Nama Nabi yang ditelan ikan paus

Kisah-kisah para Nabi dalam agama Islam merupakan bagian penting dari warisan keagamaan dan budaya umat Muslim di seluruh dunia. Salah satu kisah Nabi yang menarik dan misterius adalah kisah Nabi yang pernah di telan ikan Paus. Ada yang tau kisah dari ceritanya? Siapakah Nama Nabi yang ditelan ikan paus tersebut.

Nabi tersebut mungkin terdengar familiar bagi kita, namun tidak dengan kisahnya, ketika Nabi Yunus ditelan ikan paus dan bagaimana mungkin hamba Allah SWT yang paling di terkasih berada berhari-hari di dalam perut ikan Paus besar itu.

Kisah Nabi Yunus ini tercatat di dalam Al-Qur’an dengan berkali-kali dalam Surah Yunus (10): 98, Al-Anbiya’ (21): 87-88, Ash-Shaffat (37): 139-148, dan Al-Qalam (68): 48-50. Bahkan namanya diabadikan dalam nama surat di Al-quran.

Berdasarkan kisah yang tertulis dalam Al-Quran, saya akan memberikan rangkaian kisah Nabi Yunus yang memberikan kita pembelajaran dalam kesabaran dan keimanan. Seperti apa kisah Nabi  Yunus yang mampu bertahan di dalam perut ikan Paus tanpa makan dan minum. Mari kita simak kisah selengkapnya.

 Siapa Nama Nabi yang Ditelan Ikan Paus?

Menjawab rasa ingin tahu tentang kisah bersejarah ini, kita kembali pada sumber yang terpercaya yaitu Al-Quran, kitab suci umat Muslim.  Dalam Al-Quran dikatakan bahwa nama Nabi yang ditelan ikan paus adalah Nabi Yunus. Kisah ini ditemukan di dalam surat Al-Saffah surah ke 37. ayat 139-148.  Yang berbunyi :

Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul, (ingatlah) ketika ia lari ke kapal yang penuh muatan, kemudian ia ikut berundi, lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian. Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. 

Disebutkan bahwa Nabi Yunus merupakan seorang Nabi dari kerajaan Israel pada kisaran abad ke 8 sebelum masehi. Diceritakan juga bahwa Nabi Yunus salah satu dari banyak Nabi yang diutus oleh Allah pergi ke kota Niniwe atau yang sekarang kita kenal dengan (Irak), untuk menyeru penduduk yang senang berbuat jahat dan membimbing mereka umat manusia ke jalan yang benar.

Dari sinilah awal kisah Nabi Yunus  yang penuh drama dalam menjalankan tugas yang Allah berikan kepadanya.

Kesalahan yang Menyebabkan Nabi Yunus Ditelan Ikan Paus

Sebuah kota yang bisa dikatakan penuh dengan kejahatan dan kebajikan, kota tersebut bernama Nineveh. Nineveh adalah kota besar di zaman Nabi Yunus, tetapi sayangnya, penduduknya telah terjerumus dalam perilaku yang sangat jahat dan keji. Mereka hidup dalam dosa dan menjauhkan diri dari jalan kebenaran.

Allah,yang maha pengasih lagi maha penyayang, merasa prihatin dengan penduduk kota tersebut. Nabi Yunus atau bernama Yunus bin Mata dikenal sebagai nabi saleh dan penuh rasa kasih sayang terhadap umatnya, diberikan tugas dalam membimbing mereka kembali kepada Allah.

Datanglah suatu hari ketika Nabi yunus mencoba memberikan nasehat kepada mereka dan membimbing mereka ke jalan kebenaran dan kebaikan, beliau juga mengingatkan mereka akan dahsyatnya hari kiamat dan menakuti-nakuti mereka dengan neraka, mengiming-imingi mereka dengan surganya Allah. Beliau juga memerintahkan dengan kebaikan juga menyembah Allah SWT.

Begitu cara Nabi Yunus membawa mereka dalam pengajaran yang benar. Namun tanggapan yang tidak baik dari penduduk di kota tersebut membuat Nabi Yunus marah dan beliau merasakan keputusasaan dari kaumnya. Hatinya dilanda amarah karena umatnya tidak beriman dalam kebaikan.

Di dalam Al-quran juga menceritakan, bahwa Nabi Yunus pergi meninggalkan umatnya dalam keadaan marah,  kisahnya terdapat dalam surat (Qs : al-Anbiya 87)

Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya) maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: ‘Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang lalim.

Dalam keadaan demikian, beliau meninggalkan umatnya. Beliau pergi ke tepi laut dan menaiki kapal yang bersiap-siap berlayar, meninggalkan Nineveh tanpa memberi peringatan apapun kepada penduduknya.

Namun, Allah belum memerintahkan Nabi Yunus untuk meninggalkan kaumnya atau bersikap putus asa terhadap kaumnya. Pada saat itu, Nabi Yunus meyakini bahwa Allah tidak akan memberikan hukuman kepadanya. Saat itu, Nabi Yunus seakan-akan melupakan bahwa ia adalah seorang Nabi, yang bertanggung jawab akan tugas mulia nya tersebut.

Namun, Allah tidak membiarkan tindakan melarikan diri ini tanpa konsekuensi. Ketika kapal yang membawanya melintasi laut yang bergemuruh dengan badai, badai itu semakin menjadi-jadi. Saat matahari tampak akan tenggelam, ombak memukul tepian pantai dan menghantam batu-batuan pinggir pantai.

Baca juga :  Apa Arti dari Salib Yesus Kristus Sebenarnya?

Di kapal yang besar itu, Nabi Yunus berada dalam keadaan gelisah dengan perasaan yang campur aduk, marak, bersalah dan ketakutan. Beliau melihat ombak yang semakin besar itu membuat ikan kecil terhampar dan di makan oleh ikan besar lainnya. Beliau seketika kasihan dan berkata, seandainya ikan kecil tersebut di lindungi oleh ikan lebih besar, maka ia akan tetap hidup. Kisah itu, mengingatkan Beliau tentang tanggung jawab yang dilalaikan kepada umatnya, hal itu membuat Beliau merasakan kesedihan.

Dan tibalah waktu pasang. Perahu tersebut melemparkan tali-talinya untuk bertahan di antara gelombang ombak yang besar, disertai dengan angin yang kerap tetap bertiap kencang, kapal tersebut diselimuti dengan kegelapan di malam hari.

Para pelaut di kapal itu merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres, karena sebuah ikan paus besar yang telah mulai mengintai kapal tersebut. Ikan paus yang telah ditugaskan oleh Allah untuk bersiap menuju permukaan laut seperti yang diperintahkan Allah.

ikan paus merupakan makhluk Allah yang di perintahkan langsung untuk memberikan pertolongan kepada Nabi Yunus

Seorang nahkoda kapal memberikan perintah, beban kapan harus dikurangkan, akan ada beberapa orang yang harus turun dari kapal tersebut. Nabi Yunus adalah Nabi yang mulia dan tunduk pada ala berhala yang menganggap bahwa lautan mempunyai Allah. Dengan kepercayaan itu, mereka meyakini bahwa tiupan angin kencang merupakan hukum murka dari Allah. Maka dari itu harus dilakukan undian siapa yang harus keluar dari kapal tersebut.

Mereka melempar undi untuk menentukan siapa yang harus dikeluarkan dari kapal agar badai berhenti. Hasilnya, undian pertama jatuh kepada Nabi Yunus, mereka melakukan undian kedua lakinya dan lagi, undian yang keluar nama Nabi Yunus, dan mereka melakukan undian ke tiga kalinya, lagi-lagi nama Nabi Yunus yang tetap keluar. Dan dia sepakat menerima hukuman ini dengan sukarela.

Dia melompat dari kapal ke dalam lautan yang bergemuruh, dan itulah saat yang mengubah segalanya. Di dalam laut, Nabi Yunus ditelan oleh ikan paus yang sangat besar. Ini adalah salah satu momen yang paling mencengangkan dalam kisah Nabi Yunus, di mana dia berada di dalam perut ikan paus selama beberapa waktu.

Ketika berada di dalam perut ikan paus, dalam kegelapan yang menakutkan, Nabi Yunus merasa sepi dan terasing. Tapi dia tidak kehilangan kepercayaan kepada Allah. Dia melakukan doa dan bertawakal kepada-Nya selama berada di dalam perut ikan paus, dan tidak ada penjelasan lamanya Nabi Yunus berada di dalam perut ikan paus, namun para ulama dan sejarawan memperkirakan sekitar selama 40 an hari Nabi Yunus di dalam perut ikan Paus, pada akhirnya Allah mendengar doa Nabi Yunus, dan ikan paus itu memuntahkan Nabi Yunus ke pantai yang kering.

Kisah penduduk Nineveh yang kembali menerima Nabi Yunus dalam ajaran yang disampaikannya bermula saat Nabi Yunus kembali ke Nineveh dan memenuhi tugas yang Allah berikan kepadanya. Ketika dia tiba di kota itu, dia memberi peringatan kepada penduduk Nineveh tentang konsekuensi dari perbuatan buruk mereka dan mengajak mereka untuk bertaubat kepada Allah. Mendengar pesan yang kuat dari Nabi Yunus dan melihat tanda-tanda keajaiban yang terjadi, penduduk Nineveh akhirnya bertaubat dengan tulus.

Diantara banyaknya kisah para Nabi yang menginspirasi seperti kisah Nabi Ibrahim dan Pengorbanan Ismail yang melegendaris dalam Islam ,Ini adalah kisah Nabi Yunus yang memberikan inspirasi pada umat Muslim dan menjadi kisah yang selalu dipelajari sepanjang masa.

Pelajaran yang Dapat Diambil

Ini adalah kisah yang menginspirasi tentang penyesalan, penerimaan hukuman, keberanian untuk menghadapi kesulitan, dan kekuatan doa kepada Allah.

Kisah Nabi Yunus yang ditelan oleh ikan paus mengandung banyak pelajaran yang dapat diambil oleh umat Muslim dan seluruh manusia. Salah satu pelajaran yang paling penting adalah pentingnya menerima tugas dan tanggung jawab kita dengan tulus. Nabi Yunus belajar dengan cara yang sulit bahwa melarikan diri dari tanggung jawab tidak akan membawa keberkahan.

Kisah ini juga memperingatkan kita semua bahwa ketika kita tersesat dalam kehidupan, kita selalu memiliki kesempatan untuk kembali kepada jalan ajaran Allah yang benar dengan bertaubat dan menghadap Allah dengan tulus.

Jadi, kita semua telah mengenal nama nabi yang ditelan ikan paus dalam kisah yang telah saya ceritakan di atas.

Kisahnya yang menginspirasi memuat pelajaran-pelajaran berharga tentang iman, tanggung jawab, dan ketabahan.

Jika Anda sependapat dengan artikel ini, jangan lupa untuk berbagi artikel ini pada teman kerabat dalam mengenal tokoh Nabi yang bersejarah dalam Islam. Semoga artikel ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kisah ini dalam agama Islam.

FAQ

1. Nabi Yunus ditelan ikan apa?

jawab : Diketahui, sekitar  40 hari Nabi Yunus di dalam perut ikan Paus, pada akhirnya Allah mendengar doa Nabi Yunus, dan ikan paus itu memuntahkan Nabi Yunus ke pantai yang kering.

By Cerita Berkat

Menggali potensi diri dan mengejar kesuksesan dengan mempraktikkan manfaat kebaikan dan menerapkan motto kehidupan inspiratif.