Table of Contents
Dinkes Baubau Sosialisasikan Pencegahan TBC pada Anak
Kegiatan dalam Rangka Memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia
Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengadakan sosialisasi mengenai pencegahan tuberkulosis (TBC) di kalangan anak-anak, sebagai bagian dari perayaan Hari Tuberkulosis Sedunia 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat upaya pencegahan penyakit yang masih menjadi tantangan utama.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi adalah kunci dalam menangani TBC,” ungkap dr. Frederik Tangke Allo, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau.
Dinkes Baubau mengusung tema global “Yes We Can End TB” dan tema nasional “SATU TB: Sinergi Aksi Tuntaskan TB” untuk membangun kesadaran bersama. Menurut Frederik, kerja sama lintas sektor menjadi penting agar program dapat berjalan efektif.
Pencegahan TBC pada anak-anak diutamakan melalui deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan gratis. Langkah ini bertujuan mempercepat identifikasi kasus serta mengurangi risiko penyebaran. Frederik menekankan perlunya keterlibatan masyarakat dalam mendukung upaya tersebut.
“Masyarakat diajak memahami bahwa TBC dapat disembuhkan dan pengobatan tersedia secara gratis,” kata Frederik, yang menambahkan bahwa edukasi untuk menghilangkan stigma juga terus dilakukan.
Kemitraan dengan TP PKK serta organisasi profesi kesehatan menjadi fondasi dalam menggerakkan masyarakat. Dinkes Baubau juga menerapkan strategi jemput bola dengan menyisipkan skrining TBC ke dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di berbagai tempat, seperti sekolah, pesantren, tempat kerja, dan lembaga pemasyarakatan.
Frederik menyoroti bahwa proses penanganan TBC dilakukan secara terpadu, termasuk pemeriksaan rontgen dan terapi pencegahan untuk warga yang menjadi kontak erat pasien. Sistem Informasi Tuberkulosis diterapkan guna memastikan penanganan yang cepat, tepat, dan menyeluruh.
