Table of Contents
Awas Macet! Ini Prediksi Tanggal Puncak Arus Balik Lebaran
Jakarta, CNBC Indonesia – Setelah Hari Raya Idul Fitri 1447 H pada Sabtu, 21 Maret 2026, pemerintah menutup periode mudik Lebaran 2026. Kini, fokus bergeser ke arus balik yang akan dimulai pada Selasa, 24 Maret 2026. Untuk mengurangi kepadatan, pihak berwenang menerapkan skema modifikasi lalu lintas, termasuk sistem satu arah di jalur tol.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, mengatakan masyarakat sebaiknya menghindari hari puncak arus balik yang diprediksi jatuh pada 24 Maret 2026. “Kami mengimbau warga agar menyesuaikan jadwal kepulangan ke Jakarta agar tidak menghadapi kemacetan berat,” ujar Aan dalam siaran pers, Senin (23/3/2026).
Pola Arus Balik Terbagi Dalam Dua Tahap
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menjelaskan bahwa arus balik dibagi menjadi dua periode. Tahap pertama diperkirakan berlangsung pada 23-24 Maret 2026, sedangkan tahap kedua akan mencapai puncaknya pada 28-29 Maret 2026. Ia menegaskan bahwa kebijakan Work From Anywhere (WFA) akan dimanfaatkan untuk mengatur waktu perjalanan pemudik.
“Berdasarkan hasil evaluasi bersama stakeholder, kepadatan arus balik dapat diurainya dengan mengatur pola perjalanan selama 23 hingga 29 Maret 2026,” tutur Agus.
Pemerintah juga berencana menerapkan skema one way nasional pada 24 Maret 2026. Keputusan ini sesuai arahan Kapolri dan koordinasi dengan Menteri Perhubungan, Dirut Jasa Marga, serta Jasa Raharja. Selain itu, kebijakan satu arah lokal akan diterapkan secara bertahap untuk mengurangi tekanan lalu lintas.
Analisis menunjukkan bahwa puncak arus mudik pada 18 Maret 2026 mencatat rekor tertinggi sepanjang masa. Data menunjukkan lebih dari 270 ribu kendaraan melewati empat gerbang tol utama, dengan sekitar 50% dari total arus menuju Tol Trans Jawa. Dengan adanya WFA, pemudik diharapkan bisa mengatur waktu kepulangan sebelum atau sesudah 24 Maret 2026.
Gambas:Video CNBC
Next Article
Video: Hadapi Lebaran, Pemerintah Kucurkan Rp 911 M
