Rusia ke Ukraina tahun 2022, harga energi sempat mencapai puncak. Namun kenaikan saat ini masih di bawah level tersebut. Qatar, sebagai produsen LNG utama, telah menghentikan produksi karena serangan militer terhadap fasilitasnya. Klausul force majeure aktif, membebaskan perusahaan dari kewajiban pasokan akibat kondisi di luar kendali.
Konflik juga mengguncang Irak. Wilayah Kurdistan memutus produksi minyak di ladang Dohuk setelah serangan oleh kelompok bersenjata. Pemerintah daerah mengungkapkan fasilitas terkena kerusakan material. Sumber keamanan AFP melaporkan dua drone digunakan untuk menyerang, memicu gangguan produksi. Situasi ini memperkuat kekhawatiran tentang ketidakstabilan pasokan energi di kawasan Teluk.
