Rencana Khusus: Mahasiswa bawa kulkas tenaga surya untuk ketahanan pangan Aceh Tamiang

Mahasiswa Aceh Tamiang Hadirkan Inovasi Kulkas Berbasis Energi Matahari

Tim mahasiswa dari Politeknik Negeri Medan (Polmed) meluncurkan inovasi kulkas portabel tanggap bencana berbasis tenaga surya, sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan di Desa Kampung Dalam, Aceh Tamiang. Inovasi ini diutamakan untuk mendukung usaha kecil menengah (UMKM) dalam menyimpan bahan makanan selama situasi darurat.

Supriyanto, dosen pembimbing utama dan Kepala Jurusan Teknik Elektro Polmed, menjelaskan bahwa alat ini dirancang dengan teknologi yang telah mengalami pengujian di berbagai lokasi. Alat tersebut bertujuan agar tetap berfungsi meskipun terjadi pemutusan pasokan listrik, sehingga membantu menjaga kualitas bahan pangan.

Kami dari Politeknik Negeri Medan dipercaya melaksanakan program ini di Aceh Tamiang melalui inovasi cold storage berbasis tenaga surya. Dengan teknologi yang telah melalui riset dan implementasi di berbagai daerah, alat ini diharapkan tetap berfungsi optimal meskipun terjadi pemadaman listrik, sehingga mendukung penyimpanan bahan pangan UMKM dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Supriyanto melalui keterangan di Jakarta, Jumat.

Kolaborasi dengan mitra UMKM katering juga menjadi bagian penting dalam pengembangan inovasi ini. Mahasiswi Polmed, Riska Aini Putri, menambahkan bahwa sistem penyimpanan bahan makanan ini membantu mitra bisnis mereka dalam menjaga keamanan produk, termasuk saat gangguan listrik terjadi.

Kami juga bekerja sama dengan mitra UMKM katering. Bahkan, kemarin mereka memproduksi sekitar 4.000 porsi takjil. Dengan adanya cold storage ini, bahan makanan maupun hasil masakan dapat disimpan dengan aman, termasuk saat terjadi pemadaman listrik, sehingga aktivitas UMKM bisa tetap berjalan,” ujarnya.

Suri Julianti, pelaku UMKM, menyampaikan dampak positif kehadiran kulkas tenaga surya terhadap usaha warga. Ia menegaskan bahwa fasilitas ini memungkinkan bahan makanan tetap segar dan stabil, terutama di tengah ketidakstabilan pasokan energi.

Kami sangat berterima kasih kepada para mahasiswa. Dengan adanya cold storage berbasis tenaga surya ini, kami sangat terbantu dalam menyimpan bahan makanan agar tetap segar dan tidak cepat rusak. Kami juga lebih tenang menjalankan usaha meskipun listrik tidak stabil, sehingga fasilitas ini membuat usaha kami bisa berjalan lebih stabil setelah terdampak bencana,” ucap Suri Julianti.

I Ketut Adnyana, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, menegaskan bahwa Program Mahasiswa Berdampak 2026 adalah bagian dari transformasi pendidikan tinggi untuk lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ia menilai inisiatif ini memberikan semangat bagi masyarakat untuk bangkit setelah bencana.

Nancy Williams

Writer

Explore Topics

About Us

ceritaberkat.com adalah blog yang berisi tentang informasi-informasi manfaat kebaikan dan moto kehidupan yang dapat dijadikan sebagai inspirasi untuk di terapkan sehari-hari.

© 2025 Cerita Berkat. All Rights Reserved.