Program Terbaru: Trump Mau Ambil Minyak Iran lewat Pulau Kharg, Apa Risikonya?

Trump Mau Ambil Minyak Iran lewat Pulau Kharg, Apa Risikonya?

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan rencananya untuk menguasai Pulau Kharg, wilayah strategis yang dimiliki Iran. Ia menegaskan keinginan ini sambil mengacu pada pengalaman di Venezuela, di mana Washington berencana mempertahankan kendali atas industri minyak tanpa batas waktu. Penyataan ini muncul setelah penangkapan pemimpin Nicolas Maduro di awal tahun. Namun, penguasaan pulau tersebut bisa menimbulkan dampak serius.

Pulau Kharg berada sekitar 126 km dari garis pantai Iran di utara Teluk Persia, dengan jarak sekitar 3.483 km dari Selat Hormuz. Lokasi strategisnya memungkinkan kapal tanker besar bersandar, sementara perairan dangkal di pesisir Iran tidak bisa diakses secara efektif. Wilayah ini menangani sekitar 90 persen ekspor minyak Iran, sehingga menjadi target utama AS untuk mengganggu alur energi dan menekan perekonomian negara tersebut.

Maret 2026, pasukan AS melakukan serangan terhadap pulau tersebut, menghancurkan seluruh target militer. Mereka juga mengungkapkan rencana serangan lanjutan yang akan menargetkan infrastruktur minyak. Pentagon telah mengerahkan sekitar 10.000 personel terlatih, termasuk 3.500 pasukan yang tiba pada Jumat (27/3/2026) dan 2.200 Marinir lainnya masih dalam perjalanan, didampingi ribuan anggota Divisi Lintas Udara ke-82.

Kemungkinan Konsekuensi Perang

Menurut pakar Ryan Brobst dan Cameron McMillan dari Foundation for Defence of Democracies, merebut Kharg bisa memperpanjang dan memperluas konflik. Mereka menyatakan bahwa pendudukan pulau tersebut lebih cenderung memperburuk perang daripada menjamin kemenangan. “Perebutan dan pendudukan Kharg lebih mungkin memperluas dan memperpanjang perang daripada menghasilkan kemenangan yang menentukan,” tambah mereka, dilansir dari Reuters, Sabtu (28/3/2026).

“Setelah serangan berhasil, rezim Iran diperkirakan akan merilis video serangan tersebut secara online, menggunakan kematian prajurit AS sebagai propaganda,” kata Brobst dan McMillan.

Komandan Komando Pusat AS, Joseph Votel, mengingatkan bahwa pasukan di Kharg hanya sekitar 800 hingga 1.000 orang, tetapi memerlukan dukungan logistik yang juga rentan serangan. Ia menyatakan bahwa operasi tersebut bisa dianggap aneh, namun bisa dilakukan jika situasi memaksa. “Itu akan menjadi langkah yang agak aneh, tetapi kita tentu bisa melakukannya jika harus,” ujarnya.

Tehran berpotensi mengambil langkah taktis dengan menambah ranjau di sekitar kawasan, termasuk ranjau terapung dari pesisir, untuk mengancam pelayaran. Konflik ini telah mengganggu jalur laut, dan risiko semakin tinggi jika AS terlibat dalam perang besar di wilayah tersebut.

Dilansir dari Times of India, Senin (30/3/2026), operasi darat di Kharg dianggap sebagai salah satu skenario yang dipertimbangkan Pentagon. Meski strategis, penjajahan pulau ini mungkin memicu reaksi Iran yang lebih kuat, terutama menjelang pemilu paruh waktu November 2026.

Nancy Williams

Writer

Explore Topics

Most Popular

  • All Posts
  • Berita
  • Bisnis
  • Cekfakta
  • Ekonomi
  • Global
  • Humaniora
  • Hype
  • Internasional
  • Kehidupan
  • Kisah Inspiratif
  • Kolaborasi
  • Kumparannews
  • Lifestyle
  • Manfaat
  • Megapolitan
  • Melindungi Tuah Marwah
  • News
  • Nusantara
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Politik
  • Politik Dan Hukum
  • Read
  • Regional
  • Research
  • Sepak Bola
  • Syariah
  • Tekno
  • Teknologi
  • Tips Donasi
  • Tren

About Us

ceritaberkat.com adalah blog yang berisi tentang informasi-informasi manfaat kebaikan dan moto kehidupan yang dapat dijadikan sebagai inspirasi untuk di terapkan sehari-hari.

© 2025 Cerita Berkat. All Rights Reserved.